23/08/16

Lemari Baju dengan Wallpaper untuk Penyekat Ruangan

Hasil gambar untuk wallpaper murah dan bagus
gambar : www.lensarumah.com


Terbilang jarang membaca tentang desain interior, dekorasi, atau apapun itu yang berhubungan dengan penataan ruangan membuat saya selama ini berpikir kalau wallpaper itu pasti mahal. Bagaimana tidak, ruangan dengan dinding ber-wallpaper biasanya berkaitan dengan "harga (lebih) mahal". Katakanlah, dinding wallpaper itu biasanya ada di klinik dokter spesialis bukan di puskesmas. Atau, wallpaper itu mudah di temukan di restoran bukan di warung pinggir jalan. Terus..kalau di rumah-rumah pribadi, biasanya rumah mewah dong yang pakai wallpaper, bukannya rumah sederhana. Seperti gambar rumah di atas, itu rumah mewah atau sederhana?

Tapi persepsi itu berubah beberapa waktu lalu gara-gara kebutuhan kami akan penyekat ruangan. Di rumah (kontrakan) baru ini, pembagian ruangan tergolong simpel. Lebar sekitar tujuh meter dibagi dua memanjang. Sisi kanan untuk teras, tiga kamar, dan satu kamar mandi. Sedangkan sisi kiri memanjang "blong" tanpa sekat dari ruang tamu hingga dapur. Dengan panjang sekitar 15 meter, sisi kiri ini hanya terbagi untuk teras, ruang yang memanjang itu, dan ruang cuci-jemur di belakang.
Lihat : Cerita Pindahan

Plusnya, tanpa sekat memang membuat ruangan itu terasa lega, apalagi langit-langit rumah tergolong tinggi. Minusnya, jika pintu depan tidak ditutup, seluruh aktifitas di ruangan itu akan terlihat dari luar. Padahal, kalau pintu ditutup terus, nggak nyaman juga rasanya. Memang sih agak terbantu oleh pintu kasa besi yang agak mengaburkan pandangan dari luar. Tapi bagaimanapun rasanya tetap lebih baik kalau ruangan itu disekat.

Jadilah beberapa minggu itu saya dan suami sama-sama berpikir tentang sekat ruangan. "Membangun" dinding, baik dari bata maupun papan jelas bukan pilihan (karena ini rumah kontrakan, mau membuat perubahan yang ekstrim mesti konsultasi sama empunya rumah). Sempat berpikir untuk membeli rak kayu, sehingga bisa dobel fungsi, untuk sekat dan tempat barang-barang. Sampai jalan-jalan deh ke Informa untuk lihat-lihat rak. Mana tahu ada yang cocok atau ada yang bisa dicontek modelnya. Sempat juga menyambangi beberapa toko perabot rotan melihat sekat ruangan di sana.

Tapi, hingga beberapa waktu, kami tak mengeksekusi apapun soal ini. Masih berpikir kalau-kalau ada pembatas yang sehemat mungkin. Rak-rak kayu yang kami lihat, harganya enam digit semua. Masih miring pembatas rotan yang di kisaran harga Rp 600.000 - Rp 900.000. Tapi harga segitu pun kami masih mikir-mikir. Dengan status "kontraktor", selalu berpikir berulang-kali tiap hendak membeli perabot. Sering berpindah rumah memperbesar risiko kerusakan perabotan.

Hingga suatu hari saya bilang pada suami, bagaimana kalau lemari pakaian saja yang dijadikan penyekat ruangan. Kami punya dua lemari pakaian yang saat itu sudah kami tempatkan di kamar cucian (bukan di kamar tidur). Nanti, bagian pintu dihadapkan ke dapur, sementara bagian belakang lemari dihadapkan ke ruang tamu. PR-nya tinggal bagaimana menyiasati bagian belakang lemari supaya pantas tampak dari luar.

Eh, ternyata hari-hari itu suami juga punya pikiran yang sama. Langsung deal deh....

Tentang pelapis bagian belakang, mari kita pikir sama-sama. Sempat terpikir untuk mengecat atau menggunakan kertas kado. Tapi, opsi itu kemudian gugur setelah timbul ide untuk menggunakan wallpaper. Wallpaper cocok untuk bidang yang cukup luas (total ukuran permukaan belakang dua lemari  kami kurang lebih 4,5 meter persegi). Wallpaper juga memiliki beraneka motif. Selain cantik juga lebih praktis daripada menggunakan cat.

Well, mulailah browsing tentang wallpaper. Dan oh mai.....sungguh baru tauuu kalau wallpaper itu tak selalu mahal. Rentang harga wallpaper itu cukup panjang. Yang saya cek di sebuah marketplace : dari mulai Rp 10.000 hingga ratusan ribu per meter. Tentu saja, beda harga yang jauh karena beda bahan dan otomatis beda kualitas. Ada yang musti di-lem sendiri, ada yang sudah include lem (seperti sticker). Motifnya macem-macem : dekoratif, geometris, hingga gambar kartun seperti yang sering saya lihat di klinik dokter spesialis anak.  

Sebelum memutuskan belanja di toko online, saya dan suami memilih untuk lihat-lihat dulu wallpaper di toko offline di Medan. Siapa tahu harganya lebih bersaing. Toko wallpaper di Medan tidaklah banyak, tapi ada-lah beberapa. Jadi customer tidak terpatok pada satu toko saja. Saat itu saya dan suami mengunjungi dua toko, tapi ternyata di sana produk premium semua. Pun pemasangannya harus menggunakan staf dari toko tersebut.

Olaaaa.... opsi beli offline langsung kami coret dan segera belanja online.

Berhubung ini juga "cuma" buat penyekat di tempat tinggal sementara, udah deh kami putuskan yang harga ekonomis saja.  Saya memilih wallpaper gulungan (10 meter persegi) dari sebuah toko online di Surabaya. Walau lebarnya 90 cm, ternyata ongkos - kirim Surabaya - Medan tak terlalu mahal. Total bayar tak sampai Rp 150.000. Berdasar keterangan penjual : bahan non woven dan tahan air (asal jangan dibiarkan terendam). Bentuk wallpaper-nya itu seperti di bawah ini : 

Hasil gambar untuk wallpaper murah dan bagus
gambar : www.rumahminimalis2016.com

     
Beberapa hari dari pembayaran, barang pesanan kami sampai. Tak menunggu lama, langsung deh kami memasangnya di lemari. Berhubung tanpa perekat, kami harus menyediakan lem sendiri. Penjualnya bilang, bisa pakai lem duo serigala (baca : lem fox ^-^). Tinggal gunting sesuai ukuran lebar, lalu rekatkan pada bidang yang sudah dilumuri lem. Ya sih, sepertinya lebih praktis kalau memakai wallpaper tipe stiker. Terlebih dua lemari kami beda sedikit ukuran tingginya. Tapi ya gitu, ada praktis ada harga. Kekurangpraktisan wallpaper ini tertebus harga yang bisa dibilang murah meriah. Jadi seperti ini deh penampakan penyekat ruangan dari lemari pakaian :


tampak dari sisi dapur yang bersatu dengan ruang menonton tivi


tampak dari pintu depan

Lumayanlah...sudah bisa "memisahkan" ruang dan sedikit lebih cantik daripada dibiarkan tanpa pelapis. Dan wallpaper-nya masih sisa banyak loh. Belinya minimal 10 meter persegi (satu gulung), sementara pemakaiannya kurang dari 5 meter persegi. Sisa wallpaper sebagian saya gunakan untuk rak triplek, itu pun masih sisa lagi. Ntar deh dibikin postingan sendiri tentang rak tripleks dengan pelapis wallpaper ini.

Hhmm,,,dengan sedikit trik, menyekat ruangan tak harus mengeluarkan banyak uang :)

8 komentar:

  1. wah jadi cakep mbak...aku juga pingin pake wallpaper..tfs ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak..ayo beli di saya...nggak ding, bercanda. Saya nggak jualan hehehe

      Hapus
    2. Sama2 mbak..ayo beli di saya...nggak ding, bercanda. Saya nggak jualan hehehe

      Hapus
  2. Wow, great idea! Kepikiran untuk beli wallpaper tapi masih maju mundur. I'll definitely go get one after reading this! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo borong mami ubii ^_^

      Hapus
    2. Ayoo borong mami ubii ^_^

      Hapus
  3. biasanya sekat yang gak permanen gitu juga bikin ruangan gak terasa sumpek :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mama kekenaima. Terlebih langit2nya tinggi. More important : hemat ^_^

      Hapus

Entri Unggulan

Hari-hari Menjelang Akadku

pic : www.sewa-apartemen.net Minggu-minggu ini, aku dan Mas J semakin mendekati hari akad. Jadwal pastinya sih belum ada. Tapi kalau...

Postingan Terpopuler