Jalan-Jalan : R-Zoo di Serdang Bedagai, Sumut



Jalan-jalan ke R-Zoo, Serdang Bedagai ini adalah  karena sebuah ketidaksengajaan. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, Minggu (15/4/2017), tujuan kami adalah berkunjung ke“Kampung Hindu” di Pegajahan. Namun, di perjalanan, kami lihat ada R-Zoo yang kami datangi sepulang dari pura di “Kampung Hindu.”


Seharusnya ada rute yang lebih simpel dan to the point, yakni arah Medan - Perbaungan. Tapi kalau kami waktu itu sih judulnya memang “suka hati” mau lewat mana hehehe. Jadi, dari Medan lewat tol Amplas – Tanjung Morawa. Selanjutnya masuk tol Kualanamu – Perbaungan. Lalu belok kiri (ke arah Medan) dan belok kiri lagi di pertigaan Bengkel (yang ada “monumen” mobil kecelakaan). Kalau dari arah Medan, berarti belok kanan saat di pertigaan tersebut.




Kami tahu R-Zoo dari banyak spanduk dan banner yang terpasang di jalan. Baca kata “ZOO” di spanduk, Ale langsung semangat meski di spanduk dan banner nggak ada keterangan lokasi persisnya.  Yakin saja kalau tempatnya pasti di daerah itu. Buat apa coba spanduk dan banner sebanyak itu terpasang di sepanjang jalan? Masa hanya buat ngiklanin tempat yang “entah di mana.” Dan spanduk/banner tadi memang jadi penunjuk arah karena dipasang hingga lokasi. 

R-Zoo terletak di pinggir jalan, yakni persis di depan Balai Desa Bengabin, Kecamatan Pegajahan. Dari luar tampak sebagai kompleks berpagar bata merah dengan tulisan R-Zoo di sebelah pintu keluar. Harga tiket masuk untuk dewasa dan anak-anak sama besarnya, yakni Rp 10.000. Free untuk anak balita, jadi Elo masih gratis. 



Ngobrol sebentar dengan penjaga tiket, baru deh ngerti kenapa namanya R-Zoo. Rupanya, R adalah inisial dari Rahmat Shah, seorang  tokoh yang terkenal di Medan. Saya nggak kenal sih sama beliau (siapa saya?? wkwkw). Tapi saya tahu karena namanya sering muncul di media dengan bermacam status dan jabatan tinggi. Beliau juga pemilik Taman Hewan Siantar dan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery Medan. 

Kalau tetap belum ngeh sama Pak R, mungkin familiar dengan R junior, yakni Raline Shah, mbak aktris yang cantik ituuu. Makanya di R-Zoo maupun Taman Hewan Siantar ada foto-foto Raline Shah dengan pose cantik tapi ekstrim. Foto sama sama binatang buas gitu lho.

R-Zoo terletak di antara lahan perkebunan sawit dan menempati luas total kurang lebih 20 hektar (kalau nggak salah ingat, nggak saya catat sih). Tapi saat ini pembangunan belum selesai seluruhnya. Binatang koleksinya juga masih terbatas, di antaranya adalah rusa, buaya, kanguru tanah, sapi, monyet, ular, berang-berang, dan aneka burung. Lihat rencana peta masa depan sih bakalan ada hewan-hewan lain (pembangunan kandang on progress), seperti harimau dan singa. Juga akan ada taman bermain untuk anak-anak.

 
Taman Kelinci..kelincinya ngumpet ^-^

Saat kami datang, kandang-kandang terlihat bersih (semoga memang selalu demikian). Kandang-kandang untuk hewan besar juga cukup luas. Ada pembatas aman untuk hewan-hewan buas, jadi nggak terlalu khawatir kalau bawa anak-anak (tapi namanya anak-anak, tetap harus diawasi). Memang sudah ada papan informasi untuk hewan-hewan koleksi. Tapi sayang, belum semua binatang ada keterangannya. Mudah-mudahan ke depan semakin dilengkapi.




Yang saya suka, lokasinya nggak naik-turun, trek jalannya juga bagus. Jadi enggak terlalu capek keliling-keliling dan relatif aman buat lari-lari anak balita. Di sepanjang jalur jalan, juga disediakan banyak tempat duduk. Jadi kalau capek, tinggal minggir sedikit buat duduk cantik. Fasilitas pendukung, seperti mushola juga tersedia. Toilet tersebar di beberapa titik dan kondisinya bersih.




Meski koleksi binatangnya masih terbatas, tapi ok-lah untuk jalan-jalan bareng anak-anak. Apalagi buat kami-kami di daerah yang jauuuh dari taman satwa yang komplet semacam Taman Safari. Keberadaan taman hewan seperti ini cukup mendukung edukasi pada anak-anak.



Mengutip dari liputan6.com, ada beberapa manfaat mengajak anak liburan ke kebun binatang, yakni :

  • Mengenal kehidupan alam liar secara langsung. Yuhuu, kan tidak semua anak berkesempatan berpetualang ke alam liar yang sesungguhnya.
  • Bermain sambil belajar. Seperti saat ketemu burung kakatua, jadi deh ngerti wujud burung kakatua yang selama ini hanya diakrabi dalam gambar dan nyanyian. Yaah, meski burung kakatuanya nggak sedang hinggap di jendela sih ^-^
  • Meningkatkan kemampuan bahasa. Saat lihat berang-berang berenang di kolam, eh juga jadi bisa mengajarkan kata “berang” (tanpa pengulangan) yang bisa jadi padanan kata “marah”. 
    berang-berangnya ngumpet di bawah jembatan kayu
  • Membantu anak bereksplorasi. Ini apa, itu apa? Macam-macam pertanyaan anak yaaa...Papan informasi membantu kita menjelaskan pada anak. Kalau kita nggak tahu....tanya google hehehe.
  • Membantu mengendalikan rasa takut. Jujur, saya sendiri berani berdekatan dengan ular kalau di kebun binatang. Ya iyalaaah, mereka di kandang wkwkwkw. Tapi, si sulung Ale masih takuuut lho meski si ular bobo manis di kandang.
  • Belajar mematuhi aturan. Di taman satwa manapun, pasti ada do and don’t, semisal jangan memberikan sembarangan makanan pada hewan. Mudah-mudahan, dengan menanamkan pengetahuan hal ini sejak dini akan membantu si anak bertindak bijak hingga mereka dewasa. Jangan sampai dong kejadian seperti beberapa anak muda yang kasih minuman keras ke hewan di Taman Safari yang jadi viral beberapa waktu lalu.



 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Menutup Polis Asuransi

Pakai Popok Tali Dua Sampai Usia Berapa?

Pengalaman Mencairkan Deposito