Membuat SIM Online itu Mudah, Asal... (Part 3 – End)

Elo yang happy karena banyak mobil polisi ^-^


Hai hai hai Teman DW (mulai saat ini akan berusaha konsisten untuk menggunakan istilah ini bagi pengunjung blog daily-wife). Ada yang tempo hari sudah baca Membuat SIM Online itu (Semoga) Mudah Part 1 dan Part 2? Nah sekarang saya menepati janji untuk bikin part 3 yang Puji Tuhan happy ending.


Haha nggak seru yah sudah dikasih tahu dulu jenis endingnya. Kan keren tuh kalau lihat film-film yang sukar ditebak gimana akhir ceritanya (bahkan setelah film selesai, pemirsa masih saja mikir “eh kok bisa gitu ya endingnya?”. Etapi ini kan bukan film. Ini pengalaman riil yang mudah-mudahan berguna buat Teman DW yang mengalami kendala serupa dalam pembuatan atau perpanjangan SIM, yakni alamat di KTP berbeda dengan domisili saat ini.

Dulu saat belum ada sistem SIM Online, prosedur resmi buat bikin SIM baru atau perpanjang adalah wajib datang ke Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) sesuai alamat KTP. Kalau antara alamat KTP dan domisili dekat plus ada waktu, jelas nggak masalah. Tinggal cap cusss meluncur ke Satlantas sesuai daerah KTP. Tapi kalau jaraknya jauh, nah itu dia, butuh waktu dan biaya lebih untuk melakukannya. (Kecuali sekalian pulang kampung/berkunjung ke kota asal, ya kan?)

Seiring dengan program KTP elektronik (KTP-el), diluncurkan juga inovasi SIM Online. Di facebook, saya sudah “pamerkan” SIM C baru saya. Tapi sepertinya jadi ada berpikir kalau itu berarti pemohon nggak perlu datang langsung ke Satlantas. Nggak perlu antre-antre, cukup via online saja. Bukan gitu sih maksudnya. Online di sini tetap berarti harus datang (secara fisik) ke Satlantas.

Istilah online adalah mengacu pada data SIM yang sudah terintegrasi menggunakan teknologi internet. Sehingga pemegang KTP yang alamatnya berbeda dengan domisili bisa membuat atau memperpanjang SIM tanpa harus ke Satlantas asal. Tapi memang, program belum meliputi seluruh kantor Satlantas di Indonesia (masih terus dalam pengembangan). Daerah-daerah yang sudah melayani sistem SIM Online bisa dicek di web korlantas polri. Untuk perpanjangan, daerah SIM asal dan daerah tujuan baru harus sama-sama sudah terintegrasi di sistem online. Daaan, catat! Untuk proses ini, pemohon harus sudah punya KTP-el (demikian informasi yang saya peroleh dari web korlantas, mohon koreksi bila Teman DW tahu adanya perubahan).

Nah, setelah dua kali bolak-balik ke Satlantas Medan gara-gara ketidaktahuan (ceritanya ada di Part 1 dan 2), akhirnya Kamis (7 Februari) lalu saya kembali lagi ke sana. Meski tempo hari sudah ada penjelasan bla bla bla dari bapak/ibu polisi, tetap saja ada rasa was-was kalau-kalau nanti ada kendala. Sampai-sampai malam harinya, pas ibadah Komsel minta didoakan khusus buat proses perpanjangan SIM ini. Was-wasnya itu sekaligus kalau-kalau Elo rewel sehingga saya kerepotan. Si bocah keukeuh minta ikut meski ada teman-teman yang menawari supaya Elo dititip di rumah mereka saja. Lha dia justru semangat banget “ikut Bunda ke kantor polisi” ^-^

Pagi sekitar pukul 08.30 kami berdua pergi dari rumah. Biar cepet pakai Gojek dan sampai Satlantas Medan di Jalan Adinegoro pukul 09.19 --seturut riwayat perjalanan di Gojek :). Cek kesehatan sudah saya lakukan dua minggu lalu, jadi saya langsung menuju resepsionis. Di situ cek data sebentar (foto kopi SIM lama, foto kopi KTP, dan KIR kesehatan), lalu diarahkan ke loket formulir. Meski sebelumnya saya sudah daftar online (yang berarti data saya sudah terinput), saya masih tetap harus ambil formulir fisik. (Ada kemungkinan gak ya nanti-nantinya semakin paperless dengan input data elektronik saja?) Pas ambil formulir, petugasnya malah iseng becanda (P petugas, S saya) :

P : ini SIM apa, Bu? (padahal dia sudah lihat lho itu SIM apa)
S : SIM C Pak, motor.
P : Lha Ibu bawa motor apa? Jeep atau apa?
S : (sedetik dua detik mikir...Jaaah, iya ini Medan Bah! Di sini motor justru untuk menyebut mobil. Kalau sepeda motor dibilang kereta!). Weww.. Iya iya Pak, kereta saya Revo. Tapi nggak saya bawa :D

Demikianlah becandaan singkat gara-gara kekayaan budaya Indonesia #KitaBhinneka!!

Isi formulir sudah ada contohnya. Jadi lumayan cepet. Eh ya selain formulir data juga ada form yang menyatakan “TIDAK MEMBAYAR LEBIH DARI TARIF YANG TELAH DITENTUKAN.” Form ini juga wajib ditanda-tangani. Setelah formulir terisi saya langsung ke loket pembayaran yang letaknya tepat berada di sebelah loket formulir. Untuk perpajangan SIM C, tarifnya Rp 75.000 pas, nggak kurang nggak lebih.


Langkah selanjutnya adalah foto, sidik jari, dan tanda tangan. Sempat keliru duduk di antrean foto “pembuatan SIM baru”. Beruntung sebentar saja nggak sadarnya dan langsung ngacir ke antrean foto perpanjangan SIM. Sadarnya karena baca papan petunjuk yang bertebaran di setiap ruangan. Buat saya, papan-papan petunjuk di Satlantas Medan sangat informatif. Plus selain papan-papan informasi, juga selalu ada petugas yang standby di depan pintu untuk jujugan bertanya.

Hari itu rasanya cukup ramai sih, terutama di pembuatan SIM baru. Antrean foto untuk perpanjangan justru nggak lama. Hanya sekitar 10 menit, saya sudah dipanggil. Cekrek-cekrek, tekan empat jari kiri (di alat pemindai), lalu empat jari kanan, lanjut dua jempol saja (semuanya jari tangan yak, bukan jari kaki xixixix), terakhir tanda tangan. Sudah gitu aja lalu diminta nunggu di depan loket ruang produksi. Nunggu di sini nih yang agak lama (ada 30 menitan). Tepat pukul 10.50, saya dipanggil dan menerima SIM baru. Horeeee.... Jadi total waktu yang dibutuhkan tidak sampai dua jam.

Meski demikian, Elo nggak mau segera pulang. Sedari antre sudah mupeng mau ke kids corner buat main bola dan kuda karet. Hwaaa... asik nih, ramah anak. Tempatnya cukup bersih dan nyaman. Meski mainannya terbatas, tapi bersih dan lumayan lapang (karena saat itu cuma kami berdua di situ hahaha). Kalau ada ibu-ibu bawa anak ikut antar si bapak/anggota keluarga lain, bisa deh nunggu di sini. Ada juga papan petunjuk “Ruang ASI.” Tapi saya nggak cek sih gimana ruang ASI-nya. Mudah-mudahan bersih dan nyaman. Kantor layanan publik memang harusnya tersedia fasilitas-fasilitas kayak gini nih. #bravosatlantasmedan



SIM lama dan SIM baru saya berbeda desain bagian belakangnya. Kalau di SIM lama hanya tulisan saja, pada SIM baru ada tulisan dan logo. Foto dan pejabat yang tanda tangannya tercetak juga berbeda (ya iyalaaah :P). Yang sama adalah data alamat, yakni sesuai KTP-el. Hanya saja, di sudut kanan atas SIM lama tertera nama daerah “Jateng”. Sementara di SIM baru tertulis SUMUT. Haha, akhirnya punya juga kartu identitas yang tercantum kata Sumut-nya J


Oh ya, saat pengisian formulir, saya sedikit ngobrol dengan sesama pemohon perpanjangan SIM yang ternyata adalah orang ber-KTP Salatiga! Nah, tetangga daerah di Jateng nih. Ternyata si bapak nggak perlu pakai daftar di web korlantas dulu seperti saya ceritain di part 1. Dia langsung saja datang dan bisa kok dilayani. Jadi, tanya deh sama seorang ibu polwan, “apa memang nggak perlu daftar dulu di web korlantas?” Menurut beliau, kalau sudah punya KTP-el, datang langsung pun bisa. Tapi bisa juga isi data dulu untuk memastikan SIM dan KTP sudah terintegrasi atau belum.

Jadi begitulah happy ending pembuatan SIM Online ini. Ternyata bikin SIM Online itu (Memang) Mudah  asal kita sudah tahu syarat dan ketentuannya. Teman DW yang SIM-nya sudah mau kadaluwarsa dan berdomisili beda dengan KTP, yuk segera perpanjang di Satlantas Online terdekat. Mendingan tertib daripada setiap saat was-was kena tilang, ya nggak?





54 komentar:

  1. Wah akhirnya jadi juga ya Bun SIM nya. Ternyata lebih mudah kalau secara online yah. Tapi, memang harus paham betul hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak Nisa. Bersyukurr akhirnya jadi juga hehehe

      Hapus
  2. Akhirnya jadi juga ya Bun SIM nya. Aku udah baca yang part 1 dan 2 kok muehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak meiga. legaaaa nih. akhirnya hahaha.

      Hapus
  3. Lebih mudah ya ternyata kalau mengurus SIM secara online

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak alvi, karena nggak harus pulkam kalau ktpnya beda alamat sama domisili :)

      Hapus
  4. Iya memang sesuatu hal yang kita tahu betul semuanya juga akan terasa mudah Bun hehe

    BalasHapus
  5. Akhirnya yah Bun jadi juga setelah mengalami repotnya yang minta ampun hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee. iya mbak diana. repotnya tertebus lunasss

      Hapus
  6. Wah asyik nih kalau bisa buat SIM alamat KTP dan domisili beda. Saya belum punya SIM, alasannya males mau mudik kalau cuma buat numpang bikin SIM. kalau mudik juga biasanya pas hari libur, jadi pasti nggak bisa. Mau cek ah, bisa nggak bikin sim di Malang sementara KTP jateng

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat mencoba mbak. tapi kalau buat baru, prosedur resmi tetap pakai ujian yaaa.

      Hapus
  7. Ternyata enggak ribet ya mak bikin sim online. Aku sempat membayangkan ribetnya ya ampun udah bikin pusing duluan. Terimakasih ya mak udah dituliskan di artikel jadi bisa bahan referensi besok untuk bikin SIM 😊 salam kenal dari Jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mbak niken. dan ternyata nggak perlu daftar online dulu juga bisa asal sdh ktp el :)

      Hapus
  8. Akhirnya happy ending ya Mba...Mungkin pendaftaran SIM online ini mirip-mirip sama paspor online ya, memudahkan gitu buat pencocokan data awal. Saya seneng banget liat progress pemerintah sekarang yang mana data kependudukan kita sudah terintegrasi, jadi kalo mau urus-urus gampang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya betul mbak. i hope so. Meski memang ya, proses menuju single identity ini diwarnai mega korupsi segala ...ihikss

      Hapus
  9. keren nih satlantas nya, ada kids corner dan ruang ASI juga. Apa semua satlantas sudah begini atau di Medan aja? Noted ya mba informasinya, saya sih gabisa kendaraan jadi ga punya SIM :D

    BalasHapus
  10. Wah iya,
    Kantor polisi pun harusnya ramah anak seperti di sana ya, mbak. Soalnya kita para emak juga, banyak yg bawa anak krn banyak faktor untuk ngga mungkin ditinggal di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga ini program nasional ya mbak, jadi demikian juga di kantor2 polisi di daerah lain

      Hapus
  11. Saya malah salfok ke kids cornernya, seneng deh kalau kantor-kantor layanan publik sudah mulai ramah anak seperti ini. Semoga diikuti tempat-tempat lain ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tossss mbak. setelah jadi emak2 ikutan hepi kalau lihat kids corner hehehe

      Hapus
  12. Ngurus-ngurus kartu identitas diri seperti ini emang kudu sabar dan berani aja sih ya. Kadang kan bingung, ini ke mana dulu, gimana dulu, dll..
    Selamat ya Mbak, SIM nya udah SUMUT ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak deka. haha..lama tinggal di sumut, kartu identitasnya tetap jawa. malas ngurus-ngurus hahaha

      Hapus
  13. Jaman serba digital, intstitusi pemerintah memang harus ikut perkembangan jaman ya Mbak. Tuh kan alangkah mudahnya membuat SIM Online sekarang. Even orang Salatiga bisa membuatnya di Sumut

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak. kalau dulu mesti pulkam kan ya buat bikin/perpanjang sim

      Hapus
  14. Baru tahu SIM online, cek ah webistenya. Tapi kalau di Cikarang memang langsung datang mba, walau pun bukan warga asli Bekasi. Satu hari biasanya selesai, tapi antrenya panjang banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi cikarang termasuk daerah awal untuk proyek sim online ya mbak. masih dekat2 jakarta gitu...

      Hapus
  15. Ahahaha baru tahu kalau sepeda motor dibilang kereta dan mobil disebut motor, ada-ada saja ya? Selamat ber-sim Sumut mbak, saya jadi kepengen ngecek masa berlaku SIM, jangan2 mendekati jatuh tempo nih ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan pasar dibilang pajak, sementara jalan dibilang pasar ^-^

      Hapus
  16. Aku belum pernah bikin secara online, nanti kalau pas habis mau coba bikin deh. Zaman perpanjang dulu anakku masih 2th jadi malah dikasih prioritas karena pas bikin bawa si bocah. Aku pun gak tes bawa mobil saat itu, lagi-lagi karena gendong bocah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah..apa saya harus punya anak balita lagi biar nanti kalau bikin sim a ga perlu ujian praktik? hehehehe. berkah bocah itu ya mbak chie :)

      Hapus
  17. Ternyata nggak ribet ya, asal tetap sabar dan semangat saja menjalani kehidupan eh prosedurnya hehe. Warga Jateng pindah ke Medan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak. karena ga tau aja jd mesti bolak balik.

      Hapus
  18. Kemarin saya dapat broadcast WA dari Mama...tentang pembuatan SIM online gratis langsung jadi. Tinggal isi form, datang ke taman bungkul Surabaya, jadi deh. Tapi itu...hoaks

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang tanggal 29 februari ya mbak? hahaha,..siapa ya yg bikin itu lelucon, menyebarnya masif banget

      Hapus
  19. Dan aku ngakak pada bagian bawa motor apa...Jadi terkenang "kereta" pula awak jadinya. hahaha
    Selamat SIM C nya sudah beres ya Mbak Lisdha..Syukurlah kalau sekarang sudah mudah. Mana kantor Satlantasnya keren begitu, sudah ada fasilitas macam-macam untuk penunggu.
    Semoga enggak ada lagi orang yang males-malesan bikin SIM gara-gara berpindah ..Karena sekarang pengurusan SIM lebih mudah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kelak saya nggak lagi tinggal di medan, kosakata2 unik itu pasti akan jadi kenangan banget ya mbak hahaha

      Hapus
  20. Oalah bisa buat online toh, biasanya kalau perpanjang SIM minta bantuan teman aja sih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. na itu mbak...ga ada teman yang bisa saya mintai tolong soal itu di sini hihihi

      Hapus
  21. Selama ini saya kalau perpanjang SIM selalu mudik dulu ke kampung..ternyata sekarang udah bisa perpanjang di daerah domisili ya..syukurlah gak usah jauh2 lagi sekarang. Thanks infonya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak diar. kelak ga harus pulkam untuk urusan ini kan yaa..agenda pulkamnya jadi lebih leluasa :)

      Hapus
  22. Kirain semua online langsung kita print sendiri tadinya hahaha. Tapi gak mungkinlah ya kalau bikin surat penting kyk SIM kyk gtu. Jd keinget semenjak pindah Jkt jd SIMLess, bentar lg jg mau urus2 ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihih..penginnya gitu ya mbak april. kek belanja onlen gitchuu :)

      Hapus
  23. Aku belum pernah rasain dan tau bikin sim karena nggak bisa nyetir kendaraan apapun kecuali sepeda hahaha. Jadi tau deh tahapannya sekarang dan aku kangen Medan jadinya. Nenekku di sana hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yukk kapan main medan mbak laras..colek2

      Hapus
  24. Info yang berguna banget, buat saya Mbak. Kami kebetulan baru pindah kota. Ternyata mudah kalau mau memperpanjang SIM ya...asalkan KTP dan SIm kita sudah terintegrasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak. bersyukur yaaa...ini postifnya internet :)

      Hapus
  25. Iyaaa...pas banget niih...
    Sim A ku juga waktunya perpanjangan.

    Bisa lewat onlien biar gak bolak-balik yaa..
    Mau jugaaa...

    Haturnuhun infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 teh lendy. yuk jangan sampai telat :)

      Hapus
  26. Enak ya sekarang bisa ngurus online.

    Sama, di Surabaya juga orang nyebut mobil dengan sebutan motor. Klo motor nyebutnya sepeda. Saya kadang berasa rancu dengernya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh gitu ya di surabaya? saya baru tauuu hihihi

      Hapus
  27. aku jadi inget SIM C aku habis tahun ini mba untung baca ini jadi tahu juga tarifnya sekitar berapa kalau perpanjangan hahhaa..btw aku juga dulu dikasih tahu kalau di Medan nyebut mobil motor kalau motor kereta lucu sih menurutku hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kita ga biasa ya teh, jadi lucu hihihi. sama kalo sunda sama jawa tuh yang kadang2 terbolak balik adalah bahasa halus dan kasarnya. kayak di jawa bilang dhahar (makan) itu halus padahal di sunda mah kasar ya hehehe

      Hapus
  28. beum punya sim nih, males sih ngurusnya ribet banget hahaha, tp skrg bisa online yah mba, mantap nih infornya

    BalasHapus
    Balasan
    1. online datanya aja mbak ainhy. ngurusnya tetap mesti datang hahaha

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)