Cara Mendapatkan Surat Rujukan untuk Klaim Kacamata BPJS


Hallo Teman_DW..

Beberapa bulan ini, kacamata minus yang saya pakai sudah terasa kurang nyaman. Kekurangnyamanan itu baik pada lensa yang tak lagi terasa cocok, plus pada gagang kacamata yang sudah terasa longgar. 

Di atas adalah kacamata yang saya pakai saat ini. Dua-duanya kacamata minus, bedanya kacamata yang bingkai coklat menggunakan lensa chromatik (warnanya berubah gelap saat berada di bawah sinar matahari). Sedangkan kacamata yang kedua menggunakan lensa biasa.

Awalnya, saya hanya punya kacamata dengan lensa chromatic yang saya beli ketika tinggal di Pematangsiantar (haha, what so long time ago). Lalu, ketika tinggal di Medan, suami (BJ) yang saat itu juga sudah pakai kacamata, dapat jatah ganti kacamata dari kantor. Yang dapat jatah dari kantor dia doang…ya kan dia yang karyawan hehehe. So far, kacamata istri/keluarga belum dicover oleh fasilitas kesehatan dari kantor suami. Coba kacamata anggota keluarga juga dicover, enak banget tuh.  

Hahaha..manusia..manusia..emang suka merasa kurang aja. Padahal urusan kesehatan non-kacamata dicover lho.. Hufft…

Suatu ketika tiba jatah ganti, bingkai kacamata punya suami masih bagus. Ketimbang mubazir, bingkai itu saya pakai dengan diganti lensa minus biasa (non-chromatic). Soalnya, waktu itu suka merasa nggak pede  kalau ke pasar tradisional pakai kacamata gelap wkwkwk. Padahal nggak gelap-gelap amat sih… pede-nya yang masih gelap hahaha.

Waktu berlalu, dua kacamata tersebut sama-sama sudah mulai lelah. Keduanya sama-sama tak memberikan kenyamana paripurna saat saya gunakan. Haha, dipaksa kerja rodi sih.. Makanya lelah…

Sudah sekitar empat tahun dari sejak pembelian terakhir, wajar banget sih kalau sudah harus ganti. Lha wong, saran waktu penggantian kacamata itu dua tahun, berarti kacamata saya sudah expired 100 persen. Terus, saya punya kebiasaan memakai kacamata di atas kepala saat tidak digunakan untuk melihat. Akibatnya gagang kacamata cepat longgar. 

Intinya…. sudah harus ganti kacamata!

Suami saya  mengatakan, “ya sudah ganti aja toh…” (maksudnya langsung ke optik dengan pembayaran pribadi).

Namun, jiwa #emakirit yang suka penghematan biaya plus jiwa  #emakblogger yang pengin sharing membuat saya berniat  untuk menggunakan fasilitas BPJS. Mana tahu, nanti cerita ini bermanfaat.

Btw, teman_DW sudah tahu kan kalau di BPJS ada fasilitas kacamata (tentunya kacamata untuk membantu penglihatan ya,  bukan kacamata fashion).  Atau ada teman_DW yang baru tahu tentang itu? Nggak masalah. Semua yang tahu awalnya juga dari tidak tahu kan?

Sebelumnya saya hanya selintas dengar saja kalau ada fasilitas kacamata di BPJS. Namun, karena merasa belum butuh ganti kacamata, saya tidak pernah mencari tahu detailnya. Well…ketika tiba masa merasa butuh, auto cari-cari info dong. Sudah pasti, tempat mencari info paling praktis adalah dengan mengetik di mesin pencari. Melansir dari detik.com yang ada di pejwan, biaya yang ditanggung BPJS untuk klaim kacamata adalah sebagai berikut : 

●Hak rawat kelas 1 : Rp 330.000

●Hak rawat kelas 2 : Rp 220.000

●Hak rawat kelas 3 : Rp 165.000

Biaya kacamata ini sudah naik 10 persen dari nilai sebelumnya yang sebesar Rp 300.000 (kelas 1), Rp 200.000 (kelas 2), dan Rp 150.000 (kelas 3). Note : artikel ini dibuat pada Juni 2023, biaya kacamata bisa jadi berubah di tahun-tahun selanjutnya.

Adanya batas biaya di atas bukan berarti pengguna BPJS hanya bisa menggunakan kacamata seharga itu. Pengguna BPJS bisa saja mengambil kacamata yang lebih mahal, dengan ketentuan membayar sendiri kelebihan biayanya (jadi, biaya dari BPJS ini berupa subsidi gitu lho..). 

Apakah kalau ambil kacamata yang lebih murah bisa dapat sisa uang cash? Saya nggak cari infonya sih..Tetapi secara logika kok kayaknya enggak ya..Lagian, dengan duit segitu, masih ada yang lebih murah? Kalau di toko online sih mungkin ada. Tapi klaim kacamata BPJS kan tidak bisa dilakukan di sembarang toko optik melainkan hanya di toko optik rekanan.

Syarat dan Cara Mendapatkan Kacamata

Wokeee…ketentuannya sudah dapat nih, lanjut bagaimana syarat dan cara dapat kacamatanya. Seperti biasa, yang namanya BPJS tentu harus ke fasilitas kesehatan tingkat I dulu (kecuali kondisi tertentu/gawat darurat). Periksa mata minus/plus tentu bukan situasi gawat dong… Jadi, wajib ke Faskes I untuk mendapatkan surat rujukan.

Setelah pindah ke Makassar, saya memindahkan Faskes I saya ke Klinik Farida Sehat di Jalan Hertasning. Pindah Faskes bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi JKN - Mobile. Haha..dari dulu mau buat artikel tentang pindah faskes tapi belum jadi-jadi.. Gajelas banget emang..

Saya pilih klinik ketimbang Puskesmas dengan pertimbangan antrean. Sebelum memindahkan Faskes I, saya sempat datang ke sebuah puskesmas untuk vaksin Covid. Di saat itu, saya melihat antrean pasien (yang bukan mau vaksin). Ya ampun, antrenya segitu panjang…yodah saya pilih klinik saja sebagai Faskes I saya dan keluarga.

Oh ya, walapun pindah Faskes, kartu BPJS nggak harus ganti yaa.. Pada kartu BPJS saya -yang cuma hardcopy dilaminasi- masih tertulis Faskes I di Medan. Kartu boleh lama,  yang penting nomor BPJS-nya masih terbaca jelas. 

Saya kurang tahu deh, bisa tidak periksa ke Faskes tanpa kartu melainkan hanya menyebutkan nomor kepesertaan yang tercantum di aplikasi? Atau tetap wajib bawa kartu dengan alasan kepastian pemilik kepemilikan? Teman_DW yang tahu jawabannya bisa tulis di komen yaaa…Terima kasiih.

Saya datang ke klinik pada Kamis (8 Juni 2023) sekalian untuk periksa Elo yang bumpet hidungnya. Oh ya, di klinik itu hanya ada dokter umum dan dokter gigi. Untuk periksa Elo jelas ke dokter umum, sedangkan untuk rujukan saya cukup dilayani staf di bagian pendaftaran.  

Ini pengalaman pertama saya minta surat rujukan ke Faskes I. Saya pikir akan dikasih surat rujukan dalam arti harfiah berupa kertas gitu yaaa.. Ternyata saya sangat kudet sodara-sodara. Tak seperti saya duga, rujukan dari Faskes I sudah online, paperless gitu…  praktis dan ramah lingkungan yak..

Staf klinik membacakan nama-nama Faskes II (rumah sakit) yang menjadi tujuan rujukan periksa mata. Dari sekian nama Faskes II, saya langsung memilih JEC Corbita di Jalan A.P Pettarani dengan pertimbangan kedekatan jarak. Selain itu saya pernah ke sana waktu menemani BJ periksa mata. 

Setelah staf klinik menyelesaikan proses rujukan, di aplikasi JKN saya ada surat rujukan yang terdapat di menu Pendaftaran Pelayanan (Antrean).


Sepulang dari klinik, saya melanjutkan proses rujukan dengan mengklik menu Ambil Atrean di atas. Pada aplikasi akan tampil pilihan hari-tanggal serta dokter, seperti ini :


Jika tidak ada kendala, kita tinggal datang ke Faskes II sesuai pilihan jadwal. Mudah kan cara untuk mendapatkan rujukan kacamata….

Saat ini saya sudah dapat kacamaya barunya lhoo...Namun,  proses pemeriksaan di Faskes II dan pengambilan kacamata saya tulis tersendiri di SINI. Soalnya, kalau ditulis di sini, sudah pasti bakalan kepanjangan. Kalau masih mau baca bisa klik ke sebelah yaaa...Terima kasih sudah membaca.


30 komentar untuk "Cara Mendapatkan Surat Rujukan untuk Klaim Kacamata BPJS"

  1. Baru tahu tentang kacamata BPJS, bisa banget ini dimanfaatkan soal kesehatan apalagi mengurus surat rujukannya lumayan. Keuntungannya dari pelayanan BPJS pun sangat membantu, terima kasih informasinya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Mba Nisa. Iya, gampang ngurus rujukannya. Memang lebih repot sih kalo dibandingkan beli langsung di optik. Tapi ya namanya mau hemat.

      Hapus
  2. Baca cetita di posyingan ino koq rasanya bunfa juga punya ctita nih tentang kcmt yg sfh hampir 5 tahin dipake dan lensa udah acakadut karena dibarengi dengan katarak. Daftar di RS tujuan harus online dan sulitnya bukan main gak pernah bisa nyangkut sll dikasih musik sampe menghabiskan pulsa 200ribuan gak pernah berhasil. Akhirnya batal periksa mata masa berlaku rujukan hampir habis. Lhooò koq jd bunda yg curcol ya hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuh...sampai pulsa 200ribuan tetap tidak masuuk? Hampir senilai kacamata bpjs kelas dua itu bunda.. :(

      Hapus
  3. Udah pernah tahu kalau bisa klaim kacamata pake BPJS tapi blom pernah nyoba sih. Dan emang ternyata gampang kok yha kaga ribet. Bisa banget nih dipraktekkinnn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prosedurnya gampang..tp praktik di lapangan emang beda2 sih mbak..

      Hapus
  4. Ngomong-gomong soal ganti kaca mata, saya juga udah niat ganti tapi belum kesampaian. Saya juga kaca matanya sudah 4 thn an. Padahal ya, saya juga ditanggung sama kantor untuk biaya kesehatan, termasuk beli kaca mata.

    Soal ganti kaca mata pakai BPJS sudah tahu dari dulu, tapi baru tahu nih caranya. Hehehe. Bisa dicoba nih buat yang mau ganti kaca mata, tapi kudu hemat biaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa klaim double tu mba..yg bpjs maupun yang kantor. Lumayan kan buat gonta-ganti hehehe

      Hapus
  5. Nah, iya tahun ini rujukan kacamata lewat BPJS sedikit beda, tahun lalu masih dari faskes langsung ke optik. kalo sekarang beda yah, aku justru suka yang treat tahun ini, jadi bisa ketemu dan konsul ke dokter matanya baru memutuskan mau pake kacamatanya atau memilih kacamata kayak apa.

    BalasHapus
  6. Ada temanku yang juga gunakan BPJS untuk membeli kacamata, mba. Membantu banget ya apalagi kebutuhan penggunaan kacamata ini menjadi semakin penting. Baca ini ingatkan aku untuk juga segera ganti kacamata

    BalasHapus
  7. Saya taunya agak telat. Ketika udah punya kacamata, baru tau bisa pakai BPJS. Mungkin kapan-kapan deh pakai BPJS. Paling gak untuk anak saya. Kacamata mereka lebih sering patah hehehe.

    BalasHapus
  8. Iya, Pembelian kacamata dengan BPJS ini jadi semacam subsidi, lumayanlah ya penghematannya.

    Saya sendiri sampai sekarang baru sekali menggunakan kartu BPJS (eh kartu saya masih ASKES), saat melahirkan anak ke 3 (2016). Sama petugas kliniknya saat itu saya cuma nyerahkan kartu saja.

    BalasHapus
  9. Aku sudah tahu kapan hari karena ada yang cerita juga. Jiwa Emak-emak ya, kalau bisa ngirit, kenapa tidak? Kalaupun mau yang agak mahal, lumayan juga subsidinya

    BalasHapus
  10. thanks for all the tips dan juga langkah-langkhanya ya mba. Akan sangat membantu banget buat mereka yang mencari kacamata dengan menggunakan skema BPJS

    BalasHapus
  11. wah baru tahu mbak. selama ini aku kalo ganti kacamata langsung aja ke optik,
    sebagai pasien BPJS bisa nih aku cobain, kebetulan kacamata juga udah longgar dan burem
    makasih ya infonya

    BalasHapus
  12. Baru tahu saya ternyata bisa bikin rujukan buat ganti kacamata dengan BPJS. Saya pikir penggantian kaca mata ini tidak ditanggung BPJS ternyata bisa ya bikin surat rujukannya dulu ke faskes BPJS

    BalasHapus
  13. Kemarin suamiku juga periksa ulang buat ganti kacamata. Enggak pake ribet alhamdulilah. Aku kayanya juga perlu ganti kacamata baru nih, cuma belum sempat sempat juga nih ngurus rujukannya hihihi, emak emak rempong.

    BalasHapus
  14. penah 1x ngurus kaca mata pakai BPJS terus tahu kacanya gak dapat yang sesuai dengan keinginan dan lama antrinya, aku pilih beli sendiri jadinya. Besok2 cobain ah pakai BPJS.

    BalasHapus
  15. Aku baru tau loh kalau ternyata BPJS juga bisa untuk rujukan kacamata. Sebenarnya ini hampir sama kayak asuransi yang aku pakai, kelebihannya ditanggung sendiri. Makasih ya mbak untuk infonya.

    BalasHapus
  16. Iya kemarin ibukku juga ganti kacamata pakai BPJS kak.. alhamdullilah mudah juga cara claimnya jadi lebih hemat ya...

    BalasHapus
  17. Kalau tahu caranya, mengurus klaim kacamata di bpjs itu mudah ya mbak
    Aku pernah sekali klaim kacamata di bpjs

    BalasHapus
  18. Udah lama dengar bisa bikin kacamata pakai BPJS tapi baru kali ini paham detailnya. Kebetulan nih aku juga lagi butuh sekali mau ganti kacamata.
    Makin mudah juga utk memindahkan faskes ya mbak. Soal rujukan juga aku pikir surat2 gtu eh gak taunya serba online, bagus banget ya udah sistemnya. Thanks sharingnya.

    BalasHapus
  19. Aku baru tau, kak Liiss..
    Sebagai geng berkacamata ((eaa,,, uda nge-geng aja kitaa..)) aku baru tau kalo idealnya mengganti kacamata tiap 2 tahun sekali.
    Biasanya frame kacamata mah so so ya,, namanya kenyamanan ini penting. Tapiii kacanya nih.. apalagi dengan minus yang terbilang gak sedikit atau ada silindernya. Nah, ini makin complicated dan makin pricey.

    Kalau ditanggung BPJS, hamdalah banget.

    BalasHapus
  20. Wah, perlu dicoba ini. Selama ini beli pribadi buat baca

    BalasHapus
  21. baruuu aja Baku baca di rumah sakit kalau sekarang kartu JKN-KIS bisa digantikan dengan KTP. Jadi ... saat menyebutkan nomor bisa pakai NIK aja itu otomatis tersambung ke JKN-KIS alias BPJS ini. Eh tapi ini aku baca di flyer ya, entah penerapan di lapangan gimana.

    BalasHapus
  22. nah iniii.. suamiku tempo hari mau coba pakai bpjs untuk ganti kacamata, tapi belum sempat diurus, takutnya yang diklaim hanya lensanya saja :D soalnya pilihan frame suamiku agak pricey xD

    BalasHapus
  23. Saya pernah juga manfaatin bpjs untuk beli kacamata anak saya beberapa tahun yang lalu... Lumayan ya...

    BalasHapus
  24. Wah, aku baru tau kalau kacamata juga dicover BPJS lho, yaampun informasi bermanfaat banget ini. Tapi tetap harus melalui faskes I dulu ya untuk pemeriksaan awal dan ikuti tahap selanjutnya untuk mendapat kacamata yang dicover BPJS ini.

    BalasHapus
  25. Pengen nih ganti kacamata pake bpjs tapi males antri ke rs rujukannya. Pernah dpt rujukan ke rs, antinya lumayan harus pas waktunya lenggang

    BalasHapus
  26. Alhamdulillah saya dapat jatah kacamata dari kantor dan BPJS, jadi biasanya ga nambah lagi. Ambil yg agak mahal, hahaa...

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)