Kita dan Bahasa Cinta yang Berbeda

Obrolan di rumah beberapa hari lalu : 

“Ayah, bisa bilang bayam ke Bunda,” kata Elo, si bocah pipi gembil pada ayahnya. “Tapi, huruf b diganti s dan huruf m diganti ng,” lanjut Elo.

Si ayah mencerna sebentar. "Bayam? Mmm...oh…sayang," si ayah tertawa. Bunda…bunda bayam..eh sayang,” si ayah segera melaksanakan perintah.

“Halah, kamu masih kecil kok sudah nggombal sih Lo,” saya tertawa. Ada-ada saja ini bocah. 

“Iya dong, meski masih kecil skill nggombalku lumayan kan?” jawab Elo.

“Iya deeh, bayaaaam!” Saya berkata gemas.

Ededeeeeh, skill gombal kata si bocah kelas dua SD. Gimana ntar kalau gede wkwkwkw.

Sampai hari menulis ini, kata bayam malah jadi "magic word" di antara kami . Tapi alih-alih mengganti b dengan s dan m dengan ng, kami menggunakan sesuai kata aslinya.

“Ayaaaaah bayam…”
“Bundaaaaa bayam..”
“Aleeee bayam…”
“Elooooo bayam…”

Haha, puji Tuhan, bayam tak hanya menjadi salah satu sumber serat dan nutrisi bagi keluarga kecil kami. Namun, bayam juga memperkaya kosakata bahasa cinta di rumah ini.

Bahasa Cinta

Ngomongin bahasa cinta alias love language, teman_dw pasti sudah nggak asing lagi kan? Konsep bahasa cinta dikenalkan oleh Dr Gary Chapman, pembicara dan penulis terkenal di Amerika Serikat. Dalam bukunya, Five Love Language, Chapman mengenalkan konsep bahasa cinta yang bisa diaplikasikan dalam berbagai jenis hubungan, baik itu hubungan keluarga, hubungan romantis, maupun hubungan pertemanan.


Berikut penjelasan singkat mengenai lima jenis bahasa cinta menurut Chapman : 

Kata-kata (Word of Affirmation)
Bagi beberapa orang, cinta perlu diungkapkan secara verbal. Kata cinta yang diungkapkan secara tulus, dan tentunya disertai dengan tindakan, akan membuat seseorang merasa dicintai. Bagi sebagian orang, kata cinta mungkin akan dianggap gombal. Padahal, sesekali gombal juga perlu lho. Coba di rumah sama sekali tak ada gombal (lap), bersih-bersih noda/kotoran pasti kurang mantap kan? Yang penting, jangan sampai seisi rumah isinya gombal semua. Haha, analogi yang pas ya…  

Waktu Berkualitas (Quality Time)
Bahasa cinta jenis ini adalah tentang memberi perhatian penuh. Di tengah kesibukan sehari-hari, seringkali perlu upaya untuk menyediakan waktu berkualitas bagi orang yang kita sayangi. Terlebih, di masa kini, ketika gawai sangat mudah mendistraksi. Fisik saja bisa berdekatan, tetapi perhatian entah kemana. Banyak kasus pertikaian pasangan karena salah satunya lebih asyik dengan gawainya.

Menerima Hadiah (Receiving Gift)
Seseorang yang suka menerima hadiah, mungkin akan disebut matre. Padahal, seseorang dengan bahasa cinta jenis ini tidak akan terfokus pada nominal hadiahnya. Bagi dia, hadiah -apapun bentuknya dan berapapun nilainya- adalah wujud dari cinta dan perhatian. Makanan kesukaan atau barang kecil yang diidamkan bisa jadi sudah membuatnya merasa dicinta.  

Tindakan Melayani (Act of Service)
Bahasa jenis ini meliputi tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk meringankan pekerjaan/tanggung jawab. Bisa berupa tindakan besar, seperti membantu menyelesaikan proyek pekerjaan atau pekerjaan ringan seperti menyapu dan mencuci piring. Duuh, ibu-ibu balita tanpa ART pasti suka banget bahasa cinta jenis  

Sentuhan Fisik (Physical Touch
Orang-orang dengan jenis bahasa cinta ini menikmati semua jenis sentuhan badani, seperti pelukan, pegangan tangan, dan kecupan. Bahasa cinta ini jangan disalah-pahami sebagai “gampangan” ya, terlebih jika membicarakannya dalam konteks hubungan lawan jenis dalam budaya timur. Seseorang yang benar-benar mencintai akan paham kapan dan bagaimana harus menggunakan bahasa cinta jenis ini.

Beda Bahasa Cinta

Hmmh, meski saling cinta, beda love language bisa jadi masalah lho. Ibarat orang Bugis ketemu orang Aceh dan berkeras ngomong dengan bahasa daerah masing-masing. Tanpa upaya untuk rendah hati dan belajar bahasa satu sama lain (atau belajar bahasa yang bisa sama-sama dipahami), pasti sulit komunikasi, ya nggak? 

Ini terjadi lho pada saya dan BJ. Saya pernah mengisi kuis daring untuk mengetahui jenis bahasa cintaku. Sesuai dugaan, saya cenderung pada poin pertama, yakni word of affirmation. ~Jadi candaan bayam itu, meski terkesan gombal, tapi saya suka hahaha. (Idih…stereotipe perempuan banget yaa, suka digombalin :D). 

Tapi, bahasa cinta “kata-kata” itu tidak melulu kata-kata gombal romantis lho. Bagi saya, kata-kata ini bisa berupa ngobrol panjang kali lebar kali tinggi ๐Ÿ˜€. Mulai dari hal ringan seperti cuaca hari ini, sampai hal serius macam bagaimana kalau nanti anak kita berpikir untuk childfree?๐Ÿค”

Namun, setelah hidup bersama sekian tahun lamanya, saya sadar kalau bahasa cinta kami tidaklah sama. Saya tak bisa menentukan sih, tapi rasanya BJ cenderung pada bahasa tindakan pelayanan dan sentuhan fisik. Dalam hal cinta romantis misalnya, dulu BJ termasuk golongan yang percaya kalau “cinta tak perlu dikatakan, lebih perlu diwujudkan dalam tindakan.” I love you? Kata apa pula itu..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Tahun ini, pernikahan kami memasuki tahun ke-14. Selama rentang waktu itu, tak terhitung sudah berapa kali kami miss-komunikasi. Dari miskom ringan hingga level seriusan (bersyukur nggak pernah sampai hantam-hantaman, paling diam-diaman ๐Ÿ˜‚). 

Mengendalikan Ego

Sangat perlu untuk memahami bahasa cinta pasangan. Tapi, itu juga belum cukup. Ketika sudah mulai paham bahasa pasangan pun, masih ada satu hal lagi yang jadi tantangan, yakni mengendalikan ego. Kan sering ya, kita sudah tahu kalau pasangan tuh suka tindakan/barang A (misalnya). Namun, karena ego masih demikian kuat, kita ogah melakukannya. 

Saya dan BJ mengalami pasang-surut dalam belajar bahasa cinta satu sama lain. Misalnya saja, saya paham kalau BJ suka makannya diambilkan. Sementara, kalau ego lagi naik, saya merasa “duuh, kan bisa ambil sendiri!” Sekadar urusan ambil makan bisa jadi medan perang ego lho..

BJ yang tak terlalu suka ngobrol nggak jelas juga mesti merendahkan ego ketika istrinya tetiba ngoceh panjang kali lebar. Seperti tempo hari, kami pillow talk dengan aneka topik random. Salah satunya, kami membicarakan sebuah kota yang pernah kami tinggali. 


“Yah ingat nggak sama hotel di Jalan XXX?” Di sini, nama jalan sengaja saya samarkan.

“Kenapa rupanya?” tanya BJ.

“Dulu pernah ada berita, di hotel itu ada kasus seorang kepala sekolah meninggal setelah kencan dengan bukan istrinya. You know lah..Gimana perasaan keluarga ketika menerima jenazah si bapak ya? Lebih gede sedihnya atau malunya?” 

Jawaban BJ malah tidak sesuai pertanyaan. ๐Ÿ˜€ “Kemungkinan besar si bapak pakai obat kuat. Tapi jantungnya nggak tahan, ya bablas.”

Obrolan kami jadi lanjut ke topik seks deh. Ya nggak apa-apa dong, orang sudah suami istri. Jangan sampai ketika ada masalah terkait seksualitas, keduanya malah memendam dalam hati atau sembarang cari solusi. 

Seperti masalah impotensi, bisa jadi banyak pria yang asal saja beli dan asal pakai obat kuat. Toh barang semacam ini relatif gampang didapatkan di kios-kios obat kuat. Terlebih di zaman digital, kios-kios obat kuat pasti juga go digital dong. Orang-orang yang malu beli langsung di toko, bisa belanja di toko daring.

Padahal, penggunaan obat kuat idealnya tidak sembarangan lho. Bagi pria, jangan sembarangan minum obat disfungsi ereksi, terlebih kalau sudah menderita salah satu atau komplikasi beberapa kondisi, seperti : penyakit jantung, liver, ginjal, hipotensi, hipertensi, kelainan darah, dan kelainan bentuk alat seksual. Obat kuat juga tidak dianjurkan ketika sedang mengonsumsi jenis obat tertentu. Bahkan, kalaupun tidak mengakibatkan efek langsung, pemakaian obat kuat dalam jangka panjang bisa berdampak negatif bagi kesehatan. 

Sebelum memutuskan mengonsumsi obat kuat, alangkah baiknya berkonsultasi pada penyedia jasa sexual care yang kredibel. Jasa semacam ini tentu berbeda dengan kios-kios obat di pinggir jalan. 

Di era digital ini, ada diricare.com, penyedia jasa sexual care online yang kredibel dan dilayani tenaga profesional.  Diricare melayani konsultasi online dan pembelian obat-obatan kesehatan pria yang sudah teregistrasi BPOM dan FDA. Ketika sibuk atau ada rasa segan untuk konsultasi dan belanja langsung, diricare bisa menjadi pilihan. (Adv)


Referensi :

https://psikologi.esaunggul.ac.id/love-language-dalam-psikologi-komunikasi-seperti-apa/

https://www.alodokter.com/obat-kuat-pria-cara-kerja-keamanan-dan-efek-sampingnya








42 komentar untuk "Kita dan Bahasa Cinta yang Berbeda"

  1. ๐Ÿ‘sukses sllu bundsay

    BalasHapus
  2. Kadang bahasa cinta yang beda memang memberi warna dalam hubungan, aku tipikal quality time sedangkan pasangan act of service, tapi nyaman aja selama ini dengan tipikal kami dan cocok. Sering memang ada yang membuat kesalahpahaman, soal memberi hadiah memang kalau cewek dasarnya suka sama hal-hal kecil seperti itu, kan. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  3. Bahasa cintaku kayanya hadiah. Jadi, aku suka banget memberi dan menerima hadiah. Syukurlah dapat suami yang suka kasih hadiah atau oleh-oleh kecil tiap keluar rumah.

    BalasHapus
  4. Bahasa cinta bagi pasangan sehidup semati biasanya unik dan istimewa. Kalau suamiku suka membelikan hadiah akunya juga ikutan pilih hahaha. Katanya biar benran suka dan dipakai terus. Tapi kadang dia kasih aku kejutan, alhamdulillaah makin suka banget dan begitu menghargainya. Sentusan fisik dan kata2 romantis itu perlu ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi emang bener tu mbak..drpd nggak kepake mending disuruh ikut milih meski surpraisnya jd bkurang..tetap senaaaang hehehe

      Hapus
  5. Bahasa cinta setiap orang berbeda ya mbak, sayapun masih belajar dalam memaknai bahasa cinta pasangan. Kadang ego lebih menguasai, tapi kadang ego juga turun..makasih mbak sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya emang belajar sepanjang pernikahan ya mbak..mana tau bahasa cinta pun dinamis :D

      Hapus
  6. Unik panggilan sayangnya dengan sebutan bayam, jadi ingat Popeye dan olive di film kartun.
    Popeye yang selalu membantu dan cinta mati sama olive. Bahasa pasangan cinta bikin menambah rasa cinta kaya pertama kali bertemu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iyaaa...bayam magic foodnya popeye ya mbak hehehe

      Hapus
  7. Obat kuat memang gak boleh digunakan sembarangan ya mbak, harus tepat guna, dan sesuai ketentuan. Bahaya juga kalau sampai kasus kayak si kepala sekolah :D

    Walau ada cara-cara sehat dan alami untuk menjadi kuat, tapi versi obat tetep dibutuhkan oleh orang-orang tertentu. Dan mungkin karena itu ada diricare.com buat memenuhi kebutuhan tersebut.

    Terima kasih sharingnya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mb rien.... saya juga baru tau kalau ternyata bisa seberbahaya itu.

      Hapus
  8. Huaaa bahasa cintaku apa yaaaa!
    Aku malah orang yang sering mengutarakan "cinta pake bahasa" dengan kata lain = tulisan, kalimat sayang. Kalau aku lebih suka kalau sesekali pergi (tapi maunya sama keluarga - terus kita punya waktu berdua sebentar) nah itu namanya apa ya mbak?

    BalasHapus
  9. Mungkin quality time ya makneng?

    BalasHapus
  10. Kalau aku ma anak2 ayah beb jadi ayamm bebek๐Ÿคญ....
    Btw urusan ranjang itu nomor 1 lho maak jd kudu saling terbuka ga tabu sejak awal.menikah, mempelajari maunya pasangan satu sama lain biar sama2 puas.

    Puass diranjang ngaruh banget di aktifitas harian kita.

    BalasHapus
  11. Bahasa cinta kita kok sama, aku yang sama dengan mba Lisdha suka dengan kalimat tapi juga ngasih perhatian. Sementara pasangan suka menyentuh dan melakukan tindakan seperti ngebantu urusan rumah kalo sedang longgar gitu.

    Nah aku suka diskusi juga dengan suami, tentang obat kuat yang sering memiliki efek ke organ tubuh. Bahaya menggunakan obat kuat tanpa pengawasan dokter atau ahlinya ya

    BalasHapus
  12. Aku baru belajar bahasa cinta sekitar 2 tahun terakhir ini... Awalnya ikut quiz tentang bahasa cinta, lalu sambil menerka-nerka ooh iya saya bahasa cintanya ini, sedangkan suami yang itu. Beda lagi dengan anak kami, bahasa cintanya sudah bisa terbaca sejak kecil..hihi. menarik banget ya bun jadi bisa.saling memahami satu sama lain

    BalasHapus
  13. Aku baru tahu love language akhir-akhir ini. Karena belum ada pasangan, jadi belum tahu pasti bahasa apa yang saya pakai. Yakin sih tiap pasangan pasti punya cara sendiri buat nyamperin rasa sayang. Jadi ya memang kudu kompromi ya, Mbak. Egonya dikendalikan

    BalasHapus
  14. Aku ke suami tipe gombal kelas berat. Aku bisa dengan mudah membuatkannya puisi untuk memujinya atau memanggil penuh cinta. Suami sering manggil sayang dan cinta tapi lebih sering juga menunjukkan cinta dengan tindakan :)

    BalasHapus
  15. Iya banget, bahasa cinta memang beda-beda ya. Aku sendiri orang yang bisa ngomong apa pun. Ada yang mengganjal, ngomong. Apa adanya. Sementara suami, lebih banyak diem. Tindakannya yang menunjukkan cinta. :D

    BalasHapus
  16. Jujur banget ya mba, aku sampai sekarang udah nikah 13 tahun aja masih gak tau tuh bahasa cintanya apa, begitupun pak suamik

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada mbak tes onlinenya, di 5lovelanguages.com kalau gak salah. lumayan sih, jadi lebih ngerti kenapa suami melakukan yang selama ini dilakukan, atau kenapa kita suka gak nyambung sama suami, ternyata karena bahasa cintanya beda, ahaha

      Hapus
  17. Hahaha, saya izin pakai kata bayam lalu dibuang b dan m nya diganti s dan ng ya ...
    Bikin seseruan juga ah dengan anak dan suami nanti kalau udah pada santai

    BalasHapus
  18. Mempelajari berbagai jenis love language ini penting banget. Tapi rata-rata kalau perempuan tuh word of affirmation ya.. Memang uda bawaan kalau dikasih kata-kata manis nan mendayu langsung "Owh..i love you too.."

    Sedangkan laki justru kebalikannya.. cenderung Act of Service atau Physical Touch.
    Ini seru sih.. Jadi sama-sama melengkapi dan bisa saling memberikan versi terbaik dari masing-masing pribadi. Semoga dengan semakin sering berkomunikasi produktif, hal-hal yang di luar norma, gak terjadi.

    BalasHapus
  19. Kalau udah paham bahasa cinta masing-masing, jadinya lebih ngerti yaa. Dulu tuh sempat mikir, suami kok gak pengertian banget ya? Hhahaha lama-lama ngeh, ohh bahasa cinta kami nih yang berbeda.. dan masing-masing perlu paham

    BalasHapus
  20. Setiap orang punya bahasa cintanya masing-masing ya mbak
    Kalau kita bisa tahu apa bahasa cinta pasangan, pasti akan lebih mudah menjalani relationship

    BalasHapus
  21. Bahasa cinta memang banyak bentuknya ya mbak, terkadang malah tak perlu ucapan langsung cinta-cintaan gitu. Perwujudan dalam perbuatan pun bisa. Tergantung tipe orangnya sih memang.

    BalasHapus
  22. Komunikasi emang pentiiiing sekali antara suami istri, Salah satu landasan dalam pernikahan ya itu ya mbak. Apalagi kalau ada masalah ttg seks maka perlu diobrolin tanpa malu2 lagi. Bila perlu ya suami istri ikhtiar minum obat atau konsul ke dokter yaa.

    BalasHapus
  23. Bener Bun, bahasa cinta tiap orang gak sama. Ada yang gombal penuh rayuan, ada yang pake tindakan aja. Yang penting kita paham bahasa cinta pasangan dan gak menuntut di luar kemampuan xixi.

    BalasHapus
  24. Aku Ama suami juga beda banget mba. Kalo aku lebih suka dengan bahasa cinta pemberian hadiah dan quality time. Paling geli kalo pake Kata2 ๐Ÿคฃ. Untungnya suami ga suka pake Kata2 juga, jadi kami sama2 ga harus nahan geli hahahaha.

    Tapi dia sukanya pakai sentuhan. Jadi harus sama2 ngerti lah. Kami suka ambil jalan tengah. Dia setuju utk nyediain waktu liburan hanya berdua, dan selama liburan aku harus banyak kasih sentuhan sayang ๐Ÿ˜‚.

    Aku selalu wanti2 suami, jangan pernah kepikiran pake obat2 ga jelas, apalagi menyangkut obat pria. Krn tau bahaya dan efeknya. Tapi dia juga suka ingetin aku, ttg obat2 suplemen kulit, itu juga hrs yg terdaftar. Ga boleh aku sembarangan pake. Setidaknya hrs yg BPOM atau dr dokter

    BalasHapus
  25. Hihi gemes banget bahasa cintanya word of affirmation, dan bayam jadi magic word ya. Kalau aku cenderung quality time sih bahasa cintanya, jadi pengen ada waktu berduaan gitu sama paksu

    BalasHapus
  26. tipikal bahasa lakilaki dan perempuan emang udah beda ya, makanya suka nggak nyambung.. perlu selalu latihan untuk memahami dan mengerti satu sama lain sehingga bisa ngomong terbuka, termasuk dalam masalah seks

    BalasHapus
  27. Aku dan suami juga punya "bahasa khusus" di rumah buat lucu-lucuan. Dan istilah2 itu hanya diucapkan di rumah dan hanya berdua aja yg ngerti. Kayak istilah bayam di keluarga Mbak itu juga lucu sih haha. Kalau bahasa cinta, aku physical touch. Emang beneran suka dipeluk2 dan disentuh2 wkwkw. Kalo suami sptnya Receiving Gift. Suka yang visual dan kebendaan :) Alhamdulillah cocok2 aja. Soal mengendalikan ego itu bener banget, setuju banget. Bener2 harus ngerti tipe/watak suami gimana, sukanya apa, dan kita yang menyesuaikan. Thanks untuk sharing yang sangat bermanfaat ini, Mbak...

    BalasHapus
  28. Iihh bener bangettt paham love leangunge pasangan itu perlu bangettt. Karena perihal love leanguage aja bisa perang dingin tuh suami istri. Makanya perlu paham dan tahu apa love leanhjnhe nya

    BalasHapus
  29. Bahasa cinta saya sama suami beda bgt, saya suka quality time sedang paksu lewat sentuhan, tapi ya kadang saya butuh dimengerti juga lewat tindakan atau bantuan. Laki2 kadang gitu ya, harus dikodein dulu biar dia tau apa yg kita mau :D

    BalasHapus
  30. Bahasa cinta itu bermacam-macam ya mbak Tidak ada yang benar dan tak ada yang salah juga. Kalau saya sih karena faktor usia jadi jarang mengungkapkan dengan kata-kata. Dengan perbuatan misal kalau sakit ya dikerokin, hehehe

    BalasHapus
  31. Bahasa cinta antara aku dan suamiku pun berbeda. Kalau beliau lebih kepada pujian dan physical touch Tapi kalau aku adalah pelayanan dan hadiah

    BalasHapus
  32. Kode panggilan sayangnya unik ya. Bayam. Orang yang gak ngeh mikirnya hah apaan sih ini manggil suami atau istri kok bayaaaam. Mungkin terus mikir korelasi bayam dengan orangnya. Hahha. Belajar bahasa kasih memang penting buat meningkatkan keharmonisan dalam keluarga.

    BalasHapus
  33. Setiap pasangan mempunyai bahasa cinta yang beragam ya maak...intinya komunikasi penting dalam hidup berumah tangga. Happy selalu mak lis...

    BalasHapus
  34. Bahasa cintaku beda nih sama suami, kalau dulu suka berharap suami ngerti dengan sendirinya, giliran dia ga ngerti saya ngambek, kalau sekarang karena sudah paham bahasa masing-masing jadi kalau ga sesuai ya ngomong aja supaya ga ada prasangka

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)