Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Tips : Memasak Dua Macam Nasi Sekali Klik (Magic Com)

Gambar
Setelah tadi posting tips mempercepat masak nasi dengan magic com, sekarang masih nyambung topik seputar magic com. Seperti tertulis di judul, kali ini tips untuk memasak dua macam nasi sekali tekan tombol klik pada magic com. Tips simpel juga, mudah-mudahan bermanfaat.
Cerita dulu latar belakangnya yaaa.... Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, gula darah suami saya sudah berada di level warning. Oleh sebab itu, sejak beberapa bulan lalu, pak suami memutuskan untuk mengganti menu nasi putih dengan nasi merah. Ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga level gula darah tetap normal. Kalau makan nasi merah kan lebih awet kenyang daripada nasi putih.

Tips : Memasak Lebih Cepat dengan Magic Com

Gambar
Memasak nasi dengan magic com, pastinya lebih praktis dan lebih cepat dibandingkan membuat nasi dengan cara tradisional.  Tinggal cuci beras, masukkan panci magic com, tambah air, lalu ceklek! Beres. Kalau cara tradisional, mesti mengaru lalu mengukus. Kalau nasi tim yang tak perlu aru, bisa lebih lama lagi karena api mesti kecil. Apalagi kalau masak cara tradisional dengan api tradisional pula (baca : api kayu), wah bisa-bisa lamaaa sekaliii karena apinya nggak nyala-nyala hahaha.
Tapi namanya manusia yaaa.... maunya sering lebih! Masak nasi pakai magic com sudah cepet, tapi pengin lebih cepet lagi. Kalau bisa mah cuma perlu ambil beras, ucap abrakadabra, lalu jadi deh nasi. Kecuali di dunia dongeng, ini impossible kan?

Sepatu

Gambar
Saya bukan penggemar sepatu. Punya dan pakai sepatu sekedar untuk tujuan fungsional sebagai alas kaki. Di samping untuk tujuan estetika dan kesopanan. Kalau misal lagi acara formal terus nyeker kan tidak sopan ya...Bisa-bisa digunjing dan atau dikasihani seluruh peserta acara. Siapa sih ini, kasihan banget nggak pakai sepatu. Nggak punya duit atau kakinya penyakitan? Tak tertutup kemungkinkan diusir dari acara karena melanggar tata-tertib dan kesantunan. (Hehehe, belum pernah sih kejadian kayak gini ^-^)

Berhubung bukan penggemar sepatu, maka koleksi jumlah sepatu saya minimalis. Lagipula, as stay-at-home-mom kan saya jarang-jarang bepergian. Paling banter pergi ke acara formal adalah kegiatan gereja dan pesta (pernikahan etc). Jadi, cuma punya dua sepatu formal sudah lebih dari cukup. Tapi sekarang dua-duanya sudah kumuh tampak usang dan nggak nyaman. Jadi memang perlu beli lagi (#alesan). Oiya, saya juga punya dua sepatu kets. Dulunya, dua sepatu kets ini saya pakai buat kerja. Saya

Saya Gojek!

Gambar
Apa yang langsung terlintas di benak teman-teman kalau menangkap kata "gojek"? Saya tebak jawaban teman-teman adalah : layanan ojek online. Benar nggak tebakan saya? Pasti banyak benarnya #maksa :D

Dari segi bahasa, mungkin ada sebagian teman yang baru kenal kata gojek ya gara-gara si ojek online. Tapiiii, selaku orang Jawa saya sudah lama mengenal kata gojek. Soalnya "gojek" ada dalam kosakata bahasa Jawa yang berarti bercanda dalam bahasa Indonesia. Tukang gojek berarti tukang bercanda. Mungkin ada bahasa suku lain yang juga punya suku kata gojek? Kasih tahu saya kalau ada yaaa :)
Sebelum lebih jauh menulis, saya mau minta maaf dulu sama teman-teman yang bisa jadi (akan) merasa tertipu dengan judul tulisan. Mungkin klik link ini gara-gara mengira saya woman rider di layanan Gojek. Kan beberapa waktu lalu heboh tuh sama berita mbak cantik dan ibu tangguh pengemudi Gojek. Walau berita tentang mbak cantik ternyata nggak bener ya. He he he...maaf ya temans....judul tul…

Cara Daur Ulang Sampah Pospak

Gambar
Bagian terakhir dari tulisan tentang popok ^-^
Mau dijadikan satu dengan tulisan sebelumnya (panduan membuang sampah pospak), kok beda topik. Rasanya lebih baik dijadikan tulisan tersendiri.

Kali ini saya akan menuliskan cara daur ulang sampah pospak (popok sekali pakai). Daur ulang di sini bukan untuk tujuan pemakaian kembali (re-use) ya... Kan ada tuh berita-berita popok-daur-ulang. Pospak yang dibersihkan lalu dijual kembali dengan harga murah. Baru baca beritanya saja sudah merasa ngeri...

Dulu sih pernah sekilas dengar tentang daur ulang sampah pospak menjadi energi. Tapi rasanya sudah lama banget tuh dengarnya. Jadi googling deh untuk menyegarkan ingatan.

Panduan Membuang Sampah Pospak

Gambar
Masih nulis tentang popok nih. Ini satu dari dua tulisan (lagi) tentang popok. Padahal tak  ada  rencana mau nulis serial tentang popok loh. Tapi ide muncul begitu saja gara-gara setelah posting tulisan kemarin, saya jadi googling tentang sampah popok sekali pakai (pospak). Hihi, terbalik yaa... menulis dulu baru cari referensi :D.
Di berbagai artikel disebutkan jika sampah pospak termasuk sampah yang sulit diuraikan. Butuh waktu ratusan tahun bagi alam untuk menguraikan sampah jenis ini. Tapi melihat kondisi saat ini, rasanya sudah sangat sulit (kalau tak mau bilang mustahil) untuk menghentikan produksi sampah pospak ya... Selama masih ada kelahiran bayi, rasanya masih akan ada sampah pospak. Saya saja belum sepenuh-penuhnya bisa tidak menggunakan pospak. Baru sebatas meminimalisasi penggunaannya.
Parahnya, sampah tak hanya mencemari lingkungan, tapi juga pemandangan. Saya sering lho mendapati sampah pospak terserak di jalanan. Mending kalau di sampah pospaknya hanya ada urine dan rela…

Pospak dan atau Cloth Diaper?

Gambar
Kepalang kemarin sudah posting soal tali dua, sekalian deh nulis soal popok. Mudah-mudahan berguna buat para emaks-to-be atau new-emaks yang lagi giat-giatnya browsing seputar perbayian. Menambahi artikel tentang popok yang sudah bejibun di dunia maya. Tapi sengaja judulnya "dan atau" bukannya "vs" seperti banyak artikel lainnya. Ini karena saya tak ingin seperti menghakimi sebuah pilihan. Sebab, apapun pilihan seorang ibu tentunya didasari situasi dan kondisi masing-masing. Ini sharing pilihan saya berdasarkan situasi dan kondisi saya :)
Baik, mari lihat dulu definisi masing-masing. Definisi dengan kalimat saya pribadi saja ya...biar tak perlu nengok-nengok kamus atau ensiklopedia :D. 
Pospak, akronim dari popok sekali pakai. Sekarang sudah bukan barang aneh dalam keseharian kebanyakan orang lah ya.. Entah kapan si pospak ini mulai jadi barang biasa. Kalau ngobrol sama emak-emak senior sih, dulu pospak termasuk perlengkapan bayi yang wah, hanya umum dipakai bayi-bay…

Pakai Popok Tali Dua Sampai Usia Berapa?

Gambar
Sepertinya kebanyakan ibu-ibu kenal sama jenis popok satu ini ya... Saya sendiri menyebutnya popok-tali-dua, merujuk adanya dua tali pengikat di sebelah sisi popok. Teman-teman menyebutnya popok apa?

Saya mulai menggunakan popok ini setelah Ale lahir. Iya lah...kalau belum punya bayi, buat apa kain macam gini? Hihihi. Berguna bangeeet buat newborn yang frekuensi pee (pipis) dan pup (buang air besar)-nya masih sering. Walau ada popok sekali pakai (pospak) maupun cloth diaper yang didesain untuk newborn, saya tetap pilih popok tali dua dengan alasan frekuensi pee dan pup tadi. Masih sering pee dan pup, kalau pakai popok sekali pakai jadi banyak sampah. Dan saya itu kok gimanaaaa gitu sama sampah popok sekali pakai. Kalau bisa sih seminimal mungkin memproduksi sampah jenis ini. Sedangkan kalau pakai cloth diaper, ribet nyucinya. Terutama untuk noda pup bayi yang daya lekatnya hebat itu. Kan cloth diaper nggak bisa dicuci seperti kebanyakan kain. Dalam hal noda kuat, cloth diaper nggak bis…