Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Hari-hari Menjelang Akadku

Gambar
Minggu-minggu ini, aku dan Mas J semakin mendekati hari akad. Jadwal pastinya sih belum ada. Tapi kalau lihat situasi dan kondisi, kemungkinan besar akad dilaksanakan selambatnya akhir bulan Oktober 2017 ini. Sekarang sudah tanggal September tanggal tua. Jadi benar-benar tinggal menghitung hari.

DIY : Tips Hemat Dengan Sabun Cair Ala-ala

Gambar
Buat emak-emak lain, ini mungkin ide yang super duper konyol. Tapi buatku, ini adalah ide yang cukup cemerlang untuk tujuan penghematan. Umumnya emak-emak suka yang hemat-hemat kan? Emak-emak yang tidak perlu berhemat, adalah emak-emak yang mendapat hak istimewaπŸ˜….
Entah ini ide siapa, aku tidak (merasa) mencomotnya dari kata orang, kata artikel, kata tivi, kata apapun atau siapapun itu. Tapi tetap saja aku merasa ini bukan ide orisinalku. Mungkin saja suatu hari aku pernah dengar dari seseorang/sesuatu, tapi aku lupa.

DIY : Kasur Mobil Dari Kotak Kayu Bekas

Gambar
Sebenarnya sih kami belum punya mobil pribadi. Belum merasa butuh untuk punya sendiri karena ada mobil kantor yang bisa digunakan untuk kepentingan pribadi hihihi. Tentu saja ada S & K-nya, tapi setidaknya boleh buat jalan-jalan. Jadilah kami butuh benda satu ini : KASUR MOBIL! Iyes, ini benda yang penting saat kami pergi jalan keluar kota. 
Namanya keluar kota, jaraknya pasti lumayan jauh sehingga waktu perjalanannya cukup lama. Butuh benda itu karena ada dua bocah kecil yang suka terkantuk-kantuk dalam perjalanan panjang. Terkantuk-kantuk dan selanjutnya tertidur-tidur hehehe.

Misteri Ingatan

Gambar
Beberapa tahun lalu, saya menonton talk show wawancara tokoh di tivi. Bintang acaranya adalah mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Bapak Mahfud MD. Entahlah, tepatnya tahun berapa, di stasiun tivi apa, judul talk show-nya apa, pembawa acaranya apa, saya lupa semua. Dan memang nggak perlu semua data itu untuk tulisan yang bercerita tentang LUPA ini hihihi.

Mimpi Tenggelam dan Les Berenang

Gambar
Beberapa bulan lalu, suamiku a.k.a ayah Ale Elo bermimpi buruk. Dalam mimpi ayah, Ale berenang dan tenggelam. Tragisnya, Ayah tak bisa menolong saat Ale tenggelam. Memang hanya mimpi, tapi ada rasa tak nyaman hingga bangun tidur. Kami berdua bukan tipe orang yang suka menerka-nerka makna mimpi atau membawa-bawa mimpi dalam kehidupan nyata. Tapi soal mimpi tenggelam itu, rupanya agak berbeda. Si ayah begitu waspada tiap kali dua bocah itu bermain air. Dia juga tak bosan mengingatkan aku kalau tenggelam tak harus terjadi di air dalam. Di tempat yang terbilang dangkal pun, bocah bisa tenggelam mengenaskan.

Surat Kecil Untuk Emak

Gambar
Sudah (me)nonton film “Surat Kecil Untuk Tuhan?” (Bagi yang nggak tahu), itu loh film nasional yang dibintangi Bunga Citra Lestari dan Joe Taslim. Hehehe, seolah aku tahu saja ya pakai kata “bagi yang nggak tahu”. Padahal, aku sendiri enggak nonton. Aku cuma lihat iklannya plus baca resensinya hahaha. Jadi, aku jelas nggak akan cerita soal film itu ataupun cerita soal nonton film itu.

Dee dan Zee

Gambar
Sebenarnya, aku agak ragu menuliskan ini. Aku khawatir yang bersangkutan tidak berkenan, sementara aku segan meminta izin. Jadi, jalan tengahnya, aku menyamarkan nama dan tempat kejadian saja. Yang terpenting adalah pelajaran yang bisa aku (dan mudah-mudahan kita) ambil dari peristiwa ini. 

Akhirnya, Dia Bisa Bicara!!

Gambar
Si bungsu kami, Elo, bisa dikatakan terlambat bicara. Tahun lalu, saat ulang tahun yang kedua, Elo belum mengucapkan satu pun kata yang sempurna. Jangankan sempurna, penggalan kata yang merujuk ke satu kata utuh pun belum. Padahal, lazimnya anak-anak di usia tersebut sudah bisa bercerita meski dengan kalimat pendek dan kosakata sederhana.

Salam Template

Gambar
Menulis ini sebagai “perayaan” karena berhasil menemukan solusi dari persoalan template blog. Saya yakin, template adalah persoalan mudah bagi buanyaak blogger lainnya. Tapi buat saya, template sempat jadi masalah yang bikin saya mau menyerah (trus terngiang lagunya D’Masiv deh. Jangan menyerah..jangan menyerah...uoouoo).
Meski sudah mulai ngeblog dari bertahun-tahun silam (sampai malu nyebutin angkanya), blog saya nggak juga berkembang. Kalau mau diurai, bisa deh masalahnya terburai dari A to Z. Tapi intinya sih, nggak konsisten menulis. Ketidakkonsistenan yang tak semata karena masalah teknis, tapi juga mental. Eh, menulis butuh mental gituh? Buat saya sih iya. Kadang kebanyakan mikir mau nulis sesuatu. Eh, ujungnya jadi nggak Pe-De (percaya diri) trus nggak jadi nulis. Pun saya sempat bikin blog-blog yang lain hingga akhirnya memilih CLBK dengan blog ini. Tapi, di sini pun saya sering stagnasi. Ibaratnya, orang Amerika sudah ke bulan, saya ke Amerika saja belum.

Selamat Tinggal Catatan Bakul Lombok

Gambar
Sejak jadi ibu-rumah-tangga (kurang lebih delapan tahun lalu) saya sok-sok berniat mencatat keuangan rumah tangga. Dalam idealita saya, catatan keuangan itu pentiiing. Sebab, tiadanya catatan berpotensi menimbulkan kekagetan demi kekagetan. Kaget yang bisa muncul dalam aneka varian ekspresi tapi kurang lebih intinya seperti begini : “kok duit cepet banget habis sih, buat apa aja ya?” 
Ada yang suka kaget macam begini?? Boleh ngacung sambil senyum. Percayalah, kamu nggak sendirian #HoreeBanyakTemannya πŸ˜€. Sewaktu masih lajang, saya nggak merasa penting punya catatan. Duit sendiri, dipakai sendiri, suka-suka lah ya... Tapi setelah memutuskan jadi stay-at-home-wife, rasanya butuh catatan itu. Ecek-eceknya menteri keuangan, idealnya punya dokumen buat laporan ke presiden hahaha.

Mantan Sebelum Jadian

Ketemu kalimat judul dari pemberitaan rangkaian bunga untuk Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok beberapa waktu lalu. Duuuh, pas betul dengan yang barusan saya alami. Ini bukan soal pilkada, atau cinta-cintaan antar anak-manusia. Tapi soal jodoh-jodohan dengan (bakal) rumah.
Seperti saya kisahkan di sini (Jodohku, Kapan kan Ketemu), bahkan hingga saat ini kami belum berjodoh dengan yang namanya "rumah milik pribadi" alias masih berstatus kontraktor (ngontrak rumah). Dan saya ceritakan di sini (Alkisah Nama-nama Perumahan), kami sudah berupaya blusukan seputar Medan untuk mencari-cari perumahan. Hasilnya : sampai sekarang belum ada keputusan final. Posisi kerja suami yang pindah-pindah kota, itu faktor besar yang bikin kami maju-mundur soal rumah. 

Alkisah Nama-Nama Perumahan

Gambar
Hampir setahun tinggal di Medan, salah satu acara keluarga saat liburan adalah blusukan lihat-lihat perumahan. Maklum, kami masih terhitung sebagai “kaum kontraktor” alias “rumah masih ngontrak”. Blusukan yang ini tentu ada maksud dan tujuan. Tapi, sejauh ini belum ada juga keputusan final. Ada beberapa hal yang membuat kami belum bisa melabuhkan hati ke salah satu perumahan yang sudah kami kunjungi.
Aiiih, pilih rumah apa pilih pasangan sih? Hehehe, seperti saya tulis di sini, suasana cari rumah itu seringkali seperti cari jodoh. Ada yang dengan mudah dapatnya, ada juga yang mesti melalui proses berliku. Dan kami sepertinya termasuk golongan yang menempuh proses agak panjang. Rasa-rasa sudah cocok dan mau deal, eh karena sesuatu hal, jadi batal. Tapi tak apalah, kami nikmati saja prosesnya, termasuk menikmati jalan-jalan blusukan lihat perumahan. Rupanya, ini jadi alternatif kegiatan liburan yang menyenangkan juga. 

Kaget dan Curhat Malam Ini

Gambar
Mungkin sudah menjadi kelaziman jika banyak “orangtua”terkaget-kaget melihat perilaku “anak-anak zaman sekarang”. Saat menjadi “anak zaman sekarang”, saya merasa aneh dengan reaksi shock para orangtua. Tapi akhirnya saya mengalami juga fase terkaget-kaget itu. Setelah melahirkan dua anak dan otomatis masuk golongan “orangtua”, ternyata saya juga shock dengan beberapa perilaku anak-anak kekinian. Shock yang berlanjut menjadi kekhawatiran, “duuuh, bagaimana dengan anak-anakku nanti?”
Ada kasus-kasus yang membuat saya shock dan ngeri dalam jangka waktu cukup lama. Beberapa di antaranya akan saya sebut di tulisan ini. Pertama, saya sempat shock dengan kekejaman Hafidt dan Asyifa, pasangan remaja pembunuh Ade Sara. Saya masih teringat foto ekspresi senyum Asyifa saat diperiksa di kantor polisi. Hah, diperiksa polisi karena kasus pembunuhan kok masih bisa senyum-senyum. Bersyukurnya, ada pelajaran sangat indah yang bisa dipetik dari kasus ini. Yakni keluasan hati Elizabeth Diana dan Suroto, …

9 Ide Memanfaatkan Nasi Sisa

Gambar
Nasi sisa. Bagi sebagian orang mungkin dibuang begitu saja. Lain hal-nya dengan orang-orang yang merasa sayang untuk "begitu saja" membuang nasi sisa. Sebelum akhirnya tersisa yang benar-benar sisa, nasi sisa diolah dulu menjadi makanan lain. Saya salah satunya. Hal yang sering saya lakukan adalah menjemur nasi sisa untuk dibuat cemilan.

Rantangan oh Rantangan

Gambar
Minggu ini, apa yang saya pikirkan beberapa waktu belakangan akhirnya terlaksana. Bukan suatu rencana besar nan penting, melainkan cuma soal rantangan. Yeiih.. bukan rencana besar dan bukan rencana penting tapi mikirnya lama. Timbang sana-sini pakai macam-macam timbangan, dari timbangan gantung sampai timbangan elektrik.... (apaan seeeh? Hehehe)


Penjelasan Paling Gampang Tentang Reksadana

Gambar
Walaupun sudah dua kali posting dengan topik reksadana, tapi saya malah belum pernah membuat tulisan tentang "apa itu" reksadana". Soalnya merasa belum punya kapasitas untuk menjelaskan, dalam level paling basic sekalipun. Tapi cukup sering, saat ngobrol sama temen, mereka bener-bener sama sekali belum mengerti "mahluk macam apa sih reksadana" itu? Dan beberapa waktu lalu, saya ikut Bareksa Fund Academy, yakni kelas online (di Whatsapp) bertema penjelasan dasar reksadana. 
Buat temen-temen yang tertarik ikut kelas Whatsapp dengan Bareksa, tinggal klik aja Bareksa.com. Cari deh menu Bareksa Fund Academy lalu isi data-data. Nanti kita akan dikirimi email konfirmasi dan nomor Whatsapp kita akan diundang ke kelas tersebut. Kelas berisi orang-orang baru yang mendaftar pada periode tertentu. Jadi bukan seperti kita masuk ke grup yang sudah berjalan.

Pengalaman Mencairkan Deposito

Gambar
Beberapa bulan lalu saya mencairkan depositosaya di Bank BCA. Saat ini, saya juga sedang dalam proses mencairkan deposito di bank Mandiri. Tampak keren ya punya deposito sampai dua biji. Padahal isinya mah minimalis semuaπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ
Yang penting kan pernah punya deposito, jadi bisa cerita berdasarkan pengalaman. Kalau dianggap pamer pasrah aja, niatnya bukan begitu ^_^ Saya membuka dua rekening deposito tersebut sa

Pengalaman Membuka Rekening Deposito

Gambar

Solusi (Atau Bukan?)

Gambar
#Menepati janji kemarin lusa untuk menulis tentang solusi atas situasi “garing” akibat diet HP.