05/10/16

Pengalaman Membeli Reksadana di Bank Mandiri

Hasil gambar untuk reksadana
pic source : www.howmoneyindonesia.com

Update : Sejak Januari 2016, PT Mandiri Manajemen Investasi sudah memiliki marketplace reksadan online bernama MOInvest. Selengkapnya bisa klik di www.moinves.co.id
 
Sebenarnya sudah cukup lama menabung reksadana (RD) di Bank Mandiri, tapi baru sekarang menuliskannya. Jadi mungkin sudah informasinya sudah nggak update. Tapi nggak apa-apalah ya... menuliskan berdasarkan pengalaman saat itu saja.

Saya mulai membeli RD di Bank Mandiri September 2014. Bulan dan tahunnya masih ingat betul karena saat itu saya lagi hamil gede, mendekati Hari Perkiraan Lahir si mungil Elo. Membeli di Bank Mandiri karena dua alasan. Pertama, saya yang masih sangat minim pengetahuan tentang RD sekalian ingin konsultasi langsung dengan agen penjual. Saat itu sudah baca sih tentang supermarket RD online, tapi namanya newbie, juga sebagai generasi yang lahir di era belum ada internet, rasanya lebih afdol kalau ngobrol langsung daripada sekedar diskusi di forum online. Kedua, saat itu saya tinggal di Pematangsiantar, di mana belum ada Bank Commonwealth. Kalau ada bank kuning, pasti saya pilih bank kuning dengan pertimbangan pembelian selanjutnya bisa online.

Ya sudahlah, tak ada rotan, akar pun jadi. Saat itu, langsung datang saja ke bank mandiri. Sekilas saja baca informasi tentang RD Bank Mandiri yang bisa dicek di sini. Toh baca serius juga masih gagal paham :D

Meski sudah memutuskan tempat pembelian, prosesnya pun tak langsung sehari jadi. Bukan karena prosesnya yang lama. Tapi karena ternyata tak semua cabang Bank Mandiri melayani penjualan RD. Pertama kali saya datang ke cabang Bank Mandiri di Megaland. Di sana disarankan untuk ke Jalan Sutomo, cabang yang ada staff yang menjadi WAPERD alias Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Namanya bumil tua, sambil bawa balita pula, rempong judulnya. Pada hari itu saya tak langsung lanjut ke cabang yang dimaksud. Barulah beberapa waktu kemudian saya ke cabang Sutomo menjumpai Mbak Nia, WAPERD di situ.

Beneran deh, waktu itu saya masih minim banget pengetahuan tentang RD –kalau nggak mau dibilang blank. Tapi dalam pikiran waktu itu, cari informasi terus tanpa aksi mah nggak bakalan ngerti gimana-gimananya. Ya sudah, pokoknya beli dulu aja deh... ntar pelajari sambil jalan. Terlebih RD bisa dengan minimal pembelian Rp 100.000 (tapi ternyata masing-masing RD berbeda ketentuannya ^-^).

Saya diterima Mbak Nia dengan ramah. Namanya Customer Service ya harus ramah ^-^. Berhubung saya juga belum tahu, mau beli RD apa, saya minta saran Mbak Nia. Saat itu memang sudah berniat untuk setting sebagai investasi jangka panjang. Jadi saya langsung minta RD saham. Mbak Nia memperlihatkan produk-produk RD yang dijual di Bank Mandiri. Namanya juga belum ngerti, pasrah aja deh mau dipilihin yang mana (sembari berdoa si ibu memilihkan produk yang bagus :D). Saya ditanya, berapa jumlah yang akan diinvestasikan setiap bulan. 

Berdasarkan jawaban saya, Mbak Nia menyarakan untuk memecahnya ke dalam dua RD. Ibu Nia memilihkan RD keluaran Batavia dan Schroeder. Pembelian pertama RD Batavia adalah Rp 1.000.000, sedangkan yang Schroeder Rp 500.000 dengan pembelian lanjutan sama-sama minimal Rp 100.000.

Saya tinggal mengisi form dari bank serta menandatanganinya.  Sengaja kalau urusan ke bank, saya sudah siapkan KTP dan buku tabungan. Biasanya urusan apapun pasti butuh dua dokumen itu. Tapi ternyata saat itu juga dibutuhkan data tentang NPWP (Nomor Peserta Wajib Pajak). Duh, nggak ngerti butuh data itu juga, jadi nggak bawa. Tapi karena saya berstatus istri, ternyata boleh pakai data suami. Kalau nggak salah saat itu saya kontak suami minta nomor NPWP dia. Lupa deh, saat itu butuh materai apa tidak. Kalau urusan materai di bank kan biasanya nasabah yang bayar ^-^

Berhubung pembelian lanjutan tidak bisa online, saya memilih untuk autodebet dari rekening. Jadi, sekali setiap bulannya, pihak bank akan mendebet uang sejumlah yang saya tentukan di awal pernjanjian pembelian RD. Nantinya, setiap bulan saya akan menerima laporan transaksi dari manajer investasi. Selain itu, secara berkala saya akan menerima laporan transaksi dari Bank Mandiri.

Sudah...begitu aja. Simpel. Nggak butuh proses bertele-tele asal sudah membawa berkas yang dibutuhkan (KTP, buku tabungan, NPWP –saya lupa, kalau nggak punya NPWP bisa apa tidak. Tapi mestinya bisa lah ya.. *asumsipribadi*). Tapiiii... ada tapinya niiih. Seperti ditulis di beberapa artikel pengalaman membeli RD di bank, saat itu saya terkena jebakan betmen juga. Yakni, saya kena rayuan untuk membeli produk asuransi pendidikan axa-mandiri yang adalah unit-link. Nggak kuat mental untuk mengatakan tidak!

Padahal saat itu sudah baca-baca loh...bahwa kalau mau investasi jangan pakai unit link. Dan memang bener, kalau dilihat perkembangannya sekarang, perbandingan nilai tabungan di RD dengan di unit-link beda jauhlah. Yang RD murni tak terpotong apapun, yang  unit-link masih terpotong banyak biaya. Tapi ya sudahlah.... *malesngurus*

Dua tahun berlalu, saya pindah ke Medan. Sebelum pindah saya nggak mengurus perpindahan alamat ke Bank Mandiri. Jadi deh laporan transaksi (yang berbentuk fisik) masih rutin dikirim ke alamat Siantar. Bulan lalu, saya coba mengurus ke salah satu cabang Bank Mandiri di Medan. Tapi misi tak berhasil. Seperti biasa, butuh KTP untuk pengurusan pindah data alamat pengiriman bukti transaksi. Masalahnya, KTP saya masih KTP Jawa Tengah.

Ok, bisa kok pakai KTP luar asal ada surat keterangan domisili dari kelurahan. Saat itu, saya nggak bawa surat yang dimaksud. Bahkan sampai sekarang jadinya juga belum saya urus lagi karena masih malas mengurus surat domisili ke kelurahan. Ribetnya lagi, laporan transaksi tidak bisa dialihkan dalam bentuk email. Mungkin sekedar laporan transaksi sih ya... yang bagi sebagian orang isinya tak akan bermakna apa-apa. Tapi entah ya, bisa saja jadi sumber masalah ketika jatuh ke tangan orang yang mengerti dan jahat. Beruntungnya tetangga di alamat lama masih berbaik hati menyimpankan surat-surat tersebut.

Intinya, buat yang tinggalnya pindah-pindah dan masih suka males mengurus surat-surat, yang kayak-kayak gini bikin males :D. Selain itu, karena nggak online, mesti datang ke bank untuk melakukan pembelian. Sementara, jika menggunakan fasilitas autodebet, kita tidak bisa memilih waktu pembelian karena sudah ditentukan oleh bank.

Untuk alasan kepraktisan, beli RD di bank dan belum bisa online memang tak praktis. Tapi untuk alasan lain, bisa kok dicoba ^-^


  

  

24 komentar:

  1. Kalau namanya lupa ki...yo piye maneh he he he.

    BalasHapus
  2. Saya mau tanya mba, saya mau beli reksadana di bank mandiri. Itu laporan keuangnya melalui online atau tiap bulan cek ke bank?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas anindito. Saya terima laporan dari perusahaan reksadana-nya dalam bentuk hardcopy tiap bulan (dikirim ke rumah). Selain itu saya juga terima laporan via email dari bank mandiri.

      Hapus
    2. ikut nimbrung ya mba.. reksadana saya mulai tahun 2015 kok ga pernah dikirm ke alamat rumah ya. padahal tiap bulan saya autodebet. kira kira saya bisa kompllain ke mana ya mbak pengen dikirim via email saja

      Hapus
    3. Hai mbak, mending tanya langsung ke pihak bank biar ditanyain ke MI-nya. Atau coba2 aja email ke MI-nya dengan penjelasan kalau mbak belinya via bank.

      Hapus
  3. Terimakasih atas penjelasannya mba.
    Klau boleh nanya lagi, Saya sudah beli reksadana di bank mandiri. Beli tanggal 13 feb 2017 tapi sampai sekarang tanggal 6 Maret 2017 belum ada laporan sama sekali baik fisik maupun email.
    Kira2 menurut mba, apa yang harus saya lakukan. Rencana Sy mau coba datang ke banknya.
    Terimakasih banyak sudah mau membalas
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mas anindito...maaaf selowwww respon hehehe..bagaimana skrg mas? Sdh ada konfirm? Pertanyaan yg amatsangattelat yaa :D

      Hapus
    2. Hai mba.saya tinggal d p.siantar jg mba.
      Saya boleh minta nama fb/wa mba g.
      Saya mau bnyak tanya nih ttg reksa dana.
      thx.

      Hapus
    3. sudah saya email ya bang feri.

      Hapus
  4. hi mba,mba itu pembelian pertama mmg harus segitu ya..dan berapa pergerakan investnya slma 1 tahun?karena sy ikut prudential unit link sdh jalan thn ke 8 dengan premi 12 jt/thn..tp nilai tunai yg sy dpt lbih kecil dari premi yg sdh sy setor.trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba..maaf slow resp. Dulu saya beli pembelian pertama segitu memang. Beberapa RD yang pernah saya beli, pembelian pertama Rp 500.000 selanjutnya min Rp 100.000. Pergerakan nilainya jauh beda-lah sama unit link. Satu RD saya di mandiri pernah minus di tahun pertama, tapi sekarang-sekarang ini sudah naik lagi dan jadi plus

      Hapus
  5. Hai mba, sy boleh minta nomor WA utk tanya2? Thanks 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mbak rini, maaf slow respon. tolong email saya dulu di dailywife@gmail.com. ntar nomor wa saya share di email.

      Hapus
  6. mbk lisdha saya boleh minta WA atau apalah.. yg penting saya bisa tnya2 masalah RD .hehe

    BalasHapus
  7. hai mbak Sinta, maaf slow respon. tolong email saya dulu di dailywife@gmail.com. ntar nomor wa saya share di email.

    BalasHapus
  8. Bikin group wa aja mba. Saya kirimin jga dong no wa nya. Masih awam nih dalam bidang ini. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Mas Abdul, belum kapabel buat wa grup mah hehehe..kalau mau bisa ikutan wa grup-nya bareksa.com. Adminnya orang bareksa. Cek link saya di sini http://www.daily-wife.com/2017/02/penjelasan-paling-gampang-tentang.html

      Hapus
  9. Mba, aku masih mahasiswa ini, pengen banget investasi RD untuk jangka 4 tahun (mau nabung, tapi takut kena inflasi karena jangka waktunya cukup lama). Nah, gimana ya caranya buat mulai invest di RD berhubung saya tidak punya NPWP juga. Ada rekomendasi harus ke Bank mana atau MI siapa? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya dulu pernah baca bank Panin punya solusi utk ini dek..pakai npwp ortu atau gimana gitu. lupa juga, saya cuma baca :)

      Hapus
  10. Pagi semua, mau minta di ajarin masih buta banget dan butuh pencerahan 😢😢

    BalasHapus
  11. Bermanfaat banget diparagraf 10 -nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang mana ya? haha, saya ga itung paragrafnya :)

      Hapus

Entri Unggulan

Hari-hari Menjelang Akadku

pic : www.sewa-apartemen.net Minggu-minggu ini, aku dan Mas J semakin mendekati hari akad. Jadwal pastinya sih belum ada. Tapi kalau...

Postingan Terpopuler