18/02/17

Solusi (Atau Bukan?)


#Menepati janji  kemarin lusa untuk menulis tentang solusi atas situasi “garing” akibat diet HP.

   

Lihat gambar gadget di atas... ada yang pernah punya? Pernah pakai? Atau bahkan sekarang masih pakai? HP QWERTY yang terbilang keren pada masanya. Cukup mampu membetot perhatian para pengguna gadget, sehingga sampai mendapat sebutan “HP sejuta umat.”  Harga beli waktu itu tak jauh beda dengan harga beli HP android saya. Sekarang kalau dijual, Nokia ini laku berapa yah? Pasti sudah jatuuh banget dari harga belinya.

Maka itu, meski sempat beralih ke Blackberry dan android, si hitam mungil ini nggak saya jual. Mungkin karena itu gadget yang cukup lama saya pakai, jadi ada keterikatan, jadi ada rasa sayang untuk melepasnya, baik untuk dikasihkan maupun dijual.

Lagipula, kondisinya memang sudah kurang oke. Kotak kemasan sudah nggak ada, fisik barang sudah lecet, juga sudah sering mati sendiri walaupun baterai sudah diganti baru dan dalam kondisi penuh. Di masa Elo kecil, ini adalah HP yang banyak merekam foto-foto maupun videonya. Juga HP yang sering dia banting. Jadi, masih bisa menyala itu sudah suatu prestasi tersendiri.  Kalau dia sudah kurang oke, ya wajar lah. Pasti dia sudah lelah ^-^

Sebenarnya sebelum kembali memakai si Nok ini, saya juga sudah pakai dua gadget. Satu android, satu lagi Blackberry Curve yang tidak diisi paket BB. Pakai BB sekedar untuk telepon dan SMS kalau-kalau si android lagi dipakai bocil. Pakai dua gadget bukan karena sibuk atau gaya-gayaan (toh juga HP jadul semua hehehe). Terlebih si HP android sebenarnya sudah dual SIM. Tapi ya karena itu tadi, si HP android sering dipakai bocils.

Eh, kok ya ndilalah si BB ilang...

Beli HP baru lagi? Duh, rasanya kok sayang budgetnya. Karena dibilang penting ya penting, dikata nggak penting juga memang nggak terlalu penting. Keputusannya, pakai lagi si hitam yang kemarin-kemarin sudah tidur manis di laci. Hari-hari siang tanpa di android membuat saya berpikir untuk kembali internetan pakai Nokia. Coba-coba kembali install whatsapp dan opera mini, juga cek sambungan WLAN-nya. Eh ternyata masih oke.. Cuma masih sering mati sendiri nih.. Jadi saya niatkan untuk menservisnya. Tapi sebelum itu, HP kembali dikembalikan ke factory setting. Begitu dimasukkan ke tukang servis, dia bilang HP ini baik-baik saja. Nggak ada error sama sekali. Dan memang betul, kok jadi nggak pernah mati-mati sendiri lagi. Mungkin karena disetting pabrikan itu yah..

So far so good sih. Entah ini solusi atau justru akan menimbulkan masalah baru. Jangan-jangan nanti saya jadi keasyikan online sampai-sampai sama saja dong, nggak bisa kasih contoh membatasi pemakaian gadget sama anak-anak. Tapi, sejauh ini sih rasanya masih jadi solusi. anak-anak nggak pengin merebut si HP. Tapi, saya juga tak bisa terlalu asyik online karena gadgetnya nggak secanggih android. Setidaknya masih bisa lah sedikit-sedikit browsing (kebanyakan browsing ga bakalan nyaman karena tampilan layar yang terbatas). Setidaknya juga masih bisa juga chatting via Whatsapp (hanya sampai Juni nanti :D) meski hanya dengan orang-orang dan grup tertentu. Di nomor WA satunya, saya masih seorang silent reader dan slow responder 😀
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Unggulan

Hari-hari Menjelang Akadku

pic : www.sewa-apartemen.net Minggu-minggu ini, aku dan Mas J semakin mendekati hari akad. Jadwal pastinya sih belum ada. Tapi kalau...

Postingan Terpopuler