Terima Kasih, Respon Cepat PLN

27 September 2022


Teknis PLN`
Ilustrasi teknis PLN memperbaiki kabel
(Foto dari TribunAmbon.com)


Komplain lebih cepat daripada pujian.

Kira-kira benar nggak ya? Terutama jika ditujukan pada “pekerja”, dalam artian personal maupun lembaga terkait pelayanannya. Maksudnya gini lho, kalau kerjanya bagus, cukup dengan cap nuhun (alias terima kasih saja). Itu pun kalau tidak lupa. Sementara, kalau ada tindakan atau service yang mengesalkan, sesegera mungkin komplain keluar. Kalau perlu, harus diviralkan buat pelajaran.

Kira-kira, ada sepakat nggak dengan pernyataan di atas? Atau punya pendapat berbeda? Boleh lho, berbagi di kolom komentar.

Aku terpikir tentang itu gara-gara kejadian tadi malam (Selasa, 26/9). Petang itu, aku membantu Elo mengerjakan tugas Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Tugasnya membuat kerajinan berupa gambar ditempel biji-bijian itu lho. Berhubung pakai biji jagung, jadi kami pakai lem tembak/lilin supaya bisa menempel kuat.

Baca : DIY Casing HP dari Karton Bekas

Seperti kita tahu, pistol lem tembak (glue gun) perlu dicolok ke sumber listrik. Aku pakai rol kabel untuk menyambung arus dari dinding ke meja. Aku belum yakin, Elo bisa sepenuhnya mengoperasikan pistol lem tembak. Jadi, setelah dia mencoba sebentar, selanjutnya aku yang mengoperasikan pistol lem. Bagian Elo adalah menempel biji-biji dengan bantuan pensil.

Setelah beberapa saat, kok lem panasnya tidak keluar?
Kenapa ya?
Apa alatnya rusak?


Aku coba tes dengan mencolok pistol lem ke sumber listrik yang lain, tetap saja nggak keluar. Anehnya, malah kucolok lagi ke rol kabel. Lalu, tiba-tiba listrik padam. Kwh meter di dinding teras maupun MCB di bagian dalam “njegleg” semua. Wah, kemungkinan besar korslet nih…

Aku curiga si roller kabel nggak kuat untuk disambungkan ke pistol lem tembak. Soalnya, dari pangkal kabel, ada bau-bau terbakar gitu (tetapi tak ada penampakan rusak di bagian luar kabel). Ya sudah, roller kabel aku cabut dari sumber listrik. Selanjutnya, si pistol aku colok langsung ke dinding.

Tak berapa lama, listrik padam lagi. Padam kali kedua, bikin kami bingung. Soalnya KWH meter maupun MCB dalam posisi on. Waaah…pasti something lebih serius nih. Ada beberapa cara untuk kontak PLN. Aku memilih yang menurutku paling cepat, yakni telepon. 

Aku pun menelpon nomor 0411 (kode daerah) 123. Tapi kenapa ya, telfonku nggak nyambung. Beberapa kali call, nggak pernah sampai tersambung. Langsung call-ended gitu aja.

BJ sampai menanyakan berapa nomor yang aku telepon
(paksu kayak rada-rada nggak percaya nih hehehe). Soalnya, begitu BJ yang telepon, bisa langsung nyambung. (Hhhmh…baiklah, call-centre PLN sudah mendiskriminasi aku wkwkwk). Begitu telepon BJ nyambung, aku juga sih yang ngomong.

Baca : Periksa KWH meter di Rumah Anda

Seperti di pengalaman sebelumnya, customer service PLN menanyakan permasalahan, nomor pelanggan, dan alamat. Tak lupa, ada pemberitahuan supaya kami kembali menghubungi call centre jika dalam tiga jam tak ada respon dari petugas. Lalu, jika dalam enam jam tak ada konformasi, masalah dianggap sudah selesai.

Oke, noted.

Baca : 
Penggantian KWH Meter, Penipuankah?

Penggantian KWH Meter (Bukan Penipuan)

Tak sampai menunggu lama, ada telepon dari petugas PLN. Malam itu juga, mereka akan datang untuk membereskan masalah (aha, berasa menunggu hero dong…tapi beneran teknisi PLN adalah hero dalam situasi gelap-gelapan itu).

Kira-kira 30 menit, ada mobil PLN dengan dua orang petugasnya. Sat-set memeriksa KWH meter, ternyata kerusakan tidak pada instalasi di tempat tinggal kami. Baru kami tahu kalau yang padam bukan hanya listrik di rumah yang kami tinggali, tapi juga beberapa rumah di sekeliling (kebetulan tiga rumah di samping kiri memang kosong, jadi kami nggak ngeh kalau listrik mereka ikutan padam).

Petugas PLN segera memasang tangga untuk mengecek instalasi di tiang terdekat. Mungkin hanya butuh 20 menit untuk perbaikan. Setelahnya, listrik kembali menyala. Entahlah, sumber kerusakan memang dari pistol lem tembak atau ada aktifitas lain di rumah tetangga. Yang penting, malam itu kami tak lama-lama gelap-gelapan.

Apa dong kaitannya dengan alinea pertama?

Jadi gini, aku menulis ini sebagai terima kasih dan pujian untuk gerak cepat respon PLN atas aduan persoalan. Supaya berimbang, jangan kalau ada masalah langsung koar-koar nulis di blog atau media sosial. Namun, ketika ada persoalan yang terselesaikan dengan baik malas memberi lebih dari sekadar ucapan terima kasih on the spot. Boleh dong mengulangi ucapan terima kasih di internet :D . 

Hehe, sebenarnya mengucapkan terima kasih atau memberikan pujian pada lembaga/perusahaan juga bukan hal yang langka sih. Tapi aku paham, kalau bakalan ada yang tidak sepakat dengan tindakan seperti ini. Mungkin dengan alasan, “sudah sewajarnya dong mereka respon cepat, kan memang begitu seharusnya. Tuh lihat, tarif PLN naik terus.” Atau mungkin alasan lain : “aku ngajuin penggantian KWH meter, dari tahun jebot sampai sekarang, nggak datang juga.” Mungkin, masih ada lagi : “halah, sampai sekarang listrik juga belum merata di seluruh Indonesia, masih banyak tuh daerah yang gelap gulita -kalau malam.”

Jujur, aku tidak paham seluk-beluk persoalan kelistrikan di Indonesia. Paling sekilas baca berita saat petinggi PLN tersangkut perkara suap/korupsi. Juga selintas baca kalau ada heboh wacana (atau realisasi) kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Aku mana tahu detail tentang biaya produksi dibandingkan TDL (dikasih tahu juga paling cengo aja). Aku tidak ikutan mumet menghitung subsidi yang mesti digelontorkan supaya listrik bisa terus menyala. Aku juga nggak ngerti kerumitan prosedur maupun teknis membangun pembangkit baru maupun merawat infrastruktur yang sudah ada. Kuhanya tahu kalau urusan listrik di negara ini belum seterang benderang lampu LED dengan watt besar. Cuma, urusan gelapnya di mana/apa saja? Nah itu kutak tahu.

Setidaknya, respon cepat atas pengaduan layak diapresiasi. Mudah-mudahan, respon cepat seperti itu sudah merata di semua tempat. Terbayang kalau tadi malam respon PLN lambat, atau bahkan diping-pong kesana-kemari, seperti yang kubaca tentang layanan publik di Afganistan. Bisa-bisa kami gelap-gelapan semalam-malaman.(DW)








Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)