Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Peralatan Yang Sudah Lama Tak Saya Gunakan

Gambar
Ide menulis itu ada di/dari mana-mana. Demikian kata para penulis ternama. Memang sih.... saya tak menolak pendapat itu. Soal ide, saya punya buanyaak. Yang minus itu eksekusinya hahahaha... (minus kok bangga :D)Banyak alasan untuk nggak segera menuliskan sebuah ide, sampai akhirnya ide itu menguap tak berbekas (huh :D). Sebabnya karena menunda-nunda menuliskan ide ituuu...padahal sesepele apapun ide, bisa saja jadi tulisan, baik pendek ataupun panjang - tergantung pengembangannya. Dan sesepele apapun ide, bahkan yang kita sekedaran saja menuliskannya, bisa saja loh bermanfaat buat orang lain - tanpa kita sangka.Seperti cerita seseorang tentang kerusakan ovennya. Sepertinya sekedar cerita saja, tapi ternyata sangat membantu ketika oven saya ngambeg tak mau berbunyi "ting".Baca : Ketika Oven Tak Mau Berbunyi TingSeperti ide menulis yang timbul pagi ini. Supaya tidak menguap, segera deh menuliskannya.Just a little thing (sih). Tapi nggak apa-apa kan diceritakan. Apalagi di blo…

Lemari Baju dengan Wallpaper untuk Penyekat Ruangan

Gambar
Terbilang jarang membaca tentang desain interior, dekorasi, atau apapun itu yang berhubungan dengan penataan ruangan membuat saya selama ini berpikir kalau wallpaper itu pasti mahal. Bagaimana tidak, ruangan dengan dinding ber-wallpaper biasanya berkaitan dengan "harga (lebih) mahal". Katakanlah, dinding wallpaper itu biasanya ada di klinik dokter spesialis bukan di puskesmas. Atau, wallpaper itu mudah di temukan di restoran bukan di warung pinggir jalan. Terus..kalau di rumah-rumah pribadi, biasanya rumah mewah dong yang pakai wallpaper, bukannya rumah sederhana. Seperti gambar rumah di atas, itu rumah mewah atau sederhana?
Tapi persepsi itu berubah beberapa waktu lalu gara-gara kebutuhan kami akan penyekat ruangan. Di rumah (kontrakan) baru ini, pembagian ruangan tergolong simpel. Lebar sekitar tujuh meter dibagi dua memanjang. Sisi kanan untuk teras, tiga kamar, dan satu kamar mandi. Sedangkan sisi kiri memanjang "blong" tanpa sekat dari ruang tamu hingga dapur. …

Brambang Goreng dan Douglas Malloch

Gambar
Saya adalah bagian dari kelompok ibuk-ibuk yang tak hobi memasak. Memang sih nyaris tiap hari saya memasak. Tapi ini atas nama kewajiban, bukan kegemaran. Meski demikian, bukan berarti saya memasak dengan terpaksa yaaa..Saya berusaha selalu memasak dengan kesadaran untuk menyediakan makanan bagi orang-orang tercinta (tsaaah). Tentu saja, hasilnya jangan dibandingkan dengan mereka-mereka yang memasak sebagai panggilan jiwa (jelas saya kalah sebelum berlaga).


Eh tapi, pagi ini saya lagi nggak fit. Malesss banget buat masak. Padahal, sedari kemarin saya sudah berencana, memasak tumis genjer (secara bercanda, saya menyebutnya sayur PKI) dan tempe goreng tepung. Duuh kalau lagi males yaa... masakan sesimpel itu pun males ngerjain. Sempat terpikir untuk beli sayur masak aja...ah tapi di kedai jarang ada sayur yang tak pedas. Seringnya serba santan dan pedas...jelas bukan masakan yang bisa lewat lidah anak-anak.

Air Yang Tak 24 Jam

Gambar
13.00
Sengaja menuliskan angka di atas untuk menunjukkan waktu saat saya menulis ini. Lepas tengah hari. Waktu untuk kembali menghidupkan kran guna mengisi air di bak yang sudah habis untuk mandi pagi. Waktu yang pas untuk mencuci piring untuk sarapan serta perlengkapan memasak tadi. Juga waktu yang bagus untuk mencuci sebagian baju (yang mana jadwalnya 2-3 hari sekali).
Waktu yang "pas" itu tak ada kaitannya dengan ketersediaan waktu, melainkan dengan ketersediaan air.
Yups, di tempat tinggal baru ini, air dari PDAM tak mengalir 24 jam. Setelah tengah hari berarti peak hours penggunaan air  sudah berlalu. Mungkin di banyak tempat juga sama sih ya.... jam-jam segitu, bukan lagi saat sibuk menggunakan air. Mandi sudah selesai sedari tadi (yang pada mandi sudah ada di sekolah, tempat kerja, atau di rumah saja). Memasak, mengepel, dan mencuci rata-rata juga sudah pada beres. Saatnya banyak kran air dalam posisi menutup. Nanti, air akan mati ketika sore hari : 2nd peak hours dalam …

Ketika Oven Tak Berbunyi Ting

Gambar
Judulnya bikin saya ketawa sendiri karena mengingatkan pada novel-novel jadul. Tapi ini sama sekali bukan cerita fiktif sih. Ini kisah nyata ^-^
Beberapa minggu lalu, oven listrik saya bermasalah pada bagian timer-nya. Oven merk Solid ini baru dibeli bulan Februari 2016. Jadi, sampai Juli ini terhitung baru lima bulan. Sebelumnya oke-oke saja dipakai. Tetiba saya pakai buat memanggang pizza roti tawar, eh tombol timer tak mau bergerak sampai bunyi “ting” yang menandakan setelan waktu telah habis. Tombol timer pasti berhenti di setelan waktu sekitar lima menit sebelum posisi nol. Mateng-mateng sih mateng asal waktu memanggang dilebihkan sekitar lima menit. Tapi bete saja sih...Secara oven masih terhitung baru.   Sempat terpikir, apa oven ini sedikit error saat pindahan rumah. Tapi teringatnya oven ini dibawa duluan, jadi tidak bersama-sama dengan barang-barang lain. Artinya tidak tertumpuk-tumpuk barang lain. Atau mungkin karena goncangan-goncangan selama perjalanan Siantar – Medan? Ah e…