Postingan

Selamat Tinggal Catatan Bakul Lombok

Gambar
Sejak jadi ibu-rumah-tangga (kurang lebih delapan tahun lalu) saya sok-sok berniat mencatat keuangan rumah tangga. Dalam idealita saya, catatan keuangan itu pentiiing. Sebab, tiadanya catatan berpotensi menimbulkan kekagetan demi kekagetan. Kaget yang bisa muncul dalam aneka varian ekspresi tapi kurang lebih intinya seperti begini : “kok duit cepet banget habis sih, buat apa aja ya?” 
Ada yang suka kaget macam begini?? Boleh ngacung sambil senyum. Percayalah, kamu nggak sendirian #HoreeBanyakTemannya 😀. Sewaktu masih lajang, saya nggak merasa penting punya catatan. Duit sendiri, dipakai sendiri, suka-suka lah ya... Tapi setelah memutuskan jadi stay-at-home-wife, rasanya butuh catatan itu. Ecek-eceknya menteri keuangan, idealnya punya dokumen buat laporan ke presiden hahaha.

Mantan Sebelum Jadian

Ketemu kalimat judul dari pemberitaan rangkaian bunga untuk Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok beberapa waktu lalu. Duuuh, pas betul dengan yang barusan saya alami. Ini bukan soal pilkada, atau cinta-cintaan antar anak-manusia. Tapi soal jodoh-jodohan dengan (bakal) rumah.
Seperti saya kisahkan di sini (Jodohku, Kapan kan Ketemu), bahkan hingga saat ini kami belum berjodoh dengan yang namanya "rumah milik pribadi" alias masih berstatus kontraktor (ngontrak rumah). Dan saya ceritakan di sini (Alkisah Nama-nama Perumahan), kami sudah berupaya blusukan seputar Medan untuk mencari-cari perumahan. Hasilnya : sampai sekarang belum ada keputusan final. Posisi kerja suami yang pindah-pindah kota, itu faktor besar yang bikin kami maju-mundur soal rumah. 

Alkisah Nama-Nama Perumahan

Gambar
Hampir setahun tinggal di Medan, salah satu acara keluarga saat liburan adalah blusukan lihat-lihat perumahan. Maklum, kami masih terhitung sebagai “kaum kontraktor” alias “rumah masih ngontrak”. Blusukan yang ini tentu ada maksud dan tujuan. Tapi, sejauh ini belum ada juga keputusan final. Ada beberapa hal yang membuat kami belum bisa melabuhkan hati ke salah satu perumahan yang sudah kami kunjungi.
Aiiih, pilih rumah apa pilih pasangan sih? Hehehe, seperti saya tulis di sini, suasana cari rumah itu seringkali seperti cari jodoh. Ada yang dengan mudah dapatnya, ada juga yang mesti melalui proses berliku. Dan kami sepertinya termasuk golongan yang menempuh proses agak panjang. Rasa-rasa sudah cocok dan mau deal, eh karena sesuatu hal, jadi batal. Tapi tak apalah, kami nikmati saja prosesnya, termasuk menikmati jalan-jalan blusukan lihat perumahan. Rupanya, ini jadi alternatif kegiatan liburan yang menyenangkan juga. 

Kaget dan Curhat Malam Ini

Gambar
Mungkin sudah menjadi kelaziman jika banyak “orangtua”terkaget-kaget melihat perilaku “anak-anak zaman sekarang”. Saat menjadi “anak zaman sekarang”, saya merasa aneh dengan reaksi shock para orangtua. Tapi akhirnya saya mengalami juga fase terkaget-kaget itu. Setelah melahirkan dua anak dan otomatis masuk golongan “orangtua”, ternyata saya juga shock dengan beberapa perilaku anak-anak kekinian. Shock yang berlanjut menjadi kekhawatiran, “duuuh, bagaimana dengan anak-anakku nanti?”
Ada kasus-kasus yang membuat saya shock dan ngeri dalam jangka waktu cukup lama. Beberapa di antaranya akan saya sebut di tulisan ini. Pertama, saya sempat shock dengan kekejaman Hafidt dan Asyifa, pasangan remaja pembunuh Ade Sara. Saya masih teringat foto ekspresi senyum Asyifa saat diperiksa di kantor polisi. Hah, diperiksa polisi karena kasus pembunuhan kok masih bisa senyum-senyum. Bersyukurnya, ada pelajaran sangat indah yang bisa dipetik dari kasus ini. Yakni keluasan hati Elizabeth Diana dan Suroto, …

8 Ide Memanfaatkan Nasi Sisa

Gambar
Nasi sisa. Bagi sebagian orang mungkin dibuang begitu saja. Lain hal-nya dengan orang-orang yang merasa sayang untuk "begitu saja" membuang nasi sisa. Sebelum akhirnya tersisa yang benar-benar sisa, nasi sisa diolah dulu menjadi makanan lain. Saya salah satunya. Hal yang sering saya lakukan adalah menjemur nasi sisa untuk dibuat cemilan.

Mungkin saya satu-satunya orang di kompleks Gading yang suka menjemur nasi sisa. Masih “MUNGKIN” ya, soalnya belum pernah  survey ke seluruh penghuni kompleks. Tapi sepanjang mata memandang, saya memang belum pernah melihat ada jemuran nasi sisa di depan rumah. Kecuali di tempat tinggal saya😃😃. 

Rantangan oh Rantangan

Gambar
Minggu ini, apa yang saya pikirkan beberapa waktu belakangan akhirnya terlaksana. Bukan suatu rencana besar nan penting, melainkan cuma soal rantangan. Yeiih.. bukan rencana besar dan bukan rencana penting tapi mikirnya lama. Timbang sana-sini pakai macam-macam timbangan, dari timbangan gantung sampai timbangan elektrik.... (apaan seeeh? Hehehe)


Penjelasan Paling Gampang Tentang Reksadana

Gambar
Walaupun sudah dua kali posting dengan topik reksadana, tapi saya malah belum pernah membuat tulisan tentang "apa itu" reksadana". Soalnya merasa belum punya kapasitas untuk menjelaskan, dalam level paling basic sekalipun. Tapi cukup sering, saat ngobrol sama temen, mereka bener-bener sama sekali belum mengerti "mahluk macam apa sih reksadana" itu? Dan beberapa waktu lalu, saya ikut Bareksa Fund Academy, yakni kelas online (di Whatsapp) bertema penjelasan dasar reksadana. 
Buat temen-temen yang tertarik ikut kelas Whatsapp dengan Bareksa, tinggal klik aja Bareksa.com. Cari deh menu Bareksa Fund Academy lalu isi data-data. Nanti kita akan dikirimi email konfirmasi dan nomor Whatsapp kita akan diundang ke kelas tersebut. Kelas berisi orang-orang baru yang mendaftar pada periode tertentu. Jadi bukan seperti kita masuk ke grup yang sudah berjalan.