Pengalaman Ikut Sekolah Pasar Modal








sesi foto setelah acara



Hallo Teman DW, 
Hmmh..sudah dua mingguan aku nggak update blog. Coba makanan, ini blog pasti sudah jamuran. Jamur yang bikin hiiiiiiii...yiks jijiks. Mending kalau jamur wulan atau jamur truffle, bisa dimasak dan dimakan. Kalau jamur di makanan basi???? Siapa mau sentuh, ya kan....

Baca : Jamur Wulan Jamur Truffle

Bersyukurnya blog bukan makanan.Tapi, agak mirip juga akibatnya, nggak ada yang mau sentuh blog ini (huhuhuhu...salah sendiri).

Padahal banyak lho hal-hal yang ingin aku ceritakan. Semuanya masih bertengger di list bahan tulisan. Parah lagi malah  ada yang hanya masih mengendap di kepala. Huft...memang, saat semangat ngeblog lagi ngedrop, memaksa diri itu perluuuu!!

Salah satu hal yang ingin aku ceritakan adalah pengalaman ikut Sekolah Pasar Modal pada Sabtu (24/2/2018). Sebenarnya sudah cukup lama aku baca tentang Sekolah  Pasar Modal (selanjutnya aku singkat jadi SPM). Tapi dulu belum ada ketertarikan (lebih tepatnya keberanian) untuk menjajal investasi di pasar modal, dalam hal ini saham. Jadi, soal SPM ini aku skip saja.

Belakangan, keberanian itu sudah sedikit tumbuh. Aku sudah mulai nabung saham. Pengin sih bisa trading juga. Tapi dengan ilmu yang masih sangat sedikit serta kecepatan belajar yang kurang memadai, aku keep dulu keinginan untuk trading.  Ya, ada sih coba-coba sebarang satu lot dua lot. Setidaknya untuk kenalan, bagaimana sih pasar modal itu. 


Baca : Pengalaman Pertama Membeli Saham

Soal SPM, rupanya dulu aku pernah like fanspage BEI (Bursa Efek Indonesia) Medan. Pada Kamis (22/2/2018) ada postingan BEI Medan soal SPM di beranda Facebookku. Jadi deh aku klik. Penjelasan soal waktu/tempat dan lain sebagainya tak ada di badan postingan. Aku diarahkan untuk mengunjungi web SPM.

Oke deh..nurut aja.

Begitu masuk ke web SPM, ada pilihan lokasi sekolah. Aku nggak cek semua lokasi, kebanyakan sih kota besar  (ibukota provinsi yang ada kantor cabang BEI). Jelas saja aku langsung cari Kota Medan. Selanjutnya tertera jadwal SPM hingga bulan Maret. Rupanya, SPM rutin diadakan dua kali seminggu dengan pilihan hari di Rabu dan Sabtu. Aku pilih tanggal 24 karena itu tanggal terdekat dan hari Sabtu. Di hari itu, BJ (suamiku) libur kerja. Jadi maunya sih, saat aku ikut acara, anak-anak dipegang ayahnya.

Selain tanggal dan tempat, ada lagi pilihan dua pilihan level, yakni SPM 1 (untuk peserta yang sama sekali belum terdaftar jadi investor/belum punya akun sekuritas) dan SPM 2 (untuk peserta yang sudah punya akun sekuritas). SPM 1 dan SPM 2 ini diadakan dalam sehari secara berurutan (hanya diselangi waktu istirahat). 


run down acara

Berhubung sudah punya akun sekuritas, aku langsung daftar SPM 2. Saat mengisi data untuk SPM 2, aku  harus mengisi nomor kartu AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas). Deuuuuh....di mana kartu itu yaah? Jujur, buatku saat ini, kartu AKSes belum terasa gunanya. Aku baru sekali log in saat ganti password. Mungkin karena belum kesandung masalah yang butuh kartu AKSes yaaa.  LOL

Setelah cari-cari di sana di sini, akhirnya ketemu juga itu kartu. Bergegas aku isi data, lalu klik daftar. Hasilnya, aku dapat email konfirmasi. Setelah link di email aku klik, aku dapat kartu peserta SPM 2. Di situ tertera keterangan agar saat pelatihan, peserta membawa KTP, Kartu AKSes dan kartu peserta.

Beresss. 

Eh tapi sebenarnya belum sepenuhnya beres sih. Soalnya, hari itu BJ masih berada di Jakarta dan aku belum bilang BJ soal SPM itu. Jadwal pulang BJ adalah hari Jumat. Malamnya, saat telponan, aku bilang soal rencanaku ikut SPM. Dan ternyataaaaa.... hari Sabtu itu BJ mesti lembur di kantor. Olaaaaaa.... Tapi BJ bilang, nggak apa-apa anak-anak ikut dia.

Duuh, apa nggak terganggu tuh ntar kerjaan BJ. Akhirnya, aku bilang, ya sudah kalau memang nanti bener-bener nggak bisa, aku cancel saja ikut SPM. 

 Tapi Puji Tuhan, hari Sabtu itu, BJ benar-benar nggak masalah untuk handle anak-anak sembari lembur di kantor. Jadi, siang setelah Ale pulang sekolah, aku antar Ale dan adiknya, Elo ke kantor ayahnya. Setelah itu, aku langsung ke kantor BEI di Jalan Asia. Ini pertama kalinya aku ke kantor BEI Medan. Sebenarnya, aku sudah beberapa kali lewat Jalan Asia, tapi nggak sadar kalau ada kantor BEI di situ. 

Sepanjang jalan (naik taksi online), aku  banyak berdoa buat Ale-Elo. Supaya mereka tenang, nggak repotin ayahnya. Saat itu jadi mikir, mungkin begini perasaan ibuk-ibuk yang baru awal-awal bekerja. Pikiran terbagi antara anak-anak dan tujuan bekerja. Selanjutnya sih mungkin jadi sudah biasa, apalagi kalau team support yang pegang anak-anak sangat bisa diandalkan.

Ngomongin kantor BEI. Aku belum pernah ke BEI Jakarta. Tapi kalau lihat berita/tulisan tentang kantor BEI Jakarta, itu tampak seperti tempat yang besar dan super sibuk. Seperti di berita soal selasar BEI Jakarta yang ambruk tempo hari. Kantor yang besar kan? Banyak komputer dan layar-layar besar menampilkan pergerakan bursa saham.  Jadi begitulah bayanganku tentang kantor bursa efek.

Ternyata kantor BEI Medan bertempat di sebuah ruko. Di kawasan itu memang banyak kantor cabang bank, tapi juga toko-toko biasa. Pantesan, meski beberapa kali lewat, aku nggak aware ada kantor BEI di situ. Jelas njeglek dari bayangan awalku soal kantor BEI. Tapi namanya juga kantor cabang ya kan? Wajar dong kalau nggak semewah kantor pusat. Lagipula, masih mending ada cabang di sini. Jadi, nggak perlu ke Jakarta buat ikut SPM.




Begitu masuk, aku langsung diarahkan ke lantai dua dengan pesan "mungkin nggak ada kursi, karena pesertanya banyak." Nggak ada tuh check kartu peserta, KTP, dan kartu AKSes  seperti yang dibilang di email konfirmasi. Hhmmh...

Di dalam memang penuh, mereka adalah peserta dari SPM 1 yang lanjut ikut SPM 2. Sesaat celingak-celinguk cari kursi kosong sambil lihat peserta. Banyak wajah-wajah yang masih sangat muda. Wajah-wajah mahasiswa. Wajah-wajah sebaya aku hanya beberapa saja. Jadi berasa kuliahπŸ˜€.

Ternyata, materi SPM 2 belum mulai. Peserta masih sibuk mengisi data pada form yang dibagikan oleh mas-mas dari Panin Sekuritas, pengisi materi saat itu. Di sisi lain, aku belum makan siang dan sudah mulai lapar. Hhhm..mending cabut dulu, cari swalayan terdekat cari roti pengganjal perut.  Pamitnya sih ke toilet, tapi habis dari toilet langsung kabur keluar. LOL

Namun nggak ada I***maret maupun A***mart di sekitar situ. Bahkan, aku juga nggak lihat toko-toko sejenis. Akhirnya aku jalan saja dan masuk gang. Berharap ntar ada warung kecil di pinggir gang yang jualan roti kemasan. 

Ternyata, gang yang kumasuki justru menuju sebuah pasar kecil. Ada aneka warung makanan, dari mulai jualan nasi padang hingga mie pangsit. Tapi pilihanku jatuh ke tempat jualan tahu siram. Mau cepat soalnya. Jadilah makan sesegera mungkin, bayar, lalu segera melesat ke kantor BEI. 

Sampai di dalam, acara isi form sudah mau selesai. Tak lama, sesi dimulai dengan penjelasan tentang analisa fundamental sebagai dasar pembelian saham. Dijelaskan beberapa hal dasar tentang analisa fundamental seperti EPS (Earning Per Share), PER (Price to Earning Ratio), ROE (Return of Equity), PBV (Price Book Value), dan lain-lain. 

suasana SPM

Kalau cuma dengerin materi sih enak. Tapi coba dikasih tugas untuk menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan untuk mencari kesimpulan, bagus tidaknya fundamental perusahaan tersebut. Nggak usah kesimpulan detail, cukup kesimpulan selayang pandang saja. Huwaaaa, pasti aku akan "terbata-bata". Lha, menulis ulang materi buat blog ini saja aku nggak berani πŸ™Š

Satu hal yang ditekankan Mas Andika dari Panin Sekuritas, untuk investasi pilihlah saham-saham dari perusahaan yang memiliki fundamental bagus. Meski mungkin tidak cepat memberi keuntungan besar dalam jangka pendek, tapi umumnya aman untuk investasi jangka panjang. 

Kalaupun belum pinter analisa fundamental, jangan jadi halangan untuk investasi saham. Setidaknya pasar saham memberikan petunjuk kasar tentang saham-saham dengan fundamental bagus, yakni saham-saham di LQ 45. Memang daftar LQ 45 bukan jaminan mutlak dan rata-rata harga sahamnya sudah mahal. Tapi setidaknya jadi tuntunan bagi yang masih buta kayak akyuu.

Analisa fundamental cocok untuk orang-orang yang ingin berinvestasi jangka panjang di pasar saham. Sementara, bagi mereka yang ingin mendapat keuntungan lebih cepat dari pasar saham, akan lebih cocok menggunakan analisa teknikal. Pada analisa teknikal, orang tidak wajib memerhatikan kondisi fundamental perusahaan.

Aku beberapa kali tanya saat sesi analisa teknikal. Tapi tetap saja belum paham juga soal analisa satu ini. Ya sudah deh, mungkin memang butuh waktu lagi untuk bisa paham hahaha. Yakin saja, suatu saat akan paham. Hanya mungkin daya pahamku memang lebih lambat daripada yang lainnnya. 

Meski materinya sebagian besar sudah aku baca. Bahkan aku juga aku pernah dikirim materi SPM 1 dan 2 oleh Pak Ali, seseorang dari grup Whatsapp Indopremier. Tapi, tetap ada hal baru yang aku dapatkan dari kelas offline ini. 

Nggak menyesal lah ikut SPM. 














Komentar

  1. Pernah mau ikut, tapi krn ada kerjaan, jadi batal.

    Abis baca tulisan kakak, jadi pengen daftar lagi.

    Jarang banget ada yg ngasih ilmu gratisan :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Menutup Polis Asuransi

Pengalaman Mencairkan Deposito

Pakai Popok Tali Dua Sampai Usia Berapa?