DIY Pot Botol dengan Selotip

  •  



Pandemi Covid-19 menjadikan kegiatan bertanam sebagai salah satu tren. Banyak waktu di rumah, bertanam menjadi salah satu hiburan. Saya sendiri, sejak dulu sudah suka bertanam. Itu juga salah satu faktor pendorong masuk fakultas pertanian. Namun, jalan hidup terlukis lain. Usai kuliah, saya turut dalam rombongan orang yang salah jurusan.  

Menabung Emas Mulai Rp 100, Bisa Kok

 




Beli emas Rp 100? Ah MASAAAA SIIIH???

Di masa saya kecil, uang Rp 100 (cepek) memang masih cukup berharga. Saat SD,  Rp 100 sudah dapat jajan banyaaak. Bahkan, saat awal kuliah, tinggal menambah Rp 100 untuk ongkos naik bus DAMRI tingkat yang saat itu masih Rp 200 sekali jalan.  

Hmmmh..ternyata pengalaman akan nilai uang bisa jadi salah satu penanda umur ya..^-^

Drama Menabung Emas

 

pic by pixabay

Sudah lamaaa saya tidak menulis dengan label duwit. Nah, beberapa hari ini teringat lagi gojekan* yang sudah berulang-kali saya lontarkan, yakni tentang (e)mas. Bahwasanya “simpanan” emas saya itu buanyaaak, kalo ditotal sudah lebih dari satu kuintal.

Horang kayaaaah....

Pulih, Perjalanan Bangkit dari Masalah Kesehatan Mental

 



........Pagi ini, menghadapi anak perempuanku yang bangun tidur lalu rewel membuatku naik pitam untuk kesekian kalinya. Anak kelas dua SD ini mengujiku lagi. Aku pun gagal lagi. Ibu macam apa aku ini? Aku menyetir mobil dengan amarah. Aku membawa kedua anakku melaju kencang dengan mobil manual yang mulai akrab kupakai beberapa bulan terakhir.

“Bunda tabrakin mobilnya ke mobil depan situ,” teriakku lantang di dalam mobil sambil menunjuk  mobil di depanku, tanpa mengganti persneling yang membuat deru mobil menggeram, menyeramkan.

(Pulih, halaman 1-2)

Cogelo Ergo Sum*

 

Bunda,

Kenapa mata ada dua?

Kenapa bulan bisa berjalan?

Kenapa kanguru kakinya dua?

Kenapa kucing kakinya empat?

Kenapa foto itu ada di kertas?

Kenapa kipas angin itu baling-balingnya selalu bergerak?