Snorkeling Air Tawar di Umbul Ponggok

 

BJ & Ale on the spot

Aktifitas snorkeling lazim dilakukan di laut yang berair asin, bukan? Namun, kita bisa mendapatkan pemandangan dalam air yang cantik di air tawar. Mau coba? Datang saja ke Umbul Ponggok, yang terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Snorkeling di sini tak perlu naik kapal, tapi cukup nyebur dari pinggir kolam.

Umbul adalah kosakata dalam Bahasa Jawa yang (ternyata) tidak bermakna tunggal. Selama ini aku hanya mengetahui arti umbul sebagai mata air. Namun, tadi aku juga menemukan arti umbul sebagai “gambar”.  Ha? Aku baru tahuuu. Oh ya,  beda lagi dengan umbul-umbul yang berarti bendera. Kalau dalam nama Umbul Ponggok, tentu saja bermakna mata air (di) Ponggok.

Nostalgia Naik Gunung di Puncak Botorono

 


Naik gunung adalah hobi masa lalu, yakni semasa masih mengenakan seragam putih abu. Rasa keren membuncah setiap mengenakan celana gunung, kemeja flannel, sandal jepit (sewaktu belum punya sandal gunung), dan menggendong ransel tinggi. Bisa mencapai puncak atau hanya separuh jalan tidak memengaruhi rasa keren itu.

Jangan bayangkan saya seperti pendaki betulan yang menjelajah gunung-gunung di seantero nusantara. Apalagi seperti pendaki-pendaki hebat yang bisa mencapai puncak dunia di Nepal sana. Jauh sebelum film 5 cm, saya sudah menjadi anak muda yang mendaki dengan modal nekat. Peralatan mendaki gunung yang keren jauh dari jangkauan uang saku saat itu. Sekali-kali bisa beli sedikit peralatan naik gunung adalah setiap pencairan beasiswa Supersemar (adakah pembaca yang adalah sesama penerima beasiswa berbau Orba ini?๐Ÿ˜€ Eh sekarang masih ada nggak sih?).

Jakarta, Tanpa Rencana

  


Jakarta adalah tujuan perjalanan yang tertunda cukup lama. Gara-garanya adalah corona. Saat ayah BJ lebih dulu berangkat ke Makassar di awal 2020, saya sudah menyusun rencana. Nanti, saat menyusul pindah di medio 2020, saya, Ale, dan Elo akan lebih dulu transit di Jakarta, kemudian Bandung, lalu pulang kampung di Temanggung. Baru setelah itu lanjut terbang ke Makassar.

Namun, badai pandemi menghantam. Rencana kami hanya sebutir debu dibandingkan sekian hal yang dilibas oleh kerasnya pandemi Covid-19.

Akhirnya Naik Bus OBL

Menulis ini dalam perjalanan ke arah barat, tepatnya dari Ngadirejo Temanggung ke Jakarta. Agenda yang terbilang dadakan karena memang tidak direncanakan sejak merancang mudik Natal, Makassar - Temanggung. Entah lah, jalan-jalan dadakan malah kadang terealisasi. Sementara, perjalanan yang diangankan sejak jauh hari malah tidak jadi. 

Ayah BJ sudah kembali ke Makassar pada Senin lalu. Tapi kami tetap berempat pergi ke Jakerda, yakni ditambah kakak sepupu Ale~Elo, yakni Mas Iel. Agenda utama sih....mau berkunjung ke Monas ^_^. Orang Jakarta boleh ketawa baca agenda itu....Tapi kami ini penduduk luar Jawa. Monas masih jadi validasi kunjungan ke ibukota negara ๐Ÿ˜Ž. Aku sendiri baru sekali ke Monas, yakni saat karya wisata SMP (sudah lamaaa kali tuuuu ๐Ÿ˜€).