Ya ampun, masih main Facebook?
Demikian salah satu komentar yang aku dapatkan saat membagi informasi tentang gangguan di akun FB-ku di Whatsapp. Komentar yan tidak bikin aku kaget karena di antara platform media sosial lainnya, FB memang tergolong vintage hehehe. Jadi ya, paham banget kalau ada yang heran dengan fakta bahwa aku masih menggunakan FB๐
Ya memang, FB kalah senior dibandingkan Friendster atau Multiply. Dua platform jejaring sosial yang sempat hits pada masanya (dan aku mengalaminya!!! ~penanda umur ya kan?๐๐). Namun, dua platform itu sudah tinggal sejarah nggak sih?
Hmmh, jadi penasaran deh dengan kabar keduanya. Sebelum lanjut nulis jadi browsing dulu deh (ini enaknya era sekarang, pengin tahu kabar sesuatu/seseorang, tinggal browsing/stalking hehehe).
Dan ini menurut Google, Multiply memang sudah benar-benar tutup. Sedangkan Friendster yang juga sempat tutup ternyata bangkit dari kubur alias beroperasi kembali dengan format yang baru dan berbeda.
Tapi tulisan ini tidak akan membahas Friendster, Multiply, maupun macam-macam media sosial ya... Balik fokus pada judul, yakni tentang akun FB-ku yang terkunci.
Kejadiannya di awal April (aku lupa tanggalnya). Saat itu aku baru saja cross posting foto mendaki Merbabu dari Instagram. Lalu tiba-tiba ada notifikasi dari FB yang kurang lebih menyatakan ada tindakan berisiko pada akunku (aku lupa screenshoot). Jadi, dengan segera aku log out untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Beberapa lama kemudian, aku mencoba log in. Upaya pertama gagal dan upaya selanjutnya juga gagal. Aku sempat berpikir kalau akunku diretas. Namun, dalam beberapa hari itu, tidak ada info dari teman-teman tentang adanya postingan aneh-aneh dariku. Anehnya lagi, akunku bahkan lenyap dari daftar teman di akun suamiku, juga akun temanku. Aku cari by name is, by email, by phone number juga nihil.
Tiap buka aplikasi, keluar tampilan ini. Akun yang terkunci adalah akun Lisdha Lis Dhaniati. Sedangkan aku Kedai Clodi Bunda Ale itu sudah lamaaaa nggak aku pakai. Aku bahkan sudah lupa kalau masih punya akun itu๐
๐
Begini tampilan layar saat diklik login. Satu-satunya cara yang bisa aku coba adalah "try another way" yang kemudian akan mendapat link di email untuk verifikasi wajah.
Tapi... aku bahkan gagal untuk sekadar menuju tahap verifikasi. Setiap kali aku mengeklik tautan yang kudapat di email, aku diarahkan ke halaman login. Selanjutnya, setelah stuck di perintah untuk verifikasi wajah. Muterrrr aja gitu, seperti buka tautan saat internet lemot (sementara wifi oke-oke saja untuk browsing atau buka aplikasi lain). Coba pakai internet dari paket internet nomor HP (bukan wifi), hasilnya sami mawon alias sama aja.
Aku sampai cari info melalui browsing maupun chatGPT. Aku dapat saran dari chatGPT supaya nggak terlalu sering mencoba login supaya akunku tidak makin dicurigai. Baiklah.... Aku pun berhenti mencoba login selama dua-tiga hari. Selanjutnya aku mencoba login dengan langkah-langkah yang dianjurkan oleh chatGPT.
Dan tetap gagal.... ๐๐๐
Pak suami sampai turun tangan. Hasilnya ada kemajuan, yakni aku berhasil verifikasi wajah. Bahkan singkat cerita, aku mendapatkan tautan dan password untuk membuka kuncian HP via email.
Sudah hepiii niiih...
Tapiiiiii, ternyata itu cuma PHP. Tautan dan password itu zonk. Beberapa kali upaya tetap berjalan dan berakhir seperti itu. Bahkan juga upaya-upaya lain yang didapat dari browsing maupun AI.
***
Dan sampai hari aku posting ini, yakni sekitar sekitar dua bulan berselang, akun FB-ku masih tetap terkoentji๐.
Jujur, aku merasa kehilangan. Walaupun akun itu belum berhasil monetisasi (jadi belum menghasilkan cuan), tetap saja ada rasa kehilangan. Ini bukan perkara cuan, tetap deretan kenangan.
Akun FB-ku eksis sejak tahun 2009. Ia menjadi media penyimpan foto dari sehabis aku menikah, resigned, pindah kota demi kota, hamil-ibu batita-balita, hingga kini anak sulung sudah SMA. Dan foto-foto itu tidak tersimpan di selain FB๐
Jadi aku cuek aja ketika di platform lain ibuk-ibuk FB sering dihina-dina. Terlebih sejak maraknya FB Pro, pola interaksi di FB memang lucu๐
. Salam kenal, salam interaksi, komentar nggak nyambung, konten asal-asalan. Gitu-gitulah๐.
Malah jadi hiburan lhooo๐๐.
Aku sempat baca, jika sampai tiga bulan upaya recovery gagal, maka akun akan otomatis terhapus. Jadi, masih ada waktu sekitar satu bulan lagi untuk mencoba membuka akunku.
Meski tetap berharap akunku bisa kembali, aku harus bersiap untuk kemungkinan terburuk: akunku hilang yang berarti hilang juga seluruh foto-foto kenangan itu (ihiks).
Yah... Cepat atau lambat semua yang (rasanya) kita miliki, pada akhirnya juga akan kita tinggalkan. Kita akan "pergi" tanpa membawa benda apapun juga. Dan dari sekian hal itu, ada yang mau tak mau harus kita lepaskan saat kita masih di dunia. Sebab itu, sangat penting untuk terus belajar "tidak melekat" pada berbagai hal.
Aiiih, dari cerita akun FB "hilang" kok tau-tau endingnya jadi seperti ini. Sok bijaksana bijaksini ya kaaan. Tapi memang, kebijaksanaan bisa datang dari mana saja, termasuk dari kehilangan๐
๐
๐
Posting Komentar untuk "Akun Facebook-ku Terkunci"
Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)