Ini obrolan kemari pagi di pasar dengan mbah-mbah penjual kecambah. Percakapan pendek sembari mbahnya membungkus kecambah yang aku beli. Aslinya terjadi dalam Bahasa Jawa tetapi demi kemudahan langsung aku terjemahkan ke Bahasa Indonesia.
A: "Mbah, sudah berapa tahun jualan kecambah?
M : "Sudah berpuluh-puluh tahun. Saya di sini sejak tahun (19)74."
A: "Wah.. Saya saja lahir lahir tahun (19)81."
M : "81 brarti sama dengan anak saya ke-.. " (Sorry aku lupa).
A : "Mbah anaknya berapa?"
M : "Anak lima, cucu delapan."
*""*"""*
Obrolan selesai begitu kecambah pindah ke tas belanja dan aku mengucap terima kasih. Namun, setiba rumah aku masih terpikir tentang lamanya simbah berjualan kecambah. Di rentang waktu itu, mbah-nya mungkin sempat libur atau ganti barang dagangan. Bisa aja kan? Apapun itu, semuanya terangkum dalam periode puluhan tahun.
Lalu tiba-tiba aku berpikir, apakah berjualan kecambah bisa disebut karir?
Pertanyaan yang kemudian membuatku ngobrol panjang dengan..... ChatGPT yang sering kusebut Cak Jipiti (kalau Cak Ji tanpa piti kan walkot Suroboyo๐).
Disclaimer dulu, info dari Cak Jipiti bisa saja salah, jadi koreksi dengan sopan kalau tulisan ini mengandung kesalahan. ๐
Inti obrolanku dengan Cak Jipiti kurang lebih begini:
๐Kata career berasal dari bahasa Prancis carriรจre, yang berarti jalan, arena balap, atau jalur. Awalnya, kata ini merujuk pada sebuah jalur atau lintasan yang dilalui seseorang. Seiring waktu, arti kata ini berubah menjadi jalan atau perjalanan kehidupan profesional seseorang.
๐ Jadi karir mengacu pada pekerjaan jangka panjang atau pekerjaan seumur hidup seseorang, BAIK FORMAL maupun INFORMAL, selama hal tersebut ditekuni dari waktu ke waktu. Dengan definisi ini, pedagang, petani, peternak, pengrajin, bahkan pedagang asongan yang bertekun dengan pekerjaannya bisa disebut berkarir.
๐ Namun, di Indonesia kata karir seolah hanya mengacu pada pekerjaan formal. Atau kalaupun pekerjaan informal, karir cenderung merujuk pada pekerjaan yang tampak keren dari segi aktifitas, penampilan, atau penghasilan. Gamer, konten kreator, atau affiliator sukses, misalnya.
๐ Merujuk pada budaya Indonesia, akan terasa aneh menyebut karir sebagai pedagang kecambah. Namun, jika menggunakan definisi asalnya, mungkin tidak salah menyebut simbah sudah berkarir puluhan tahun sebagai pedagang kecambah.
***
Aku sendiri jadi berpikir, apakah karirku?
Dulu saat sangat muda, diriku sama sekali tidak pernah bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Kemudian aku memang sempat berkarir formal, tapi hanya sebentar. Di hari aku mengetik ini, aku sudah belasan tahun menjadi ibu rumah tangga. Sehingga aku menganggapnya sebagai karir. ๐
Lalu kupikir-pikir, apakah pencapaianku dalam karir ini? Yak, bisa saja disebut satu per satu sebagai wujud ucapan syukur (karena tuduhan "kurang bersyukur" itu sangat lazim di masyarakat kita) ๐.
Tapi saat ini aku mau menulis satu hal, yakni pencapaian dalam hal MENJADI MAMPU melihat rutinitas dan hal-hal biasa dengan perspektif berbeda.
Kemampuan ini tentu saja tidak datang tiba-tiba. Ia berawal dari fase merasa terjebak rutinitas ibu-ibu yang terasa sangat biasa, lalu perlahan tapi pasti timbul rasa tak berdaya dan tak berharga.
Aku bergelut cukup lama di fase itu. Ah ya, menjadi perempuan memang kompleks.
Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, nggak cuma perempuan sih. Pada dasarnya menjadi manusia memang kompleks๐. Masalahnya aku tidak bisa memilih mau jadi tumbuhan atau batu atau allien atau yang lainnya๐. Lagipula, siapa tahu menjadi tumbuhan, batu, allien, atau yang lainnya juga kompleks.
Tulisan ini tidak akan menceritakan haru-biru masa-masa itu. Bukan karena nggak mau, tapi karena sudah capek ngetik✌
Adalah karena kebaikan Tuhan sehingga aku bisa sampai hari ini. Dengan rendah hati (bukan rendah diri!) serta riang gembira aku berkata, karirku ibu rumah tangga.
Musim bisa saja berganti, siapa tahu di usia senja nanti malah kembali bekerja formal? Carpe diem, nikmati moment ini.
Note :
Semoga semua ibu berbahagia. Berkarir di rumah atau di luar sama-sama kerasnya๐☺
Posting Komentar untuk "Karir Simbah Penjual Kecambah"
Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)