Perempuan Mandiri (Ganti Kartu ATM Mandiri via Aplikasi Livi')



Sengaja judulnya pakai kurung segala. Biar pembaca tidak merasa tertipu mentah-mentah dengan judul "perempuan mandiri." ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Nggak masalah kalau judul jadi kurang menarik atau aneh. Karena dasarnya pengin sharing pengalaman... Ya sudah tulis aja. Ketimbang nggak jadi  menulis ya kan... Apalagi ini sedang dalam pembiasaan menulis kembali (setelah setahun kemarin -2025- blog ini isinya sangat minimalis). Konon, salah satu cara untuk kembali membiasakan adalah menulis aja. Pokoknya menulis, nggak usah pikirkan ini unu ono. Biarkan mengalir apa yang ada dalam pikiran. 

Perempuan mandiri yang saya maksud di sini bukanlah kemandirian yang terkait emansipasi (kalau tentang itu, nanti bikin di postingan lain aja deh). Perempuan mandiri di tulisan ini adalah joke/candaan terkait kepemilikan rekening bank๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€. 

Saya seorang perempuan dan saya punya rekening bank Mandiri. Itu sebabnya saya termasuk "perempuan mandiri". Tetapi memang, saya tidak sepenuhnya perempuan mandiri sih. Sebab saya juga punya rekening bank lain yang tidak perlu saya sebutkan secara eksplisit di postingan ini๐Ÿ˜„. 

Oke... Sekarang lanjut ke cerita pergantian kartu ATM. Bulan Januari ini saya mendapatkan notifikasi di Livi' (aplikasi m-banking Mandiri) bahwa kartu ATM saya sudah mau kadaluwarsa. Sudah mau yaa..bukan sudah kadaluwarsa sebab kartu ATM saya masih berlaku sampai bulan Maret. Tapi di Januari sudah dapat notifikasi penggantian kartu nih. Rasanya ini kayak masuk sekolah/kerja pukul 07.00 dan sudah diaba-aba buat berangkat pukul 04.00 . Ya bagus sih, peringatan sejak jauh hari๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Semula notifikasi itu saya abaikan. Toh masih bulan Maret ya kan. Namun, ketika beberapa kali saya membuka Livi', tak urung saya jadi tertarik untuk mengeklik pemberitahuan tersebut. Selain pemberitahuan waktu kadaluwarsa kartu, di situ saya baca dua opsi penggantian kartu ATM. 

Pertama, datang langsung ke kantor cabang Bank tetapi dengan lebih dulu mendaftar di aplikasi. Jadi saat datang ke bank tinggal menunjukkan kode yang sudah didapatkan dari aplikasi. Kedua, penggantian dengan dikirim langsung ke alamat. Dengan cara ini, nasabah tinggal mengisi beberapa data (setelah klik opsi) lalu... sudah deh, tinggal tunggu kartu ATM dikirim ke alamat yang diisikan tadi. 

Hmmh.. Saya menimbang-nimbang. Ganti kartu ATM di kantor cabang, saya sudah biasa. Nah, saya belum pernah nih ganti kartu dengan dikirim ke alamat. Bagi orang lain, bisa jadi cara ini sudah biasa. Tetapi bagi saya, hal ini masih (di) luar (ke) biasa(an). 

Meski cuma kartu ATM dan diantar kurir, rasanya cara ini membuat saya merasa mencicipi secimit sensasi menjadi nasabah prioritas (wkwkwkw... haluuuu). Buat nasabah prioritas mah sudah biasa ya pihak bank yang datang ke rumah/kantor, bukan nasabah yang datang ke kantor bank. Tetapi buat nasabah jelata macam saya kan biasanya harus datang ke kantor untuk segala macam urusan dengan bank. 

Demi sebuah pengalaman baru, akhirnya saya memilih opsi kartu ATM dikirim ke alamat tempat tinggal. Oh ya, di aplikasi, nasabah sudah diberikan pilihan jenis dan desain kartu lengkap dengan fasilitas dan biayanya. Saya memilih jenis kartu dengan layanan minimum (dan otomatis biayanya bulanannya paling hemat). Toh saya nggak (atau belum?๐Ÿ˜€) butuh layanan maksimum (terkait limit transfer dan kemudahan akses). Btw, biaya penggantian untuk semua jenis kartu sama, yakni Rp 20.000 dipotong langsung dari rekening. 

Dua atau tiga hari kemudian (saya nggak memperhatikan dengan seksama) kartu ATM baru tiba diantar kurir. Weee... Cepet juga yaaa. Pasti rasa cepet itu karena saya nggak lagi buru-buru. Kalau buru-buru ya jelas mendingan langsung ke kantor cabang. Toh sekarang kalau di kantor cabang utama, biasanya sudah ada mesin CS digital. Untuk sekadar ganti kartu ATM, nggak lagi harus antri panjang untuk ketemu mbak/mas CS yang rapi dan wangi itu. Pengalaman di bank satunya, ganti kartu ATM bisa dibantu satpam melalui mesin CS digital yang cepat dan sigap (kecuali kalau mesin/program error yaaa... Hehehe). 

Dalam amplop kartu ATM juga disertakan lembaran petunjuk aktifasi kartu melalui aplikasi Livi'. Tetapi saat saya posting tulisan ini, ATM baru belum saya aktifasi. Ya kan kartu lama expired-nya bulan Maret. Masih bisa dipakai sebulan lagi sebelum kehilangan fungsinya. 

Eh, satu yang saya belum tahu nih. Kalau ganti kartu ATM di kantor kan kartu lama digunting lalu ditarik bank. Kalau pakai cara dikirim, jadi nggak perlu ditarik bank kali ya? Jangan-jangan ada penjelasannya di lembaran penjelasan, tapi saya belum baca๐Ÿ˜€. 

Begitulah cerita singkat tentang perempuan mandiri. Teman-teman perempuan yang baca tulisan ini, kalian termasuk perempuan apa nih? BCA? BRI? BTN? Permata? CIMB Niaga? Seabank? Atau perempuan Jago? 

Wahahaha, bisa panjaaaang kalau ditulis semuanya. So, tulisan ini saya cukupkan. 
Terima kasih sudah membaca.

Posting Komentar untuk "Perempuan Mandiri (Ganti Kartu ATM Mandiri via Aplikasi Livi') "