Malino, Suatu Hari


Hari berlalu, sudah setengah tahun saja kami berempat tinggal di Sulawesi Selatan. Rentang waktu yang seharusnya sudah cukup untuk menjelajah berbagai tempat. Namun, pandemi Covid-19 dan ritme kerja BJ membuat banyak keinginan bepergian yang belum terlaksana. Mudah-mudahan nanti ada waktu dan kesempatan untuk menuntaskan.

Namun, bukan berarti sama sekali tidak bepergian kok. Kalau BJ, keperluan pekerjaan memang kadang mengharuskan dia pergi keluar kota. Namun, untuk pergi jauh berempat dalam rangka jalan-jalan memang masih terbatas. Bagaimanapun, pergi saat ini butuh lebih banyak printilan yang harus disiapkan. Selain itu, harus memperkirakan tempat tujuan yang sekiranya memungkinkan untuk jaga jarak.

November lalu, kami berkesempatan pergi ke Malino. Ini adalah salah satu destinasi wisata yang populer di Sulawesi Selatan. Daerah wisata dengan hawa dingin dan lanskap pegunungan yang tak terlalu jauh dari Kota Makassar. Malino bagi Makassar seumpama Kaliurang bagi Jogjakarta, Tawangmangu bagi Surakarta, Puncak bagi Jakarta, Berastagi bagi Medan, atau Batu bagi Malang/Surabaya. Sudah terbayang suasananya, bukan?

Sesungguhnya, kepergian ke Malino adalah pengalihan dari rencana ke Tana Toraja yang hingga kini belum juga terlaksana. Mungkin karena Tana Toraja lebih jauh, sehingga lebih kami prioritaskan daripada Malino yang terbilang dekat. Dengan jarak sekitar tiga jam dari Makassar, rasanya bisa kapan saja ke Malino. 

Itu sih kalau situasi normal. Faktanya, sejak kali pertama kali ke sana, sampai sekarang belum kembali terulang. 

Dalam kondisi seperti sekarang, bisa jalan-jalan jarak sedang saja rasanya sudah senaaaang. Pencarian sekilas melalui Google menghasilkan banyak informasi spot wisata di Malino. Ada kebun teh, air terjun, hutan pinus, pasar bunga dan sebagainya. Namun, kami pergi hanya sehari. Rasanya akan terlalu lelah jika semua tujuan harus dijalani.

Jadi, baiklah, anggap saja perkenalan dengan Malino. Tak usah memaksakan untuk mendatangi semua tempat. Sekarang tak bisa, mudah-mudahan suatu saat sempat. Seperti kami perkirakan, sebagian besar waktu habis di satu lokasi, yakni Malino Highlands. Area kebun teh yang telah dilengkapi berbagai fasilitas sehingga untuk masuk harus membayar tiket.

Hari itu adalah perjalanan yang singkat. Namun sampai sekarang anak-anak masih antusias mengingat. Mudah-mudahan, ada kesempatan untuk berkunjung kembali.

























*All photos by BJ. Location : Malino Highlands.

*Sebenarnya membuat tulisan ini karena sekalian mengganti head banner ^-^


28 comments:

  1. Duh, mupeng banget sama Malino ini, tempat happening di Sulsel, meski belom explore hanya kenalan aja, udah sejenak menyegarkan yaa.
    Noted banget destinasi kalo kesanaa. Btw emang kece ko potonya , apalagi jadi bnner pass banget yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu hari bisa ke sini teh Hanie. Kebun teh-nya memang tidak seluas Puncak. Tapi memang, setiap tempat ada keistimewaan tersendiri :)

      Delete
  2. Waw, bersyukur banget bisa traveling selama pandemi. Aku pribadi masih belum berani jalan jauh, jadi jalannya paling ke mal sama anak hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah belum ke mall, bahkan pasar. Kalau dolan ya yang outdoor

      Delete
  3. Indah banget ya Malino, semoga suatu saat bisa Travelling ke Makassar ini yaaa. Hamparan ya begitu menyejukkan mata dan juga fauna nya nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin mbak grandys. Ini memangs alah satu kekayaan wisata Indonesia

      Delete
  4. cantik banget sih Malino, tempatnya Indah, mau ke sana juga. Aku baru sekali ke Makassar loh mak.. ini Malino ngingetin aku sama Afrika gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena spot dan angle-nya pas ya, jadi kayak padang rumput luas :)

      Delete
  5. aduh, aku salfok sama foto fotonya. bagus banget pemandangannya. apa lagi liat awan yg biru. indah ya mbak. jadi penasaran aku ke Malino. tapi ke Makassar nya sendiri aku juga belum pernah sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau soal foto, saya memang mengandalkan fotografer setia (suami maksudnya hahaha)

      Delete
  6. Cantik banget tempatnya yaaa, fotonya kece, seolah bumi langsung bersentuhan dengan langit, indahnyaaa. Aku jadi tahu mengenai Malino ini, semoga suatu saat dapat menjejak disana juga. Amiiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin mba Hani. Semoga juga sempat mampir Makasar (saya kan mampir juga statusnya hahaha)

      Delete
  7. asik bangeeettt tempatnya, pemandangannya juga bagus yaa..
    serunya karena ada banyak hewan2 yg bisa diajak interaksi gitu yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. burung elangnya ga diikat (yang putih), pawangnya juga baiiiik

      Delete
  8. Wisata outdoor dan back to nature kayanya sekarang jadi favorit deh untuk sejenak refreshing melemaskan otot mata dan pikiran. Suka sama langitnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mb desy. kalau outdoor orang juga gak terlalu berkerumun karena tempatnya luas

      Delete
  9. Paling seneng deh jalan-jalan ke tempat di ketinggian...seperti Malino ini...selain pemandangannya indah...hawanya juga suejuk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di Madura, tempat apa yg dataran tinggi Mbak? Aku belum pernah ke Madura

      Delete
  10. Oh suasana dingin ya, kalo sekilas dilihat dari foto doang aku ngiranya justru terik karena cerah banget,,, wah kapan-kapan kalau ada kesempatan ke Makassar boleh nih mampir ke malino, jaraknya berapa ya mba dari makassar ? duh indah banget kayanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekitar 3 jam dari makassar berkendara santai. Cuaca pas terik memang, tapi nggak kepanasan. Kalau malem pasti dingiiin

      Delete
  11. Aah...bener,
    aku sadar ada yang beda dari blog kak Lisdha.
    Ternyata bannernya...cakeepp bingiitt..

    Berasa lagi syuting film dengan lokasi di Malino Highland.

    ReplyDelete
    Replies
    1. syuting dracel teh lend...drama celebes heheeh

      Delete
  12. Hahaha iya header blognya dah berganti :D
    Aku sering denger nama Malino mak tapi gak tahu kalau ternyata lebih ke pegunungan gitu ya areanya?
    Kirain malah sebaliknya pantai2 hehe :D TFS

    ReplyDelete
  13. Huhuhu aku orang pare pare tapi belum pernah ke Sulawesi. Ini bagus banget fotonyaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempo hari saya cuma lewat pare2. Kapan2 semoga sampai Malino mbak @alia

      Delete
  14. Kok kayak malah ada padang rumputnya gitu mba yang di foto itu. Berarti ada berbagai macam variasi tempat ya di kebun tehnya ini. Seneng deh kalau jalan-jalan ke tempat yang sejuk seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini spot untuk berkuda. Sebenernya nggak lebar. Trik Paksuami aja ambil foto :)

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)