Silir-Silir di Dusun Semilir, Yuk #visitjawatengah

23 Januari 2023


 Dusun Semilir (sumber : @dusunsemilir)

Lir-ilir, lir ilir, tandure wis sumilir

Tak ijo royo-royo

Tak sengguh panganten anyar

Cah angon cah angon 

penekna blimbing kuwi

Lunyu lunyu penekna 

kanggo mbasuh dodotira

Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir

Dondomana jrumatana

Kanggo seba mengko sore

Mumpung padang rembulane 

Mumpung jembar kalangane

Sun suraka surak hiyo


Aku teringat lagu daerah Lir-ilir ketika hasil pencarian via google menunjukkan nama "Dusun Semilir."  Sumilir ~ Semilir, meski berbeda satu huruf vokal, keduanya merujuk pada arti yang sama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, semilir berasal dari kata silir yang berarti rasa sejuk karena angin yang bertiup perlahan.


Pencarian tentang Dusun Semilir di internet berawal dari salah jalan saat hendak menuju Salatiga. Saat mudik Natal 2022 lalu, kami sekeluarga memang menyempatkan ke Salatiga untuk mengambil ijazah paket A si anak pertama dari PKBM Piwulang Becik. Setelah dua kali pindah sekolah formal, si Ale memang menamatkan sekolah dasarnya di jalur non-formal (lalu sekarang balik ke formal lagi).


Baca : 

Dua Bulan Homeschooling

BTS (Back to School)


Dari Temanggung, BJ-aku-Ale-Elo dan dua keponakan, Mbak Icha dan Mas Iel, berkendara via Sumowono. Maksud BJ sih hendak lewat di Ambarawa. Namun, keberadaan taman baru di Pasar Sumowono membuat BJ belok ke arah sebaliknya (seingatku ketika terakhir lewat, taman itu belum ada). Ya gitu deh kalau jarang-jarang lewat.


Merasa tahu jalan, kami nggak pakai G-map. BJ santuy saja nyetirnya. Sementara, aku yang merasa buruk dalam hal navigasi medan, just follow the driver. Kami berdua ngobrol sepanjang jalan, hingga lama-lama "kok jalannya menurun terus?". Aku yakin Mbak Icha hafal jalan ini, masalahnya dia dan ketiga adiknya tidur lelapπŸ˜€.


Sekelebat memori di kepalaku, kayaknya ini malah jalan ke arah Kota Semarang. Aku sangat jarang ke Semarang. Tapi duluuuu aku pernah PKL di daerah Karangjati, jadi aku agak-agak ingat dengan jalur ini. Aku pun lihat kanan kiri plus cek map. Lha dalah, kami memang nyasar ke arah Kota Semarang wkwkw. Ya udah, putar balik dong.


Nah, dalam perjalanan putar balik ke arah Bawen, aku melihat kawasan bangunan unik di sebelah kanan jalan. Bangunannya mirip botol berleher sempit. Sayangnya, nama lokasi tak sempat terbaca (aku lebih fokus ke bangunan “botol”). Alhasil, aku browsing dengan kata kunci “tempat wisata dekat Bawen.” Langsung ketemu deh nama Dusun Semilir. 


Rencana sebelumnya, usai mengambil ijazah, anak-anak ingin mampir ke Saloka Park di Salatiga. Berhubung dulu sudah pernah ke Saloka, aku bujuk anak-anak untuk ke Dusun Semilir saja. Mereka mengiyakan setelah melihat gambar seluncuran warna-warni Dusun Semilir di internet.


Dusun Semilir, sering juga disingkat Dusem, beralamat di Jalan Soekarno Hatta no 49, Ngemplak, Bawen, Kabupaten Semarang. Lokasinya di sisi jalan raya ke arah Semarang (dari Bawen), jadi sangat mudah ditemukan (bahkan, bisa jadi tak sengaja nemu seperti aku). Ternyata Dusem sudah beroperasi sejak Mei 2019, bahkan sempat viral karena perosotan warna-warninya. Aku aja yang kurang update.


Dusun semilir
Peta lokasi Dusem

Dengan konsep eco-park, di tempat pengunjung bisa menikmati beragam jenis wisata. Wisata alam (tampak pemandangan pegunungan Ungaran dan Telomoyo yang cantik), wisata air, wisata permainan, wisata kuliner, juga wisata belanja. Buat yang suka foto-foto, jelas buanyak sisi yang instagenik.

dusun semilir
Spot Alas Tirta, instagenik banget dong


Jalur jalan pun instagenik

Oh ya, bangunan yang kupikir mirip botol itu ternyata terinsipirasi dari stupa candi Borobudur yang dipadukan dengan logo provinsi Jawa Tengah.  Total luas Dusem mencapai 14 hektar dengan kontur naik turun. Aku jadi mikir bentuk lokasi ini sebelum dibangun Dusun Semilir. Meski dulu berulang-kali lewat, aku sama sekali tidak punya memori tentang tempat ini.


Harga tiket saat kami datang terhitung musim libur/weekend, yakni Rp 40.000 per orang. Sedangkan di hari biasa, harga tiketnya Rp 30.000 per orang (anak-anak sudah kena tiket, hanya bayi yang gratis). Waktu itu ada tiket seharga Rp 100.000 per orang untuk masuk plus main di Dusun Salju. Tapi, pas beli tiket, kami belum memutuskan untuk main ke wahana Dusun Salju atau tidak. Jadinya, kami beli tiket masuk saja. Kalau dari awal memang sudah niat mau ke Dusun Salju, mendingan beli paket tiket-nya sih. Jatuhnya lebih hemat karena tiket Dusun Salju (saja) Rp 85.000 per orang.


Spot rumah hantu (kami nggak masuk sih)

Tiket masuk memang hanya berlaku untuk masuk eco-park saja (namanya juga tiket masuk, gimana sik? hihihi). Maksudnya, untuk masuk/main di wahan tertentu mesti bayar lagi di tiap loket masing-masing. Satu sisi, terasa ribet karena mesti beli tiket per wahana. Tapi, sebagian orang, mungkin sudah cukup puas untuk jalan-jalan dan foto-foto. Rugi kan kalau sistemnya tiket terusan (yang pasti jauh lebih mahal). Jadi, kalau pergi sama anak-anak, siapkan bujet lebih untuk tiket wahana (kecuali mereka tahan untuk tidak main-main πŸ˜€). 


Oh ya, di sini tidak boleh bawa makanan dan minuman dari luar yaaa… Tapi aturan ini baru aku baca saat cek website Dusem setelah pulang dari sana😁. Faktanya, pas aku masuk, tasku tidak dicek, padahal ada dua botol air putih. Petugasnya lagi capek kali ya…


Baca : Mengangkut Kenangan di Museum Angkut


***


Begitu lewat pintu masuk, pengunjung harus melewati stand-stand penjualan cindera-mata dan oleh-oleh makanan hasil produksi berbagai UMKM. Rasanya lapar mata, pengin beli ini-itu, tapi jatuhnya malah cuma beli latto-latto glow in the dark doang (yang setelah dibayar dan dibuka bungkusnya ternyata enggak glow in the dark huhuhu). Lewat dari stand-stand belanja, baru deh ada jalan menurun menuju berbagai wahana.


Prosotan pelangi/warna-warni

Icha-Iel-Ale-Elo langsung antusias untuk mencoba perosotan warna-warni. Tiket perosotan Rp 15.000 per orang. Sebelum melihat langsung, aku pikir itu tuh perosotan/seluncuran air (sementara kami nggak bawa baju ganti). Ternyata, perosotannya bebas air, jadi nggak bakalan basah. Tinggi perosotan 30 meter dengan lintasan sepanjang 130 meter. Belakangan, aku agak takut dengan ketinggian (padahal dulu hobi naik gunung πŸ˜‚). Jadi, aku dan BJ menunggu anak-anak di bawah sembari ambil foto. 


Foto dengan greenscreen di Dusun Salju. Mestinya foto di sini pas masih pakai jaket yak..

Wahana lain yang membuat anak-anak antusias adalah Dusun Salju. Sesuai namanya, ini wahana main salju(-saljuan) dong. Baik saat tinggal di Medan maupun setelah pindah ke Makassar, anak-anak belum pernah main ke wahana salju-(saljuan). Dusun Salju memberi mereka pengalaman pertama. Jadi, tampak norak yo ben...πŸ˜€πŸ˜€





Dusun Salju



Tiket seharga Rp 85.000 per orang sudah termasuk sepatu dan kaus kaki. Kalau mau main salju beneran, berapa kali lipat bujetnya coba? Hehehe. Anggap saja pengalaman ini sebagai afirmasi, mana tahu kelak anak-anak itu main salju beneran.


Meski salju-saljuan, suhunya sudah pasti diatur rendah dong. Bagi yang tidak tahan dingin , bisa sewa jaket dengan biaya Rp 10.000 untuk anak-anak dan Rp 15.000 untuk dewasa. Semula, hanya Mbak Icha dan Elo yang sewa jaket. Sedangkan Ale dan Iel menyangka bakalan tahan dingin. Tapi, setelah beberapa saat di suhu 10 derajat Celcius, dua anak lajang itu jadi sewa jaket juga. 


***

Salah satu dari sekian sisi instagenik

Dusun Semilir buka setiap hari, Senin - Jumat pukul 09.00 - 18.00 WIB, Sabtu-Minggu, dan tanggal merah pukul 08.00 - 20.00. Selain untuk kunjungan wisata, Dusun Semilir juga melayani paket meeting dan paket pernikahan. Oh ya, di sini juga tersedia hotel bagi yang wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama.

Food court Dusun Semilir
Banyak pilihan makanan di Sepoi-sepoi food cort

Pusat oleh-oleh

Berdasarkan pengalaman singkatku, aku punya beberapa tips untuk berkunjung ke Dusun Semilir : 

  • Gunakan pakaian kasual. Kalau kondangan di sini, mending bawa baju ganti kalau mau jalan-jalan ke dalam kawasan wisata. Ribet kan keliling-keliling pakai baju pesta.😊
  • Pakai alas kaki yang nyaman buat jalan. Dengan luas 14 hektar, gimana cerita kalau pakai high heels?
  • Nggak perlu bawa bekal makanan, karena itu dilarang. Harga makanan di Dusem masih terbilang normal kok, menunya juga beragam. 
  • Makan dulu sebelum masuk kawasan, kecuali begitu masuk langsung wisata kuliner duluan. Ntar pingsan lho jalan jauh dalam kondisi perut kosong.
  • Pastikan baterai gawai/kamera penuh atau bawa power-bank, soalnya banyak spot cantik buat foto-foto.
  • Jalan dulu, belanja kemudian. Meski spot belanja ada di depan, aku sarankan sih mendingan masuk dulu ketimbang ribet bawa-bawa belanjaan saat jalan-jalan. Nanti bisa belanja pas keluar, pintu masuk dan keluar berdampingan kok.
Dusun Semilir di waktu senja (source : IG @dusunsemilir)

Teman-teman yang pernah main ke Dusun Semilir, silakan ya kalau mau menambah tips. Bagi teman-teman yang belum pernah ke sini, tertarik untuk berkunjung? Yuk #visitjawatengah. (*)






 

   








19 komentar

  1. Sambutannya dengan lagu lir-ilir, jadi langsung terngiang lembut dan merdunya lagi ini ke telinga. Hemm berasa di pedalaman Afrika patung batu di tengah hutan, jadi pengin ke sana. Tempatnya eksotis banget, ada seluncuran juga. Paket lengkap ini wisatanya apalagi bisa main salju. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. Ini salah satu tempat wisata favoritku untuk wilayah Jateng..luas banget ya.. banyak wahananya.. Jadi pengen kesana lagi bareng anak-anak

    BalasHapus
  3. Wuaa bagus banget mbak.. jadi pingin kesana, apalagi ada tempat bermain saljunya. Pemansaan dulu ya disini, semoga suatu saat bisa traveling ke negara yang bersalju, aamiin

    BalasHapus
  4. Nah aku taunya di sana ada resortnya mba. Dan lucuuuuuk banget . Aku idh niat mau stay di situ nanti🀣.

    perosotan warna warni nya aku juga familier dan langsung ingeeeeet. Ini kan tempat yg waktu itu diajak suami ke sana. Cuma blm sempet2 aja πŸ˜…πŸ˜…. Rencananya sih pas nanti mudik ke solo, kami mau mampir Semarang Bbrp hari, mau wisata di sana. Selama ini ga pernah nginep lama di Semarang, padahal objek wisatanya bagus2

    BalasHapus
  5. Menarik mbak piknik ke dusun Semilir ini, dengan luas sampai 14 hektar dan banyak pilihan wahana yang bisa di coba. Kirain perosotan warna-warni itu berakhir di kolam renang, ternyata nggak ada kolamnya, jadi walau nggak bawa baju ganti tetap bisa coba ya. Tapi kalau saya kok takut meluncur dari perosotan setinggi itu

    BalasHapus
  6. Luas juga wahananya ya. Sempat mikir dusun ini adalah dusun 'temannya' desa gitu. Ternyata taman wisata. Bagus banget sih tempatnya, udah gitu banyak pilihan mau ke mana. Seru juga. Perosotan warna-warninya yang viral itu sempat juga lihat di medsos, dan gemes banget pengen juga cobain.

    BalasHapus
  7. wah dari nyasar akhire bisa nemu tempat wisata seru ya mba :) btw dunia saljunya mirip-mirip sama yang di Cimahi kalau di Cimahi 80k sudah include sewa jaket, sepatu dan sarung tangan mba jadi ga usah dibayar cuma sayangnya sempit areanya dan dinginnya ga kuat

    BalasHapus
  8. Ini dia yang aku browsing sejak lama mbak, Dusun Semilir. AKu kepengen banget main ke tempat ini loh. Oh, ternyata bentuk bangunan kayak botol itu terinspirasi dari stupa Candi Borobudur? Keren ya. Luasnya 14 hektare ck..ck..ck iya deh kudu makan dulu sebelum masuk ke Dusem. Ntar kalau udah jalan kaki dan menikmati wahananya, jajan deh. Kepo bener aku sama perosotan pelanginya. Harus naik ah kalau ke sana. Berkali2 ah hahaha.

    BalasHapus
  9. seru juga yah ternyata jalan-jalan di Dusun Semilir, banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Tapi itu hantu yang diajak foto bareng kenapa serem banget aku juga kayaknya bakalan ogah masuk ke rumah hantu sih hahaha. Harga tiketnya juga lumayan terjangkau walau weekend yaah

    BalasHapus
  10. Wah ini salah satu wish listku juga nih bisa main ke Semarang terus ke Dusun Semilir. Aku tuh lupa deh lihat di reelsnya siapa dan aku save gara-gara tempatnya cakep ginikan. Eh ini lihat reviewnya dan memang kudu kesana nih.

    BalasHapus
  11. Lhuuuuukk kok apik tenan mbaaaaa
    mana harganya terjangkau.
    Di Sby klo.main salju palsu gitu, HTM nya di atas 200K per orang 😰πŸ˜₯
    Whaaa pankapan mauuuu aku k siniiii

    BalasHapus
  12. cantik banget ya dusun similirnya, pengen ke sana jadinya, dari luar keliatan banget estetik banget dan pas lihat dalamnya terasa hangat sekali suasananya, cocok sekali untuk liburan dengan keluarga

    BalasHapus
  13. Belum tahu dan belum pernah ke sini, kak. Makasih loh untuk informasinya. Sangat mencerahkab. Btw.. namanya unik, juga ya..

    BalasHapus
  14. Sukaa..
    Main ke Dusun Semilir selain merasakan pengalaman seluncur warna-warni dan pepotoan yang estetik, juga wisata kulineeerr..
    Memang yang terpenting dari perjalanan tuh selain outfit yang nyaman juga perut yang selalu kenyang. Biar gak crancky, segala pingin.. hehehe~

    BalasHapus
  15. Dusun semilir ini emang jadi salah satu destinasi wisata di kota Semarang ya mbak
    Kompleksku pernah jalan jalan bareng kesini

    BalasHapus
  16. Baru tau kalau perosotan warna-warni yang sering berseliweran di media sosial itu ada di Dusun Semilir. Thank you mak informasinya soal objek wisata ini, jadi tau harus ajak anak ke mana kalau pas ke Semarang ~

    BalasHapus
  17. Tempat wisatanya keren banget, banyak spot2 bagus untuk berfoto ya mba, saya rasa di kota Medan belum banyak spot seperti ini, seperti perosotan pelangi dan dusun salju yg menarik perhatian

    BalasHapus
  18. cantik banget Dusun Semilir ini di malam hari ya mbaa, puas banget ini kalau seharian pada explore dan tentu saja kudu standby power bank biar ga lowbatt karena sayang kalau kelewat bisa ambil foto-foto cantiknya

    BalasHapus
  19. Gaak nginep to maak...padahal kereen banget penginapannya depannya langsung kolam renang syahdu banget....kasurnya empukkk ada 1 kingbed dan bunkbed buat 2 anak

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)