29/04/16

Diet HP



Hasil gambar untuk handphone kartun
pic : www.bentengnews.com

Sudah tiga hari ini saya melakukan diet HP. Iya, HP yang kependekan dari HandPhone! Tentunya bukan berarti mengatur pola makan HP yaaa.. Karena saya masih makan nasi, bukan makan perangkat elektronik :D. Diet di sini berarti mengatur pemakaian HP dalam keseharian saya. 

Keputusan ini saya (dan suami) ambil karena khawatir anak kedua kami, El bakal kecanduan HP.  Jangankan lihat HP nganggur, HP lagi dipakai ayahnya atau bundanya atau mas-nya pun langsung dia rebut. HP lagi dicharge, langsung dicabut kabelnya. Kalau HP benar-benar habis baterai, dia langsung nangis nggak mau tahu.  Duuuh... ini bocah baru 1.5 tahun lho..

21/04/16

[Mengatasi Ketakutan Kecil #3] : Setrika

Hasil gambar untuk setrika kartun
pic : www.pixabay.com


Ini seri terakhir dari tulisan Mengatasi Ketakutan Kecil. Kalau sebelumnya tentang mengatasi ketakutan terhadap belut dan cacing, sekarang –seperti pada judul- pada setrika. Eeeemmm, mungkin tepatnya bukan takut sih, melainkan trauma. Tapi apapun istilahnya, intinya kan berhubungan dengan rasa takut #maksa.

Ini sebenarnya justru cerita yang lebih duluan daripada belut dan cacing. Sebab, trauma pada setrika ini saya alami waktu masih kecil. Sekitar akhir SD atau SMP gitu deh (lupa tepatnya). Yang pasti nggak kecil-kecil amat karena saya sudah bisa setrika baju. Juga saat itu, sudah pakai setrika listrik, bukan setrika ayam jago. Saya masih sempat lho mengalami zaman setrika ayam jago. Setrika yang berat dan pakai arang. Kalau mau setrika harus harus kipas-kipas arang ala tukang sate hehehe. 

19/04/16

[Mengatasi Ketakutan Kecil #2] Cacing


 


Hasil gambar untuk cacing kartun
Gambar : www.pixabay.com, kalau cacingnya lucu gini mah, enggak bikin takut ya ^-^ 



Kalau di tulisan sebelumnya, saya cerita tentang mengatasiketakutan terhadap belut, sekarang saya berbagi tentang cacing.

Siapa takut pada cacing? Berbahagialah, kalau temen-temen tidak pernah mengalami ketakutan pada satu mahluk ini. Sebab, saya pernah begitu takut pada cacing sampai-sampai agak-agak parno masuk kamar mandi. Kok kamar mandi? Haha iya, soalnya,  sering ketemu cacing di kamar mandi rumah yang kami tempati saat itu.

Kalau dirunut ke belakang. Ketakutan saya pada cacing adalah hal yang aneh. Ini ketakutan yang tidak tiba-tiba. Saya lahir dan tumbuh di lingkungan agraris tradisional, suasana kehidupan yang tidak asing dengan mahluk bernama cacing. Tempat bermain masa kecil saya adalah halaman tanah, sawah, ladang, selokan,.... semuanya adalah ekosistem bagi cacing. Tidak jarang kok saya berjumpa cacing.  Tapi tak ada ingatan di mana saya ketakutan karenanya.

16/04/16

[Mengatasi Ketakutan Kecil #1] Belut




Dok pribadi. Lokasi Pajak Horas Siantar

Kalau ada ketakutan kecil, apakah ada ketakutan besar? Saya "asal" saja sih bikin penggolongan. Ketakutan besar saya terjemahkan sebagai ketakutan/kekhawatiran pada hal-hal serius seperti masa depan, kesehatan, perkawinan, atau kematian. Sedangkan ketakutan kecil saya artikan sebagai kengerian pada hal-hal sepele, misal : ulat, cacing, karet dan gelang. Sekalipun sepele akhirnya jadi nggak sepele karena bisa jadi tingkat keparahannya sudah masuk golongan phobia.

Saya sendiri pernah mengalami ketakutan pada beberapa hal kecil. Puji Tuhan, saya berhasil melawannya. Bagaimana cara cerita ketakutan dan cara melawannya, akan saya tulis dalam tiga seri. Seri pertama adalah tentang saya dan BELUT  ^_^

12/04/16

Kapokkah Ikut Asuransi?

Hasil gambar untuk asuransi
gambar : www.sadar-asuransi.com


Sering deh dengar orang bilang "kapok ikut asuransi." Biasanya rasa kapok ini dilatarbelakangi oleh pengalaman buruk terkait asuransi yang diikutinya, seperti klaim ditolak, manfaat yang didapat tidak seperti yang dipromosikan agen, sampai uang premi dibawa kabur oleh agen. Tentunya masih banyak sebab-sebab lain yang kalau diuraikan semua bisa jadi artikel berjudul "1.000 Alasan Orang Kapok Ikut Asuransi" (hah 1.000? Bisa jadi hihihi)

Saya sendiri pernah mendapatkan pengalaman yang harus dibayar mahal terkait asuransi. Seperti saya ceritakan di tulisan "pengalaman menutup polis asuransi", di mana bisa saja saya dianggap kehilangan uang sedikitnya Rp 7 juta karena salah memilih produk asuransi. Bagi sebagian kalangan, Rp 7 juta bukan apa-apa ya.. Tapi buat saya, itu masih jumlah yang sangat berharga ^_^. 

Pengalaman lain adalah ketika kartu asuransi Mega Health atas nama anak bungsu saya tidak bisa digunakan ketika dia keluar rumah sakit dengan diagnosa penyakit Hirschprung. (Baca : Cerita Elo Sakit Hirschprung). Ketika membayar, dengan PeDe-nya saya menyodorkan kartu asuransi. Kami tunggu cukup lama sampai akhirnya dapat jawaban jika biaya tidak bisa dibayar oleh perusahaan asuransi dengan alasan Hirschprung adalah penyakit bawaan dan karenanya tidak dicover oleh asuransi.

08/04/16

Pengalaman Menutup Polis Asuransi

Gambar : pribadi


Beberapa hari lalu, seorang teman cerita bahwa dia memutuskan stop membayar premi asuransi Prudential. Dia sudah membayar selama dua tahun dengan premi Rp 1.6 juta per bulan (untuk satu keluarga). Berarti total sudah lebih dari Rp 30 juta yang dia setorkan.

Teman saya ini benar-benar cuma "stop bayar premi", bukan mengurus penutupan polis ataupun cuti premi. Alhasil, dari jumlah sebanyak itu yang sudah disetorkan, dia tidak mendapatkan nilai tunai dan polisnya terancam lapse (hilang manfaat). Atau malah sudah lapse? Entah, waktu itu cuma cerita selintas, jadi nggak dapat cerita detailnya.

Saya pribadi agak menyayangkan sih. Seandainya dia mengurus penutupan polis, pasti masih ada nilai tunai yang bisa diambil, seberapapun jumlahnya. Atau kalau mengurus cuti premi, manfaat asuransi masih akan berjalan sampai "tabungan" premi habis. Mana tahu kan, ada hal-hal yang tidak diinginkan dan tercover asuransi terjadi dalam rentang waktu cuti premi ini.


Entri Unggulan

Hari-hari Menjelang Akadku

pic : www.sewa-apartemen.net Minggu-minggu ini, aku dan Mas J semakin mendekati hari akad. Jadwal pastinya sih belum ada. Tapi kalau...

Postingan Terpopuler