09/02/17

Bunda atau Mama?

Tetiba saya kepengin dipanggil dengan sebutan berbeda oleh anak-anak. Kalau anak pertama memanggil saya dengan sebutan "bunda", bolehlah anak yang kedua ini pakai panggilan "mama."

Haha, keinginan yang iseng. Nggak ada urgensinya sama sekali. Cuma sekedar kepengin aja. Rasanya unik saja kalau anak-anak memanggil ibunya dengan sebutan yang berbeda-beda.

Dulu sih pernah bercanda sama Ale, gimana kalau ganti panggilan ke saya dari bunda ke mama? Tapi Ale nggak mau. Mungkin sudah terbiasa, jadi telanjur nyaman.

Kemarin keinginan iseng itu tetiba muncul gara-gara Elo yang sampai sekarang belum bisa mengucap kata bunda. Elo ini memang agak terlambat bicara (speech delay). Di usianya sekarang (2,4 bulan), kosakata yang jelas baru "ayah" (dan ayahnya jadi senang banget karenanya). Di mulut Elo, nama abangnya -Ale- menjadi Ai. Sementara bunda menjadi Awa. Jauh banget ya....

Bahkan bagi batita dengan kemampuan bicara normal pun, kata bunda tak akan menjadi kata pertama yang bisa diucapkan dengan sempurna. Saya lupa sih, dulu bagaimana proses Ale bisa mengucap kata bunda dengan pas. Saya yakin, dia nggak ujug-ujug bisa bilang bunda. (Ah, menyesal nggak menuliskannya :D)

Mama adalah kata yang mudah terucap oleh manusia yang sedang belajar bicara. Dan memang kok, Elo bisa bilang "mama".

Tapi si ayah BJ tak mengizinkan panggilan yang berbeda ini. Katanya, ntar Elo bingung. Kemarin-kemarin bunda, kok sekarang mama? Abangnya panggil bunda, kok aku panggil mama?

Alasan yang masuk akal. Jadi, sudahlah, keinginan untuk punya panggilan berbeda itu saya sudahi saja. Tak urgent juga ^_^

Lagipula anak-anak itu sering unik. Sebagian mereka justru ada yang berinisiatif sendiri mengubah panggilan ke orangtuanya karena alasan-alasan yang kocak. Seperti anak seorang kawan yang semula memanggil "ibu", tiba-tiba berubah memanggil "mami". Alasan si bocah, mami itu lebih keren daripada ibu. Yang terakhir saya tahu, keponakan saya Iel, yang biasa memanggil kakak saya ibu, kemarin saya dapati dia menggunakan sebutan bunda. Alasan Iel, ibu itu bahasa Jawa, sementara bunda adalah bahasa Indonesia. Haha..

Bunda, Mama, Mami, Simbok, Emak, Umi, Mommy...apapun panggilannya, minumnya tetap.....

#lho????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Unggulan

Hari-hari Menjelang Akadku

pic : www.sewa-apartemen.net Minggu-minggu ini, aku dan Mas J semakin mendekati hari akad. Jadwal pastinya sih belum ada. Tapi kalau...

Postingan Terpopuler