Penipuan di "Shopee"

 

logo shopee, edited by canva

Ada cerita sedih pada pulang kampung sebentar di awal April ini. Yakni, ada familiku yang menjadi korban penipuan online. Memang, sejalan dengan berkembangnya dunia maya, berkembang juga aksi penipuan di sana. Mungkin, masyarakat sudah mulai hafal dengan berbagai modus yang biasa digunakan penjahat maya. Meski demikian, masih ada saja orang-orang yang menjadi korban.

Kita pasti sudah sangat sering membaca berbagai kasus penipuan online di media massa. Mungkin, rasa kaget kita sudah terkikis akibat begitu banyaknya berita sejenis. Namun,  ketika korban itu adalah orang dekat, rasanya beda banget lho. Wajar sih, kedekatan membuat kita merasakan empati yang lebih. Juga ada semacam “penyesalan”, mengapa kita tidak mampu mencegah kejadian itu padahal melibatkan orang dekat.

Obrolan Fiksi dengan RA Kartini

 

gambar dari internet, tidak tahu sumber aslinya


Inilah aku hari ini :

Bersembunyi di balik perdu taman dengan kebaya warna pastel dan kain batik yang kupasang longgar. Sebenarnya, untuk perjalanan misterius seperti ini, kebaya dan jarik sungguh bukan pakaian yang praktis. Terlebih dengan selapis tipis pupur1 dan gincu di wajahku yang bundar. Riasan yang kini teraliri keringat dingin di beberapa bagian.

Tapi masih bersyukur di kepalaku tidak terpasang sanggul.  Ini karena aku baru saja memangkas rambutku sangat-sangat pendek. Tukang salon dekat rumah sudah bereksperimen memasang sanggul di kepalaku. Namun, hasilnya tidak bagus. Ya wis lah...aku nggak sanggul-sanggulan. Memang penampilanku jadi tidak paripurna. Tapi dengan berkebaya dan berkain jarik, mudah-mudahan aku cukup layak untuk datang ke zaman ini.

Catatan Menjelang Hari Kartini

 

sisi kampung, photo by BJ

Maret lalu, saya banyak membaca blogpost dengan tema perempuan. Tema yang pas karena  8 Maret adalah Hari Perempuan Internasional (International Women Day). Di April ini, saya yakin akan mendapati banyak blogpost dengan tema serupa. Pasti sudah tahu latar belakangnya kan? Yup, di bulan ini ada Hari Kartini, moment tahunan untuk memeringati perjuangan emansipasi perempuan Indonesia.

Sebenarnya, bakal tulisan ini sudah berada di draft sejak bulan Maret. Namun, tulisan ini seperti kehilangan arah. Ada selintas perasaan kurang percaya diri untuk menulis tentang perjuangan perempuan. Lha wong latar belakang Hari Perempuan Internasional (HPI) itu erat kaitannya dengan isu dan aktifitas politis jee...

Pengalaman Test Swab Antigen di FastLab

 



Mendadak kami pulang kampung. Memang tidak semendadak yang hari itu tiba-tiba timbul ide pulkam, lalu langsung berkemas dan pergi bergegas. Mendadak di sini adalah berpikir hanya dalam beberapa hari belakangan. Kemudian, oke, ayo pulang!

Sungguh berbeda dengan pulkam-pulkam sebelumnya. Sebelum pandemi, kami biasa pulang saat Natal, terkadang waktu Lebaran. Pulang yang bisa diagendakan jauh hari, bahkan beli tiket pun biasa dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. Namun, seperti kita tahu, pandemi Covid-19 membatalkan banyak sekali agenda bepergian manusia. Tentu saja, kami tidak sendirian. Sangat banyaaak orang yang mengalami perubahan rencana perjalanan.

Kondangan Dapat Saweran

 

Saweran yang sempat viral ^-^. Sumber gambar YT cumi-cumi

Umumnya datang ke hajatan alias kondangan, tamu memberikan sumbangan ke empunya pesta. Namun, saya pernah datang kondangan dan malah dapat uang saweran. Hingga saat ini, baru kali itu kondangan malah dapat saweran. Wajar jika tidak terlupakan.

Kondangan

 

Foto dari grup WA. Tengkiu temans PKP'99

Hari Minggu kemarin, di grup Whatsapp teman-teman kuliah se-program studi dan seangkatan ada posting foto-foto “reuni kecil”. Bukan sengaja mau reuni, tetapi mereka bertemu di kondangan pernikahan seorang teman. Kalau tidak salah, ini adalah teman sekelas yang terakhir melepas masa sendiri. Ahha, sebuah misteri jodoh akhirnya terpecahkan. (Eh AHHA, ini juga barusan bikin acara kondangan yaaa....kondangan nasional booo :P)