Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Penjelasan Paling Gampang Tentang Reksadana

Gambar
Walaupun sudah dua kali posting dengan topik reksadana, tapi saya malah belum pernah membuat tulisan tentang "apa itu" reksadana". Soalnya merasa belum punya kapasitas untuk menjelaskan, dalam level paling basic sekalipun. Tapi cukup sering, saat ngobrol sama temen, mereka bener-bener sama sekali belum mengerti "mahluk macam apa sih reksadana" itu? Dan beberapa waktu lalu, saya ikut Bareksa Fund Academy, yakni kelas online (di Whatsapp) bertema penjelasan dasar reksadana. 
Buat temen-temen yang tertarik ikut kelas Whatsapp dengan Bareksa, tinggal klik aja Bareksa.com. Cari deh menu Bareksa Fund Academy lalu isi data-data. Nanti kita akan dikirimi email konfirmasi dan nomor Whatsapp kita akan diundang ke kelas tersebut. Kelas berisi orang-orang baru yang mendaftar pada periode tertentu. Jadi bukan seperti kita masuk ke grup yang sudah berjalan.

Pengalaman Mencairkan Deposito

Gambar
Beberapa bulan lalu saya mencairkan depositosaya di Bank BCA. Saat ini, saya juga sedang dalam proses mencairkan deposito di bank Mandiri. Tampak keren ya punya deposito sampai dua biji. Padahal isinya mah minimalis semuaπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ
Yang penting kan pernah punya deposito, jadi bisa cerita berdasarkan pengalaman. Kalau dianggap pamer pasrah aja, niatnya bukan begitu ^_^ Saya membuka dua rekening deposito tersebut sa

Pengalaman Membuka Rekening Deposito

Gambar

Solusi (Atau Bukan?)

Gambar
#Menepati janji kemarin lusa untuk menulis tentang solusi atas situasi “garing” akibat diet HP.

Diet HP (Part 2)

Gambar
Saya dan suami bukan tipe orangtua yang "mengharamkan" anak-anak pegang gadget. Bagaimanapun, ada hal-hal positif yang bisa didapatkan anak-anak dari gadget. Tapi kami juga sepakat bahwa harus ada batasan bagi anak-anak dalam menggunakan gadget. Makanya, sejak beberapa bulan lalu, kami sudah memulai "diet HP". 

Namanya "diet", selalu berhubungan dengan "menahan diri", ya kan? Nah, ini jadi tantangan banget buat kami yang sudah terbiasa asik gadget-an. Padahal, menjadi orangtua adalah soal keteladanan. Nggak fair kan kalau kami teramat membatasi anak-anak bermain gadget, sementara kami sendiri asik gadgetan di depan mereka? Nggak perlu mengarahkan jari telunjuk ke orang lain, kami pernah (atau sering?) melakukan kesalahan ini. Bahkan program "diet HP" ini dulu awalnya juga dari kesadaran akan kesalahan tersebut.

Baca : Diet HP
Tapiiii... (ihiks...ada tapinya nih...), layaknya diet makanan yang tak selalu berhasil. Diet HP kami naik turun, …

Bunda atau Mama?

Tetiba saya kepengin dipanggil dengan sebutan berbeda oleh anak-anak. Kalau anak pertama memanggil saya dengan sebutan "bunda", bolehlah anak yang kedua ini pakai panggilan "mama."Haha, keinginan yang iseng. Nggak ada urgensinya sama sekali. Cuma sekedar kepengin aja. Rasanya unik saja kalau anak-anak memanggil ibunya dengan sebutan yang berbeda-beda.Dulu sih pernah bercanda sama Ale, gimana kalau ganti panggilan ke saya dari bunda ke mama? Tapi Ale nggak mau. Mungkin sudah terbiasa, jadi telanjur nyaman.Kemarin keinginan iseng itu tetiba muncul gara-gara Elo yang sampai sekarang belum bisa mengucap kata bunda. Elo ini memang agak terlambat bicara (speech delay). Di usianya sekarang (2,4 bulan), kosakata yang jelas baru "ayah" (dan ayahnya jadi senang banget karenanya). Di mulut Elo, nama abangnya -Ale- menjadi Ai. Sementara bunda menjadi Awa. Jauh banget ya....Bahkan bagi batita dengan kemampuan bicara normal pun, kata bunda tak akan menjadi kata pertama…

Kehilangan Sekali Lagi

Satu lagi seorang kerabat pergi. Pergi jauh kepada keabadian. Kemarin, Rabu (8/2), salah seorang Oom saya dipanggil Tuhan. Dan lagi-lagi, karena jauhnya jarak, saya tak bisa datang langsung untuk turut mengantar kepergiannya yang terakhir. Hanya bisa berdoa dari sini, untuk beliau serta bulik, dan sepupu-sepupu saya, keluarga yang ditinggalkannya.Ini salah satu konsekuensi tinggal jauh dari keluarga besar. Setiap ada kabar duka (ataupun suka), sebagian besar hanya bisa kami respon dengan ucapan dan doa dari jauh. Datang langsung jelas menuntut perhitungan waktu dan dana. Perhitungan yang hasilnya nyaris akan selalu condong pada jawaban "tidak bisa hadir." Ya sih, mereka juga maklum. Medan dan kampung halaman saya  memang masih satu Indonesia. Tapi toh, sudah terasa jauh. Faktanya, dari Jogja, terbang langsung ke Medan butuh waktu kurang lebih tiga jam. Sementara Jogja - Singapura (yang sudah luar negeri) hanya perlu waktu sekitar dua jam. Dengan situasi keuangan kami, jadwal…

Elo Sakit Apa? #NulisLagi

Elo sakit apa?
Itu pertanyaan-pertanyaan yang mampir di kolom komentar facebook ketika beberapa waktu lalu saya post foto Elo yang masih diinfus di bed rumah sakit. Statusnya sendiri memang nggak jelas sih...nggak lengkap 5W+1H ala caption foto jurnalistik πŸ˜ƒ. Terlebih itu status pertama setelah berminggu-minggu nggak nyetatus (belakangan saya memang jarang fesbukan -sementara akun media sosial lain yang saya punya tak aktif sejak lama).
Jadi, sudah nggak jelas, tampak "ujug-ujug" pula. Nggak sedikitpun status-status sebelumnya yang bisa menjadi prolog dari kejadian sakitnya itu. Jadi cerita yang agak panjangnya di sini aja deh. Mana tahu teman-teman yang saat itu tanya dan saya jawab singkat-singkat sempat baca. Memang ini a very-very latepost sih... tapi berhubung sudah saya tulis dari beberapa hari lalu (dan nggak kelar-kelar), sayang kalau nggak jadi buat menuh-menuhi blog😼😼😼😼
Jadi, pada zaman dahulu .....
Eh, bukan begitu yaaak prolognya ^_^. 
Jadi begini ceritanya : (b…