ASUS Zenfone 9, Ponsel Ringkas Tapi Cerdas

16 Desember 2022

 


Meski sejatinya adalah alat komunikasi, sejak awal telepon seluler telah menjadi sarana pendongkrak gengsi. Sampai-sampai, seseorang bisa melakukan tindakan lucu untuk pura-pura punya ponsel. Entah ini kehaluan yang serius atau hanya komedi, ada sebuah cerita lama yang bagi saya tetap terasa lucu hingga kini.


Saya sebut cerita lama, sebab terjadi di masa ponsel masih bertombol QWERTY-tanpa kamera-dan tak berwarna. Ponsel yang sangat mungil jika dibandingkan masa sekarang. Dengan ukuran kecil, tak aneh jika dulu ponsel lazim dibawa-bawa dengan ditaruh dalam kantong baju atau celana. 


Jika mengenakan celana yang agak ngepas, ponsel yang dimasukkan saku pasti tampak "tercetak" kan? Nah si kawan ini sengaja mengantongi potongan kayu seukuran ponsel dalam saku celana. Tentu saja, dari luar saku tampak "tercetak" bentuk kotak seperti ponsel. Jadi kelihatan keren, tapi palsu huhuhu…


Demikianlah perilaku halu di masa itu. Sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi lagi di masa kini. Seiring waktu, makin banyak kemampuan yang dibenamkan dalam sebuah ponsel. Semakin banyaknya fungsi, bentuk ponsel yang lazim dipakai tak lagi berukuran mini. Pengguna ponsel mungil biasanya orang-orang tua, yang memang butuh ponsel sekadar untuk teleponan. 


Namun, tak semua orang merasa nyaman dengan ponsel berukuran besar. Ribet gitu loh. Ponsel tak bisa ditaruh kantong, kemana-mana mesti bawa tas. Ya sih, kenyamanan memang sering bersifat subjektif. Tak heran kalau sekelas menteri luar negeri, Ibu Retno Marsudi, masih pakai gadget dengan keyboard QWERTY. Sebab, menurut beliau, keyboard yang timbul lebih mudah digunakan ketimbang layar sentuh. 


Saya sudah nyaman dengan layar sentuh sih. Namun, soal ponsel ukuran kecil, itu selera saya banget. Saya kan tidak bisa menyetir mobil.  Ketika keluar sendirian saya biasa naik sepeda motor.  Nah, ketimbang mencangklong tas, saat motoran saya lebih suka mengantongi ponsel dan dompet di saku jaket. Saku serba guna, karena selain ponsel dan dompet saya bisa mengantongi tote bag yang saya lipat. Jaga-jaga kalau di jalan mendadak beli sesuatu. Tak perlu pakai plastik kresek gitu lho…


Masalahnya, saat ini ponsel berukuran mungil identik dengan kemampuan yang kecil. Bahkan untuk kemampuan dasar seperti kapasitas penyimpanan, ponsel berukuran kecil benar-benar seperti RSSS (rumah sangat sederhana sekali). Jangankan mengunduh bermacam aplikasi yang bisa menunjang produktifitas, untuk menyimpan foto/video dan chat saja sudah kepayahan. 


Tampaknya untuk urusan ponsel berlaku prinsip : kalau mau praktis dalam hal ukuran, lupakan tentang kemampuan.


Tapi itu dulu.


Medio November 2022 lalu, ASUS Indonesia meluncurkan ponsel flagship Zenfone 9. Ini sekuel lanjutan setelah sebelumnya ASUS sukses dengan Zenfone 8. Peluncuran Zenfone 9 di Indonesia memang lumayan berjeda dibandingkan launching perdana untuk pasar global yang dilakukan di Taipei pada bulan Juli. Namun sedikit telat rasanya tak masalah. Bagi penggemar ponsel cerdas dengan dimensi ringkas, Zenfone 9 layak ditunggu. 


Compact Size, Big Possibilities


ASUS Zenfone 9 memiliki dimensi 146,5 x 68,1 x 9,1 mm dengan bobot 169 gram saja. Ukuran yang pas dalam genggaman telapak tangan plus muat dimasukkan ke dalam saku.  Meski ukurannya ringkas, ponsel ini sangat bertenaga. ASUS Zenfone 9 disokong oleh oleh chipset  Snapdragon 8+ Gen 1 yang merupakan prosesor terbaik saat ini. Penggunaannya dikombinasikan dengan RAM LPDDR 5 hingga 16 GB dan ROM UFS 3.1 sampai 256 GB. Dengan spesifikasi ini, Zenfone 9 mampu menyimpan banyak dan tetap ngebut saat digunakan bersamaan sekalipun. Was-wis-wus…anti lemot-lemot club!


Jadi ingat dulu, ketika saya menggunakan ponsel ukuran kecil. Setiap kali, saya mesti mencopot minimal satu aplikasi ketika ingin mengunduh aplikasi lainnya. Saya juga mesti menghapus chat-chat Whatsapp supaya bisa mengirim video. Saya juga mesti sabar ketika membuka berbagai aplikasi dalam waktu bersamaan. Bagi Zenfone 9, hal-hal itu jelas urusan kecil saja. 


Lha wong untuk main game berat, seperti PUBG dan Mobile Legend, ASUS Zenfone 9 bisa tetap ngebut dengan performa stabil dan lambat panas. Prosesor dan RAM Zenfone 9 memang sama dengan yang dibenamkan pada ponsel gaming, ROG Phone 6. Tak heran, meski tidak didesain khusus untuk game, ASUS Zenfone 9 tetap bisa memberikan pengalaman gaming yang menyenangkan.


Tak hanya tentang kapasitas penyimpanan dan kecepatan, Zenfone 9 juga memberikan pengalaman visual yang mumpuni. Dibekali dengan layar AMOLED 120Hz dengan akurasi warna yang tinggi, bahkan untuk digunakan di luar ruangan. Layar Zenfone 9 juga didukung teknologi Gorilla Glass Victus sehingga bisa lebih awet dan tahan lama. Layar Zenfone 9 juga lebih ramah bagi kesehatan mata karena sudah memiliki sertifikasi SGS Eye Care Display, artinya memiliki emisi cahaya biru yang lebih minimal. 


Ponsel berukuran kecil memang praktis dan enak dibawa kemana-mana. Apalagi, cukup ditaruh kantong baju/celana. Di sisi lain, hal ini malah jadi agak mengkhawatirkan. Kalau jatuh bagaimana?


ASUS sudah mengantisipasi kemungkinkan ini dengan menggunakan material premium. Untuk menghindari kesan gampang pecah dari bahan kaca, body Zenfone 9 menggunakan bahan high-grip texture yang anti selip. Body Zenfone 9 juga telah dilengkapi sertifikasi IP68 untuk perlindungan debu dan air. Tak sengaja kena siram air saat aktifitas luar ruangan, tidak masalah.


Baterai Tahan Lama dan Anti Panas




Zenfone 9 dilengkapi dengan baterai berkapasitas 4300 mAh, lebih besar ketimbang saudara tuanya, Zenfone 8 yang berkapasitas baterai 4300 mAH. Meski tergolong standar untuk ponsel masa kini, Zenfone 9 menggunakan teknologi hemat daya. Jadi, tak perlu khawatir untuk penggunaan normal seharian tanpa charge ulang. 


Penggunaan chipset yang ngebut otomatis akan membuat ponsel cepat panas. Belajar dari Zenfone 8, Zenfone 9 memperbaiki teknologi termal yang bisa memperlambat peningkatan suhu ponsel saat digunakan secara intens. Tak perlu mengeluh tangan kepanasan ketika pegang ponsel lama-lama yak…


Oh ya, terkait baterai, ASUS Zenfone 9 dijual lengkap dengan charger 30 Watt lho…. Hehe, penting untuk kasih tahu soal ini. Sebab, untuk alasan lingkungan, muncul tren penjualan ponsel tanpa adaptor charger. Alasan yang masuk akal sih. Tapi kalau charger ponsel sebelumnya rusak atau hilang, kan jadi harus keluar uang untuk beli charger terpisah. Nah, kalaupun masih punya charger yang bisa digunakan, charger bawaan Zenfone 9 ini bisa untuk cadangan, ya kan.


Jernih, Cepat, dan Stabil Menangkap Gambar


Di era digital, foto dan video bisa menjadi sumber cuan. Banyak kisah sukses content creator bermodal ponsel. Seperti Arif Muhammad yang lebih dikenal sebagai Mak Beti. Arif mengawali konten sebagai youtuber dengan membuat video menggunakan ponsel saja. 


Apalagi di masa sekarang, kamera ponsel seakan berlomba dengan kemampuan kamera DSLR dan mirrorless. Utak-utik kamera ponsel bisa menghasilkan foto yang tak kalah dengan kamera canggih. Menilik Zenfone 9, ponsel ini dilengkapi kamera depan dan dual kamera belakang  yang sangat bisa diandalkan. 


Di bagian belakang, wide camera Zenfone 9 dipasangi sensor Sony IMX766 50 MP dengan ukuran /1,56 inchi dan bukaan f/1.9. Teknologi Sony ini memiliki sensor yang besar sehingga bisa menangkap cahaya lebih banyak. Efeknya, Zenfone 9 tetap bisa menghasilkan gambar yang bagus meskipun pencahayaan minimal.


Bukan itu saja, pada kamera utama  ini juga disematkan teknologi 6-Axis Hybrid Gimbal Stabilizer. (Haduh, menulis kata gimbal bikin saya ingat pada makanan tahu gimbal yang endeus disantap hangat bareng cabe). Berkebalikan dengan tahu gimbal bisa membuat lidah bergoyang, fitur gimbal pada Zenfone 9 bisa membuat gambar lebih stabil. Video jadi smooth dan tidak bergoncang, bahkan ketika video diambil dengan satu tangan dan badan bergerak (nge-vlog sambil lari, misalnya). Nggak kalah sama kamera profesional, yes…


Kamera ultra wide menggunakan sensor Sony yang lebih rendah, yakni IMX 363 12 MP. Kamera ini punya  memiliki bukaan f/2.5 dan autofokus. Dengan kemampuan fokus otomatis, kamera ini bisa berfungsi sebagai kamera makro. Untuk memotret benda kecil dengan hasil detail, kamera ini bisa diandalkan.


Di bagian depan, Zenfone 9 memiliki kamera dengan kemampuan setara kamera ultra wide. Dengan sensor Sony IMX 663 12 MP, kamera depan ini mampu menghasilkan warna-warna natural. Kamera depan, tentu banyak digunakan untuk selfie bukan? Warna kulit akan ditangkap kamera ini dengan apik.


Berhubungan dengan ukuran, ponsel dengan dimensi kecil sangat bermanfaat untuk menangkap momen-momen yang tak terduga. Jika berlomba dengan detik, saat yang lain masih harus membuka tas,  Zenfone 9 yang muat di saku sudah bisa menghasilkan gambar. 


Pengambilan gambar secara cepat bukan hanya karena ukuran yang ringkas. Menangkap gambar semudah mengambil ponsel dari saku, lalu swipe tombol samping ke fitur kamera. Simpel sekali yaaa…Ini karena Zenfone 9 memiliki Zen Touch, yakni tombol daya multi fungsi yang disematkan di bagian samping ponsel. 


Biasanya, tombol samping terbatas untuk keperluan  on-off power, membuka kunci, dan mengatur volume suara. Namun, tidak demikian dengan ZenTouch yang merupakan tombol on-off multifungsi.  ZenTouch serupa smart key yang bisa diatur sebagai jalan cepat untuk membuka berbagai pintasan, seperti notifikasi dan kamera. Bisa dibilang, seperti tombol 3D rasa touch-screen. Benar-benar mendukung pengoperasian dengan satu tangan.   


Audio yang Nyaman di Telinga


Kemampuan visual tanpa audio yang oke adalah paket yang tak lengkap. Gambar halus tapi suaranya cempreng tentu tidak menyenangkan. Speaker ganda Zenfone 9 dilapisi Dbass foam ball untuk memberikan suara ekstra. Tak heran, meski berukuran kecil, speaker Zenfone 9 bisa menghasilkan suara yang “nge-bas” dan “bulat.”  


Untuk recording, teknologi audio Zenfone 9 bisa merekam suara dari yang lembut hingga keras dan membedakannya dengan akurat. Fitur wind-noise reduction dalam Zenfone 9 juga mampu merekam suara dengan baik dalam kondisi banyak noise. Nge-vlog di pinggir jalan misalnya, pasti ada noise deru lalu lintas, teriakan orang dan sebagainya. 


Varian dan Harga Zenfone 9

Zenfone 9 memiliki tiga varian kapasitas dan empat varian warna yang bisa kita pilih. Untuk varian kapasitas 6GB/128GB dan 16GB/256GB sudah tersedia sejak launching di 17 November 2022. Khusus varian 8GB/256GB bisa didapatkan mulai akhir Desember 2022.

Berikut detail varian dan harga Zenfone 9 : 

 



Nah,  buat kalian yang mau beli Zenfone 9, sudah bisa kalian dapatkan melalui partner dan channel pembelian resmi produk ASUS, antara lain Erafone, Tokopedia, ASUS Exclusive Store, dan ASUS Online Store. 


“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenfone 9 Blog Writing Competition di Blog Widyanti Yuliandari” (*)


Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)