Cara "Horor" Memperbaiki Kesalahan Data Kartu Vaksin

 

Disclaimer : Judul mengandung clickbait 😂

Teman-teman sudah beres dua dosis vaksin COVID? Atau baru satu dosis? Atau malah belum sama sekali karena sesuatu hal/alasan? Kalau aku, puji Tuhan sudah beres vaksin kedua di Agustus lalu. Sudah beres juga kartu vaksinku. Beres dalam arti, bisa diunduh dan juga tidak ada kesalahan data di dalamnya.

Tapi, aku punya cerita sehubungan dengan kesulitan mengunduh plus kesalahan data di kartu vaksin. Aku bagikan di sini, siapa tahu berguna bagi yang membutuhkan yaaa....

Cerita berawal dari  vaksin dosis pertama di Juni lalu. Aku menerima vaksin Sinovac dalam kegiatan vaksin yang digelar di kompleks perumahan. Vaksinasi dilakukan di halaman rumah Bapak RW yang tepat saling membelakangi dengan rumah tinggalku. Jadi dekeeet banget tempat vaksinnya, tinggal jalan kaki nggak sampai satu menit 😊

Selang satu hari setelah vaksin, aku mencoba mengakses kartu vaksin di aplikasi peduli lindungi. Saat itu, aplikasi di gawaiku juga aku gunakan untuk input data vaksin keponakan.  Aku vaksin di hari Kamis, sementara keponakanku vaksin di Sabtu-nya. Nah, kartu vaksin si keponakan ini cepat jadi dan langsung bisa diunduh. Sementara punyaku? Tiap kali input NIK, yang keluar justru instruksi untuk daftar vaksin pertama.

Cerita vaksin keponakan ada di SINI

Lha gimana seeeeh???

Sempat terpikir, mungkin ini karena petugas lambat input data. Namun, waktu itu aku sudah dapat pesan pendek dari PEDULI COVID. Bagian dari pesan itu adalah tautan untuk mengunduh kartu vaksin kan? Tapi ya gitu, aku coba berkali-kali, tetap saja gagal.

Sampai-sampai aku bikin status di Facebook, mana tahu ada teman yang kasusnya serupa. Ada beberapa komentar yang juga menceritakan trouble sehubungan kartu vaksin, seperti salah NIK dan salah data tanggal lahir.

Tentang data di kartuku, ya nggak tahu bener atau ada kesalahan. Lha wong mau  mau mengunduh saja tidak bisa. Sampai kemudian BJ (pak suami) turun tangan.....Ia mencoba mengakses aplikasi di gawaiku dan......berhasil!

Usut punya usut. Uhuuuu....ternyata aku yang salah input NIK ya gaisssss....

Soal macem begini, emang BJ lebih teliti!! Thanks tsay....Mvvvvaaaaah....

Flash back : keriwehan itu bermula dari kesalahanku dalam NIK di dalam daftar kontak telepon. Aku menyimpan NIK di situ tak  lama setelah mengunduh aplikasi peduli lindungi. Sebelum-sebelumnya, kalau urusan NIK, ya aku lihat KTP. Kan ribet yaaaa hahaha. Makanya, aku simpen di kontak telepon biar praktis untuk disalin. Masalahnya, ada dua digit yang salah posisi. Saling tertukar itu, semisal 58 jadi 85.

Pantesan, tiap mau akses kartu gagal maning gagal maning....

Setelah koreksi input NIK, aku langsung lancar jaya mengunduh kartu vaksin. Plus, nggak ada kesalahan data di kartuku. Jadi, no problem. Case closed.

Sampai kemudian di bulan Agustus, giliran BJ yang dapat vaksin pertama. BJ memang belakangan dapat vaksin karena ada komorbid. Jadi, vaksin pertama-nya tertunda untuk minum obat dulu.

Berbeda dengan kasusku yang gagal akses kartu karena murni kesalahan pribadi. Pada BJ, tak ada masalah dalam mengunduh kartu. Namun, ada kesalahan data di kartu BJ, yakni penulisan nama tidak persis sama dengan KTP. Ada nama yang seharusnya dipisah, tapi malah tertulis sambung gitu. Ya memang masih terbaca sama, tapi secara penulisan kan salah. Misal nama Iwan Fals jadi Iwanfals...

Sebagian orang mungkin akan mengabaikan “kesalahan kecil” semacam itu. Namun, bagi BJ yang cukup perfect soal data, hal semacam itu tetap harus dibetulkan. Apalagi sekarang ya.... kartu vaksin jadi bagian dari persyaratan dokumen untuk bermacam keperluan.

Gimana dong cara membetulkan kesalahan data di kartu vaksin?

Langkah pertama, ya jelas  browsing dong. Mudah saja menemukan artikel tentang langkah-langkah koreksi data kartu vaksin.

Salah satunya dari ig @kemenkes_ri, tertulis langkah-langkah sebagai berikut :


cara memperbaiki data kartu vaksin


 Seperti panduan di atas, BJ juga kirim email dengan data yang dibutuhkan ke sertifikat@pedulilindungi.id. Namun, lama dong nggak ada respon. Telepon ke 119 juga sibuk melulu. Biasanya kalau telepon hotline kan sebelnya mesti nunggu lama ya....

Kalau sudah berhasil tersambung dan menekan extension, kita mesti nunggu. Ning nung ning nung (musik)... maaf staf customer service kami sedang melayani pelanggan lain bla bla bla....ning nung ning nung.... maaf staf customer service kami sedang melayani pelanggan lain bla bla bla (repeat-repeat-repeat 😖😖😖😖😖)

Pokoknya, kalau hotline nggak bebas bayar, siap-siap pulsa amblas. Nah, nomor telepon 119 memang bebas pulsa. Masalahnya, kalau ditelpon susah nyambung!! Atau, bisa nyambung, tapiiiiiiii ...... belum sampai ngomong sama customer service sudah putus aja gitu.. macem di-ghosting oleh hotline :D

Sepertinya, hal serupa juga dialami banyak orang. Terlihat dari komentar-komentar di IG @kemenkes_ri, antara lain seperti ini :

 





Soal kartu vaksin ini, entah berapa (ribu/ratus/juta) orang yang mengirim koreksi data? Lalu berapa banyak petugas customer care-nya? Juga bagaimana kekuatan sistem TI-nya? Terbayang ya, kalau setiap hari banjir permintaan koreksi data. 

Ya gimana. Jangankan sistem dan customer care yang dibikin kejar tayang. Lha wong sistem yang sudah dibikin dari lama pun, customer care-nya juga banyak yang lelet atau susah dikontak kok. Meski sudah banyak upaya perbaikan, stigma “kalau bisa dipersulit, untuk apa dipermudah” itu rasanya belum hilang dengan keseharian birokrasi kita huhuhuhu.

Bersyukurnya, tempo hari, di grup WA ada seorang teman berbagi tips dalam koreksi data kartu vaksin (Halo Sisil..big thanks yaa..). BJ melakukan tips ini dan berhasil. Sekarang,  penulisan nama di kartu vaksin BJ sudah bener.

Tips-nya enggak susah, cuma agak horor. Hihihi,  kok horor sihh? Ya entah, seketika kata itulah yang muncul saat membaca tips itu, yakni telepon customer care di tengah malam/dini hari!! Bener-bener terjemahan ekstrim dari “telepon di luar jam sibuk.” 

Kalau sekadar kirim email, memang potensial lamaaaa sekali direspon (karena entah berapa email yang masuk yaaa...). Telepon di jam kerja juga putus melulu. Nah, kalau telepon di jam ekstrim ini potensi nyambungnya lebih besar. Jadi langsung bisa mengajukan perbaikan data. Jangan lupa, saat menelpon, siapkan data-data yang disebutkan di atas ya... Jadi, saat petugasnya mengonfirmasi data, kita nggak perlu cari-cari lagi.

Aku enggak suka nonton film horor atau baca cerita horor. Tapi, aktifitas telepon tengah malam langsung membuatku berimajinasi tentang hantu yang menelpon. Ini sih yang horor bukan tips-nya tapi imajinasinya wkwkwkw.  Ini bagian imajinasi itu (CS = Staf Customer Service, P = penelpon) :

CS : Hallo, ada yang bisa saya bantu?

T  : Hallo, saya mau mengajukan koreksi data kartu vaksin.

CS : Baik. Bisa disebutkan data-datanya?

T : Nama...., NIK......alamat.......,bla bla bla

CS : Baik, terima kasih datanya. Mohon tunggu, saya akan cek datanya.


Tik tik tik tik tik (detik berjalan)...... Petugas CS terkesiap. Jantungnya berdetak kencang.

Nama itu, NIK itu,.... sudah dinyatakan meninggal bertahun lalu. (*)

 

 

 

 

      

15 comments:

  1. memang kesalahan input NIK akan berakibat fatal ya mba hehehe.. soalnya verifikasinya dilakukan dari situ dan semuanya dicek based on that.

    ReplyDelete
  2. Wah udah vaksin dua aja, nih, aku baru minggu depan vaksin kedua. Hemm soal sertifikat ini juga awalnya lambat, tapi akan ada pesan dari pihak pedulilindungi.id dan pastinya bisa didownload.

    ReplyDelete
  3. Awalnya trouble juga, tapi saat menghubungi ini itu udah beres. Eh, mbaknya kurang teliti NIK ternyata. Alhamdulillah kalau sudah, suami memang the best, ya.

    ReplyDelete
  4. Wkwkwk, ending-nyaaaaaa kayak drama2 horor Thailand :D

    Tapi memang banyak data yg agak simpang siur di vaksin ini, ya.
    Mungkin karena memang database nya blm rapih, sistemnya baru pertama kali, atau gimana.
    Yg jelas, semogaaaa pandemi segera usai

    ReplyDelete
  5. hahaaaa langsung terinspirasi bikin yg horor ya mba..
    Aku juga kayak gini klo masalah yg kurang teliti, bapack suami turun tangan.
    pasti banyak yg mau benerin data juga ya, kebayang se INDONESIA hihi. Jadi teleponnya di jam horor ya ehhh jam malaaaam yg sepi.. alhamdulillah udah rebes ya datanya

    ReplyDelete
  6. Duh, langsung horor di akhir tulisannya, Mbak hahaha.
    Ceritanya jadi pelajaran berharga untuk saya, supaya mengisi data dengan benar dan teliti, jangan sampai kartu vaksinnya salah data, ya...

    ReplyDelete
  7. haha horornya cuma imajinasi ya. Semoga gak beneran terjadi. Kasihan mbak/mas CS nya bisa sport jantung dan pucat pasi kalau ditelpon oleh yang sudah meninggal :D
    Oh iya kalau masukin NIK kudu bener biar berhasil masuk ke akun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. NIK penting yah mba, hehehe. Btw caranya unik sih tlp cs tengah malam hahaha, memang di jam segitu bru mereka gak sibuk

      Delete
  8. Duh, dredeg akhirnya iih...hehhe, tapi bener. Imajinasi ini kadang sering mebuat kita bergidik sendiri. Makanya kalau berimajinasi yang serem-serem, aku terus otomatis keringat dingin. Kebiasaan begini kalau abis nonton film horor. hihii...

    Selamat yaa, kak..
    Sudah vaksin. FIXED, bisa nge-mol lagih.

    ReplyDelete
  9. Aku belum vaksin mbak, masih akhir bulan Oktober baru bisa vaksin karena harus 3bulan setelah negatif dari Covid. Padahal waktu itu ikut yang dari kantor pak suami dan pas jadwalnya tiba malah positif. Ini juga banyak yang dikeluhkan beberapa teman yang masalahnya sama kayak dirimu nih mbak, aku jadi dapat tambahan informasi juga. Karena selama ini hanya lihat cuplikan di instagram tapi gak detail.

    ReplyDelete
  10. terima kasih ya atas penjelsannya, aku jadi tahu , tapi aku belum divaksin deh, eh malah kena covid yah, jadi masih nunggu dulu waktunya buat di vaksin, semoga kita semua sehat ya

    ReplyDelete
  11. aku salah data di nomer telepon
    untung email bener jadi masih bisa masuk kepakai imel dan NIK yang bener ga salah heheheh
    mau ubah lagi katanya ga bisa tapi ya wes yang penting udah bisa masuk pakai NIK

    ReplyDelete
  12. Nah hampir sama nih masalahnya klo temenku masukin tanggal lahir mba itu Salah terus padahal sudah sesuai KTP...Dan ternyata pihak yg masukin data vaksin yg Salah input.. ribet dn lama bngt ngurusnya

    ReplyDelete
  13. Penutupnya mantul mbak, Plot twistnya dapat dan sukses buat saya tertawa. Eh, langsung kebayang kalau itu terjadi sama saya. Hiii... bergidik. Lebih horor daripada kesalahan data, hahaha.

    ReplyDelete
  14. Ohhhh jadiiiii nelponnya harus tengah malam butaaaa, baru dibales wkwkwkwkwj. Sinting juga sistem cs nya yaaa :D. Aku udh nyerah soalnya, gara2 certifikat vaksin asistenku, tgl lahirnya salah. Udh berkali2 aku email, udahlah boro2 dpt respon mba. Sebenernya yg aku kuatirin kalo ntr aku ajak asistenku naik pesawat, trus ditolak cuma gara beda tgl lahir, kan nyebelin -_-.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)