DIY : Bingkai Foto "Ecobrick"

pic by energir.com



Ini postingan yang sudah beberapa minggu ngendon di draft. Bukan karena tulisan nggak kelar-kelar. Tapi karena, entah kenapa tampilan postingan ini kacau balau nggak seperti biasanya. Beberapa aline ter-blok sampai nggak bisa dibaca, bahkan ada bagian tulisan yang tumpang tindih dengan tayangan iklan. Semua itu belum tercover dengan level kemampuan ngeblog saya yang masih saja unyu-unyu :D. Sempat konsultasi ke partner saya, solusi paling gampangnya memang tulis ulang.

DIY : Permak Bingkai Foto



pic by pixabay

Sudah lama nggak nulis dengan label DIY alias Do It Yourself. Padahal, dalam beberapa waktu ini, ada beberapa  benda yang aku kerjain, baik bikin dari nol maupun sekedar permak. Salah satunya adalah permak bingkai foto! Ceritanya, tempo hari aku beli segulung wallpaper yang tujuan utamanya bukan untuk memaperi (halah, istilah yang maksa!) dinding melainkan untuk melapisi rak kayu. Karena yang butuh dilapisi nggak terlalu luas, akhirnya segulung wallpaper itu masih sisa. Jadilah sisa wallpaper itu yang aku gunakan untuk permak bingkai foto.

Tiga Per Empat Beres Urusan Pilpres


Hasil gambar untuk ayo memilih 2019
maskot pemilu 2019 (grid.id)


Ini sambungan dari tulisan “Setengah Beres Urusan Pilpres”yang aku post beberapa waktu lalu. Weideih, urusan pilpres kok kayak kredit, pakai dicicil-cicil. Tempo hari setengah dan kini tiga perempat.  Ya karena buatku urusan ini memang belum lunas. Cicilannya baru selesai  nanti di 17 April, ketika jari sudah tercelup tinta biru.

Dumbo, Gajah Kecil yang Bisa Terbang




Judul  di atas memang terinspirasi dari “Babi Buta yang Ingin Terbang,” yakni sebuah film produksi tahun 2008. Sudah lewat satu dekade tapi aku masih saja ingat judul tersebut. Padahal, aku nggak nonton filmnya lho. Aku hanya membaca resensinya di berbagai media. Mungkin karena bagiku kalimat “babi buta yang ingin terbang” itu terasa unik, makanya aku masih saja ingat.

Antara Saya, Aku, dan Gue


pic by Samsung Gallery


Bulan kemarin aku membuat perubahan dalam tulisanku. Secara teknis bukan perubahan besar sih. Hanya sekedar mengubah kata ganti subyek, dari biasanya menggunakan “saya” menjadi “aku”. Secara teknis memang bukan hal besar, tapi buatku ternyata lebih dari sekedar pergantian kata. Ada proses yang aku lewati hingga sampai pada keputusan itu. Jadi, ceritanya ini tuh merumitkan sesuatu yang seharusnya sederhana. Semacam, orang lain sudah sampai ke bulan, aku masih saja ribet di halamanšŸ˜…