Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Rindu Bleki

Siang ini, entah dipicu oleh apa...tiba-tiba mata Ale berkaca-kaca. Bocah 4,5 tahun itu menyebut-nyebut sebuah nama : Bleki. Anjing kampung betina  (sesuai namanya) berwarna hitam, yang sudah lama kami jual karena saya merasa tidak akan sanggup memelihara seekor induk anjing beserta anak-anaknya. Memelihara seekor anjing saja sudah butuh energi dan toleransi, apalagi lebih banyak anjing? Pasti butuh energi dan toleransi lebih tinggi.Banyak orang bilang, memelihara anjing kampung itu mudah. Tak butuh perawatan dan pemeliharaan khusus. Tapi tetap saja, buat saya memiliki anjing berarti memunyai tanggung jawab. Kalaupun dia tidak perlu makanan khusus, tetap saja harus dikasih makan kan? Minimal diberi nasi....dan porsi nasi anjing ituu..ternyata lebih banyak dari porsi nasi saya! Padahal, dulu kami tidak memasak nasi khusus untuk anjing. Nasi yang kami makan, itulah yang juga kami berikan pada anjing. Alhasil, beras lebih cepat habis :D. Belum lagi, kalau ada limbah kepala dan jeroan ika…