Waktunya Bayar Domain Lagi

Domain. Apa sih domain? 

Sebagian dari kita pasti sudah sering bertemu (dengan membaca atau mendengar) kata domain sekaligus memahami artinya. Namun, bukan perkara aneh kalau ada sebagian orang yang belum pernah mendengar, apalagi mengetahui artinya. Ini bukan perkara cerdas atau bodoh. Kata cerdas sering disematkan pada seseorang yang mengetahui banyak hal. Namun, menurutku itu bukanlah satu-satunya ukuran kecerdasan. Sikap rendah hati dan keinginan untuk belajar jauh lebih bermakna dari label "cerdas".

Jika bertanya "domain meaning" pada google, maka kita akan mendapatkan jawaban seperti ini: 


Namun tidak hanya seperti terlihat di tangkapan layar di atas, kata domain sudah mengalami perluasan makna. Tidak hanya dalam konteks wilayah geografis tetapi juga sering dipakai di bidang-bidang lain, seperti internet dan ilmu sosial, 

Nah, dalam tulisan ini domain yang aku maksud adalah wilayah digital (internet). Mengutip artikel di jagoweb.com, domain adalah alamat unik yang digunakan untuk mengakses sebuah situs web di internet. Domain berfungsi sebagai identitas digital yang mudah diingat. Tanpa "alamat unik", identitas digital berupa deretan angka IP address yang sulit dihafal. Sebab itu domain merupakan komponen penting untuk membangun kehadiran sebuah subyek secara online. 

Jika menggunakan analogi rumah, maka domain adalah alamat. Ketika kita mengetik (mencari) alamat tersebut, maka kita akan diarahkan ke situs web yang terhubung padanya. Atau jika diibaratkan nomor handphone, maka domain adalah nama yang kita sematkan pada sebuah nomor di daftar kontak. Nama itu menggantikan sederet angka yang pastinya lebih sulit untuk kita hafalkan. 

Ada bermacam-macam jenis domain yang biasa kita temukan di dunia maya, seperti:

๐Ÿ“ฑBerdasarkan level: top level domain/TLD (seperti .com, .id, .org), second level domain (nama-sebelum .com/.id/.org dll), dan sub domain level. 
๐Ÿ“ฑBerdasarkan ekstensi top level domain, seperti .com, .info, .org, .net, .biz,  dll. 
๐Ÿ“ฑBerdasarkan kode negara, seperti .id (Indonesia), .sg (Singapura), .uk (Inggris Raya). 
๐Ÿ“ฑDomain khusus/industri, seperti  .edu, .gov, .sch.id, .tech, dll. 

Itu dulu penjelasan pendeknya. Sebab, yang aku tahu juga sebatas permukaan saja hahaha. Penjelasan singkat di atas sebagai pengantar dari ceritaku yang bulan Januari ini harus bayar domain lagi. 

Loh, pakai domain itu bayar ya? 

Iyess.. Domain tidak gratis dan pengguna bisa membeli (dan memperpanjang penggunaannya) di perusahaan pendaftar domain (registrar) global maupun lokal. Sependek aku tahu, minimal masa pakai domain adalah setahun ~cmiiw. Setelah satu tahun pemakaian, pengguna bisa memperpanjang masa pemakaian domain. Bisa juga tidak dibayar dengan konsekuensi domain hangus dan website tidak bisa diakses lagi. 

Ada juga sih domain yang gratis. Domain gratis biasa didapatkan dari paket promosi atau kerja-sama. Ada juga domain yang benar-benar gratis tetapi ekstensinya tidak populer seperti .tk dan .ga.

Aku sudah cukup lama menggunakan domain www.daily-wife.com ini. Seingatku sejak aku masih tinggal di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jadi sudah lebih dari tujuh tahun. Bisa sih dicek tanggal pertama kali aku beli di tempat aku beli domain. Tapi males aja hehehe. 

Aku membeli domain ini di jagoweb.com. Sebelum menjadi 
www.daily-wife.com, sepertinya aku pakai nama bawaan dari blogspot yang gratis, yakni www.daily-wife.blogspot.com. 

Alasan beli domain? Ya.... biar keren aja. That's simple (baca pakai nada Robby Tremonty yang Nari 2026 ini lagi hits) ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Setidaknya punya dot.com sendiri gitu loh.. Terus, dulu job di blog itu sering mensyaratkan domain TLD (jadi yang masih pakai nama blogpost atau wordpress nggak bisa ikut). Sayangnya, dulu aku tidak mengikuti tips pemilihan nama domain. Jadinya,  it's not that simple๐Ÿ˜

Ya kan nama daily-wife itu agak ribet yaaa. Sudahlah daily wife kemungkinan besar mesti dieja (karena kita bukan pengguna bahasa Inggris sehari-hari), terus pakai strip pula... Aslinya sih dulu pengin beli domain dailywife dot com tanpa strip, tetapi domain itu sudah ada yang pakai. 

Ya tapi gimana lagi, nama ini aku pilih karena ada sisi historisnya sih. Jadi yaa... Kesampingkan sisi ribetnya, ingat-ingat kesan historisnya ~ biar nggak kecewa-kecewa amat gitu ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Perpanjangan tiap tahun jadi macam bayar pajak bumi bangunan dan pajak kendaraan yaa... Yess... Persiiis. Sejak beberapa tahun ini, biaya perpanjangan yang harus aku bayar juga nggak jauh beda dengan pajak sepeda motor Revo-ku ๐Ÿ˜€. 

Dua atau tiga tahun lalu, aku pernah lupa (sehingga telat) bayar perpanjangan. Akibatnya, blog ini sempat tidak bisa diakses. Aku nggak baca email notifikasi tagihannya sih. Bersyukur belum telat terlalu lama, jadi blog ini masih terselamatkan begitu biaya perpanjangnya aku bayar. 

Dan jujur, blog ini tidak terlalu menghasilkan secara ekonomis, baik dari AdSense maupun job. Selain masa keemasan blog sudah lewat, aku kan juga males-malesan update blog (jangan ditiru). Tapi yaa... Dibuang sayang.. Sayang banget malah. Bagaimanapun, blog ini merekam perjalanan aku dan keluargaku pindah kota demi kota. Untuk perpanjangan domain, setidaknya masih ada-lah dua-tiga post-job untuk bayar (kecuali tahun 2025 karena aku mager banget buat nulis). 

Masuk tahun 2026 ini, ada angin-angin kerinduan buat ngeblog lagi. Ya sih, Januari baru dia postingan (termasuk ini). Semoga angin-angin kerinduan itu aku tanggapi dengan tidak angin-anginan. Biar nggak bayar "rumah kosong" aja gitu. 

Bantu aminkan yaaa...๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Posting Komentar untuk "Waktunya Bayar Domain Lagi"