Sepatu

cara-unik-menyimpan-sepatu-di-rumah
Berhubung nggak punya banyak sepatu buat difoto, pinjam deh gambar dari SINI

Saya bukan penggemar sepatu. Punya dan pakai sepatu sekedar untuk tujuan fungsional sebagai alas kaki. Di samping untuk tujuan estetika dan kesopanan. Kalau misal lagi acara formal terus nyeker kan tidak sopan ya...Bisa-bisa digunjing dan atau dikasihani seluruh peserta acara. Siapa sih ini, kasihan banget nggak pakai sepatu. Nggak punya duit atau kakinya penyakitan? Tak tertutup kemungkinkan diusir dari acara karena melanggar tata-tertib dan kesantunan. (Hehehe, belum pernah sih kejadian kayak gini ^-^)

Berhubung bukan penggemar sepatu, maka koleksi jumlah sepatu saya minimalis. Lagipula, as stay-at-home-mom kan saya jarang-jarang bepergian. Paling banter pergi ke acara formal adalah kegiatan gereja dan pesta (pernikahan etc). Jadi, cuma punya dua sepatu formal sudah lebih dari cukup. Tapi sekarang dua-duanya sudah kumuh tampak usang dan nggak nyaman. Jadi memang perlu beli lagi (#alesan). Oiya, saya juga punya dua sepatu kets. Dulunya, dua sepatu kets ini saya pakai buat kerja. Saya resign tahun 2009, berarti udah jadul banget ya sepatunya. Tapi kondisinya masih bagus sih. Cuma bingung, mau kapan memakainya. Olahraga pakai sepatu kets? Huhui..kayaknya harus nunggu si El bisa diajak lari-lari ^-^


Walaupun bukan penggemar sepatu, saya bisa paham kok kalau banyak orang (kebanyakan kaum hawa) tergila-gila pada sepatu. Mereka-mereka yang menempatkan sepatu sebagai salah satu kebutuhan fashion yang penting. Mereka-mereka yang punya buanyaaak sepatu, sampai butuh lemari dan perawatan khusus). Saya tak ingin menghakimi, bahkan mungkin bisa agak memahami karena :
A pair of shoes can obviously change your life. Just ask Cinderella - Anonymous
Hehehe...mungkin nggak sih tanya sama Cinderella? #pertanyaan retoris.

Lagipula, kegemaran orang akan sepatu kan salah satu penopang ekonomi negeri. (Tapi dari sisi user,  kalau tergila-gila sepatu bisa bikin bobrok ekonomi hihihihi). Sepatu adalah industri dari level pabrikan hingga kerakyatan. Dari sepatu harga premium sampai harga oplosan #eh memangnya minyak? xD

Saya sih senang-senang saja kalau sesekali bisa window shopping di bagian rak-rak sepatu. Lalu mencoba-coba sepatu yang tak-akan-mungkin-saya-beli, seperti high heels dan boots. Coba kan gratis hihihi. Kebanyakan high heels nggak cocok buat telapak kaki saya yang bentuknya lebar :D. Saya juga nggak nyaman dan nggak luwes jalan pakai high heels. Bukannya gaya nan anggun, salah-salah malah bisa jatuh dan cedera :D. Buat saya, pakai high heels adalah bagian dari "beauty is pain." Makanya, kagum deh sama perempuan-perempuan yang tetap lincah ber-high heels. Itu kemampuan yang tak saya punya :D

Kalau boots, sebenernya pengin siiih. Tapi di iklim tropis ini, kok kayaknya gerah pakai boots. Beda kalau lihat-lihat orang pakai boots di negeri bersalju. Kayaknya pas banget dari segi fungsi maupun estetika. Bisa sih boots yang pendek. Tapi .....mau kapan pakainya?

Tak tertarik mengoleksi banyak sepatu, kan nggak dosa (malah suami senaaang doong... #dompetkedipkedip).  Tapi buat saya saat ini, ada dua hal yang menarik dari sepatu :

Pertama, pepatah klasik yang memakai sepatu sebagai pijakan :
before you judge someone, take a walk in their SHOES
Kalimat sederhana. Tapi kompleks dalam penerapannya. Duuuh, lidah yang tak bertulang ini. Seringkali demikian responsif dan ekspresif telinga mendengar sesuatu. Langsung deh si lidah bersilat kata memberikan komentar berdasarkan ukuran-sepatu-saya. Padahal, apa yang seseorang kerjakan mungkin memang tepat berdasarkan ukuran-sepatu-dia.

Terlebih bagi saya yang suka bergaul, suka ngobrol. Godaan untuk mengomentari sesuatu itu sangat banyak. Ngumpul-ngumpul sama teman, terus ada kabar X...duuh, kalau nggak dikontrol ini mulut bisa langsung komentar bla-bla-bla (yang itu tadi, menggunakan ukuran-sepatu-saya). Sekarang sih jurusnya, saya berusaha untuk tidak lupa menambahkan kata : kalau aku sih ..... Jadi sifatnya lebih ke sharing atau pendapat, bukan menghakimi hihihi. Atau saya pilih tak komentar. Ikut nimbrung tapi dengan pertanyaan sekedarnya (bukan penilaian). Terus nanti komentarnya pas sharing sama suami saja hahahaha. Ya ya ya...masih komentar menggunakan ukuran-sepatu-saya sih. Tapi kan audiens-nya amat sangat terbatas #ngeles.

Hal kedua yang saya tertarik dari sepatu adalaaaaah..... lagunya Tulus. Ini adalah lagu Tulus yang pertama kali saya tahu. Yakni tahun lalu saat selintas lihat talk show di sebuah stasiun televisi swasta. terus ada live music-nya. Dengar lagunya, eh...asyiik juga. Terus......... baru ngeeeeh, ooooh itu toh Tulus.

Ya ampuuun. Memang deh, rasanya kudet dalam banyak hal, salah satunya musik. Saya memang jarang sekali lihat acara musik di  televisi. Kalau nama Tulus sih sudah sering saya baca di judul-judul berita online. Tapi saya nggak pernah klik beritanya. Penyanyi belum terkenal ini.... Tapi rupanya saya salaaah. Tulus mah sudah terkenal di mana-mana. Saya-nya saja yang kudet hehehe. Sayang banget nih...mau insert video "sepatu by tulus" ke sini nggak bisa karena koneksi tak mendukung. Cuma bisa kasih link doang he2.

Ya sudah, daripada kesel nungguin koneksi lelet, mendingan saya bersih-bersih rak sepatu ^-^






 









Komentar

  1. sama! stok sepatuku terbatas. pake 1 macem sampe buluk, kalo dah ga bisa dipake ya terpaksa beli lagi. kalo belum sempet beli, ya terpaksa pake yang buluk itu dulu. nggak mudah cari sepatu yang enak dan ehem murah. hahahaha...

    aku tau tulus, mbak, tapi nggak tau ada lagu yang hubungannya sama sepatu. ada ya? berarti saya juga kudet. ahahahah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku taunya juga nggak sengaja hahaha...
      udah dengerin lagunya belum? he2...

      Hapus
  2. Aku gak punya sepatu yang cucok. :( Cuma ada sepatu olahraga, ukurannya pas. Kalo sepatu yang asik, nomor 40 aja kekecilan. :'( Makanya aku gak pernah beli sepatu

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai sandal aja nyaman kan mbak,...sriwing-sriwing he2

      Hapus
    2. Hehehe, kalo pas gak acara resmi. Jangan sampai salah kostum aja. :D

      Hapus
  3. kalo aku biasanya sepatu yg bagus pasti jarang dipakai :D
    btw mampir ke www.safetyshoes.co.id

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Menutup Polis Asuransi

Pakai Popok Tali Dua Sampai Usia Berapa?