Akun FB Baru


Akhir Mei 2026, aku mengepost artikel tentang akun Facebook (FB) yang terkunci lalu hilang dari pencarian. Cerita lengkap tentang awal kejadian hingga beberapa kali percobaan re-login ada di sini

Jujur, awalnya aku masih sangat ingin memperjuangkan akun itu. Meski sekarang sudah banyak orang yang migrasi  ke platform lain, bahkan FB disebut platform jadul, aku masih nggak rela kalau harus meninggalkannya. Bukan karena perkara monetisasi (akun FBku belum menjadi mesin duit๐Ÿ˜€) tetapi karena banyak sekali foto-foto lama yang tersimpan di sana. Akun itu aku bikin tahun 2009, bahkan lebih tua dari anak sulungku. 

Namun, setelah beberapa kali mencoba tetapi tetap gagal, akhirnya aku memutuskan untuk "udah deh, nggak usah fesbukan." Soal foto-foto kenangan yang hilang, ya mau gimana lagi kecuali merelakan. Masih untung cuma kehilangan foto ya kan... ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Saat akun FB masih eksis, aku jarang membuka IG, apalagi Thread dan Tiktok. Ada akun di sana, tapi entah kenapa dulu seringnya buka FB aja. Generasi kolotnial kali yaaa... ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€. Sejak FB-ku bermasalah aku jadi lebih sering membuka IG dan Thread walaupun nggak yang aktif banget. 

IG dan Thread asik juga siih (hahaha... teman-teman yang sudah duluan aktif di situ mungkin akan bilang "kemana ajaaa??๐Ÿ˜€). Ya itu tadi... Aku nggak ke mana-mana, cuma di FB aja ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€. At least di IG dan thread nggak ketemu salam kenal dan salam interaksi๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

Sampai suatu hari ada sebuah chat yang membuat aku mengubah keputusan saya untuk tidak kembali fesbukan. Chat yang diawali tawaran job posting di blog ini, kemudian disambung brief yang salah satu poinnya adalah "membagikan postingan di Facebook."

Agak unik sih ini. Sebab, belakangan aku nyaris tidak pernah menemukan tawaran job posting blog yang menyertakan syarat sharing artikel FB. Lebih seringnya ketemu brief untuk share artikel di IG. Bahkan, seiring redupnya popularitas blog,  aku lebih banyak melihat tawaran job untuk konten kreator video (tiktok, ig, youtube). Makanya aku melihat aja, nggak ngambil job itu karena nggak memenuhi syarat follower hehehe (lha emang gak pernah ngejar follower dan nggak rutin posting plus postingannya biasa-biasa aja๐Ÿ˜Š). 

Pas ada tawaran job dengan ketentuan share artikel di Facebook kok ya pas habis akunnya ilang. Jadilah aku menimbang untuk kembali fesbukan. 

Akun Baru Tapi Lama

Nah, sebenarnya aku punya dua akun FB. Akun kedua umurnya mungkin selisih dua tahunan dengan akun pertama. Akun yang dulu aku buat untuk berjualan cloth diaper waktu anak sulungku masih balita. Waktu itu, marketplace belum seperti sekarang. Masih banyak orang berjualan menggunakan FB (sampai sekarang juga masih ada sih). 

Nama akun kedua itu Kedai Clodi Ale (kebiasaan orang kasih nama toko pakai nama anak๐Ÿ˜Š). Nah, akun kedua ini pakai email yang berbeda dengan akun pertama. Entah ada hubungannya atau enggak, yang jelas akun kedua tidak ikut hilang seperti akun pertama. Jadi, waktu aku memutuskan untuk tidak fesbukan, sebenarnya aku masih punya akun yang bisa dibuka. 

Dulu, aku nggak lama jualan online. Mungkin hanya setahun. Jadi setelah mandeg jualan, akun tersebut hiatus. Aku nggak pernah update apapun di situ, bahkan aku buka pun tidak. Teman di akun itu juga sedikit, mungkin hanya sekitar 200-an.

Beberapa hari sebelum ada chat tawaran job posting, akun itu sudah mau aku non-aktifkan lho. Tetapi entah kenapa aku batal menekan menu deactivate. Mungkin memang sudah disiapkan untuk dapat tawaran job posting itu yaa hehehe. 

Dan akhirnya, akun itulah yang sekarang aku gunakan. Jadinya nggak seperti Pertamina ya, nggak mulai dari nol hehehe. 

Sebelum reborn alias diumumkan pada "dunia" kalau itu akun "baruku", aku mengubah nama dari Kedai Clodi Ale menjadi Lisdha DW, mengubah beberapa pengaturan, juga menghapus postingan lama. Biar orang nggak bingung gitu lho.. 

Foto profilnya asal ngambil dari galeri, yaitu crop foto pin cushion di bawah ini. Namun, begitu aku mengundang t eman-teman lama, ada yang mengonfirmasi apakah benar itu akun baruku. Sebuah pertanyaan wajar mengingat hari gini banyak penipuan di berbagai platform. Jadinya, foto aku edit dengan timpa tulisan "akun baru, akun lama ilang" yang aku pasang di awal tulisan๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


Begitulah ceritaku kembali fesbukan setelah rehat beberapa bulan. Berbeda dengan akun lama, untuk akun baru tapi lama ini kayaknya tidak aku niatkan untuk monetisasi. Setidaknya demikian pemikiran sekarang, entah kalau nanti berubah lagi. 

Yang mau temenan sama aku di fesbuk, monggo add friend aku di sini yaaa. Thanks in advance๐Ÿ™๐Ÿ˜‡







Posting Komentar untuk "Akun FB Baru"