Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Dee dan Zee

Gambar
Sebenarnya, aku agak ragu menuliskan ini. Aku khawatir yang bersangkutan tidak berkenan, sementara aku segan meminta izin. Jadi, jalan tengahnya, aku menyamarkan nama dan tempat kejadian saja. Yang terpenting adalah pelajaran yang bisa aku (dan mudah-mudahan kita) ambil dari peristiwa ini. 

Akhirnya, Dia Bisa Bicara!!

Gambar
Si bungsu kami, Elo, bisa dikatakan terlambat bicara. Tahun lalu, saat ulang tahun yang kedua, Elo belum mengucapkan satu pun kata yang sempurna. Jangankan sempurna, penggalan kata yang merujuk ke satu kata utuh pun belum. Padahal, lazimnya anak-anak di usia tersebut sudah bisa bercerita meski dengan kalimat pendek dan kosakata sederhana.

Salam Template

Gambar
Menulis ini sebagai “perayaan” karena berhasil menemukan solusi dari persoalan template blog. Saya yakin, template adalah persoalan mudah bagi buanyaak blogger lainnya. Tapi buat saya, template sempat jadi masalah yang bikin saya mau menyerah (trus terngiang lagunya D’Masiv deh. Jangan menyerah..jangan menyerah...uoouoo).
Meski sudah mulai ngeblog dari bertahun-tahun silam (sampai malu nyebutin angkanya), blog saya nggak juga berkembang. Kalau mau diurai, bisa deh masalahnya terburai dari A to Z. Tapi intinya sih, nggak konsisten menulis. Ketidakkonsistenan yang tak semata karena masalah teknis, tapi juga mental. Eh, menulis butuh mental gituh? Buat saya sih iya. Kadang kebanyakan mikir mau nulis sesuatu. Eh, ujungnya jadi nggak Pe-De (percaya diri) trus nggak jadi nulis. Pun saya sempat bikin blog-blog yang lain hingga akhirnya memilih CLBK dengan blog ini. Tapi, di sini pun saya sering stagnasi. Ibaratnya, orang Amerika sudah ke bulan, saya ke Amerika saja belum.

Selamat Tinggal Catatan Bakul Lombok

Gambar
Sejak jadi ibu-rumah-tangga (kurang lebih delapan tahun lalu) saya sok-sok berniat mencatat keuangan rumah tangga. Dalam idealita saya, catatan keuangan itu pentiiing. Sebab, tiadanya catatan berpotensi menimbulkan kekagetan demi kekagetan. Kaget yang bisa muncul dalam aneka varian ekspresi tapi kurang lebih intinya seperti begini : “kok duit cepet banget habis sih, buat apa aja ya?” 
Ada yang suka kaget macam begini?? Boleh ngacung sambil senyum. Percayalah, kamu nggak sendirian #HoreeBanyakTemannya 😀. Sewaktu masih lajang, saya nggak merasa penting punya catatan. Duit sendiri, dipakai sendiri, suka-suka lah ya... Tapi setelah memutuskan jadi stay-at-home-wife, rasanya butuh catatan itu. Ecek-eceknya menteri keuangan, idealnya punya dokumen buat laporan ke presiden hahaha.