Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Pagar

Malam ini, si ayah (MJ..bukan Mary Jane tapi Mas Jalu he2) belum pulang kerja. Barusan saya whatsapp MJ, dia bilang memang pulang malam. Tapi tadi, sekitar satu jam sebelum saya whatsapp MJ, saya berinisiatif membuka pagar depan. Saya berasumsi, MJ sebentar lagi pulang. Jadi maksudnya sih, biar nanti kalau MJ pulang, dia nggak perlu ribet turun mobil untuk buka pagar. Tapi bisa langsung meluncur ke halaman. Tapi asumsi saya salah...Ini sudah malam dan MJ belum pulang. Mana cuaca hujan pula. Suasana jadi terasa sepiii.... Dengan keadaan pagar terbuka, saya merasa nggak aman. Tapi mau menutup pagar : males karena hujan... #dilemaaaa Padahal, kalau pagarnya tertutup, apa situasi bener2 jadi aman? Nggak juga. Pas lebaran lalu, pagar depan tertutup rapat, tapi kami kemalingan. Dari jejaknya, si maling sepertinya lompat dari pagar samping _yang mana memang bukan pagar tinggi, sekedar pagar kawat duri yang kalau dipotong pun bisa. Yah, pagar rumah tempat tinggal kami memang bukan pagar denga…

Rindu Bleki

Siang ini, entah dipicu oleh apa...tiba-tiba mata Ale berkaca-kaca. Bocah 4,5 tahun itu menyebut-nyebut sebuah nama : Bleki. Anjing kampung betina  (sesuai namanya) berwarna hitam, yang sudah lama kami jual karena saya merasa tidak akan sanggup memelihara seekor induk anjing beserta anak-anaknya. Memelihara seekor anjing saja sudah butuh energi dan toleransi, apalagi lebih banyak anjing? Pasti butuh energi dan toleransi lebih tinggi.Banyak orang bilang, memelihara anjing kampung itu mudah. Tak butuh perawatan dan pemeliharaan khusus. Tapi tetap saja, buat saya memiliki anjing berarti memunyai tanggung jawab. Kalaupun dia tidak perlu makanan khusus, tetap saja harus dikasih makan kan? Minimal diberi nasi....dan porsi nasi anjing ituu..ternyata lebih banyak dari porsi nasi saya! Padahal, dulu kami tidak memasak nasi khusus untuk anjing. Nasi yang kami makan, itulah yang juga kami berikan pada anjing. Alhasil, beras lebih cepat habis :D. Belum lagi, kalau ada limbah kepala dan jeroan ika…

Sadar Investasi

Selalu terhibur dengan kalimat "tak ada kata terlambat untuk berinvestasi". Soalnya, jujur saja kalau lihat orang-orang yang jauh lebih muda sudah pada paham investasi, kok jadi berasa telat banget...Secara sekarang uda kepala tiga gitu...anak juga sudah mau masuk sekolah. Tapi ok_lah drpd merasa terintimidasi sama "feeling guilty", mending pakai kalimat penghiburan tadi. Selain itu yaaa dengan disiplin investasi dan terus belajar. Dengan situasi keluarga yang single income, plus jabatan saya selaku "menteri keuangan rumah tangga", jadi deh saya merasa belajar investasi itu wajiiiib!Flash back ke beberapa tahun lalu, waktu masih single_punya gaji_dan nggak punya tanggungan, boro-boro mikir investasi jangka panjang. Yang penting gaji masuk tiap bulan dan masih bisa nabung. Nabung kan juga investasi :D. Boro-boro mikirin pendapatan bunga yang ngga ngejar laju inflansi de el el. Masih ada uang di rekening bank, habis perkara. Lihat ada temen yang sudah kredi…

Wastafel

Gambar
Di rumah emak, tidak ada wastafel, baik wastafel-cuci-tangan maupun wastafel-cuci-piring. Mencuci piring dilakukan di sumur yang terletak persis di samping dapur (jadi mesti keluar pintu dapur dulu). Demikian juga urusan mencuci sayur dan lain-lain urusan masak-memasak yang  butuh air. Nyaris semua harus dilakukan di sumur. Hal seperti itu lazim di kampung kami. Eh tapi ada secuil pengecualian di dapur kami. Waktu itu, bahkan sampai sekarang, juga belum terlalu lazim di kampung kami. Saat ini, walaupun sudah ada sebagian rumah yang memiliki wastafel cuci piring, sebagian besar rumah tangga masih mencuci piring di sumur. Yaii, sebenernya mencuci piring di sumur sudah lebih deket daripada mesti ke pancuran yang letaknya jauh dari rumah. Tapi namanya manusia, selalu pengin yang lebih praktis, lebih dekat, lebih nyaman, lebih ringan...lebih-lebih-lebih segalanya!

(Alm) Bapak membuat satu lubang berbentuk kotak berukuran kecil di dapur yang tingginya setara dengan lantai. Letaknya di sebe…

Masih Gagal

Gambar
Ceritanya, sejak punya eksternal keyboard itu aku buat challenge buat diri sendiri, yakni "satu hari (minimal) satu tulisan di blog ini:.

Tapi apa yang terjadiiiih?
Rupanya self-challenge itu masih gagal kupenuhi. Yah namanya alasan, macem-macemlah. Tapi semuanya bisa kusimpulkan dalam dua kata saja, yakni KURANG KOMITMEN!

Nah loooo....
Yuk aaah... buat challenge lagi. Jangan hukum diri terlalu dalam. Kasih kesempatan. Tapi jangan pula terlalu lembek. Kayaknya butuh sistem punishment jugaaaa...misal, kalau hari ini ga nulis, besok ga boleh ngopi. Eh ga boleh ngopi kan berat juga buat dakyuuu :D

Well...kegagalan adalah hal biasa, tapi jangan jadi kebiasaan dong #selftalk

Akhirnya Ngeblog dengan Smartphone

Gambar
Sebenarnya beberapa waktu lalu sudah install aplikasi "blogger" di HP android S^msung ini. Tapi berhubung niat rutin menulis memang belum ada, aplikasi itu nggak tersentuh sama sekali dan malah aku hapus.Kemarin2 memang masih dimanjakan adanya laptop. Kalaupun hasrat menulis lagi muncul, aku pilih pakai laptop. Buatku, mengetik di laptop tetap lebih nyaman daripada di HP (apalagi HP layar sentuh_walau sudah beberapa bulan pakai layar sentuh, rasanya masih lebih nyaman pakai HP keyboard biasa).Belakangan, ketika hasrat menulis kembali subur, laptopku justru dipakai BJ akibat peristiwa laptop BJ digondol maling tempo hari. Jadilah memutuskan beli eksternal keyboard agar tetap nyaman mengetik. Tapi rupanya pakai eksternal keyboard pun belum sepenuhnya nyaman. Apalagi, waktu kemarin ngetik postingan pakai eksternal keyboard, aku belum install aplikasi lagi. Tapi masih buka blog pakai browser (karena dibuka pakai opera mini nggak bisa). Ketik dulu di doc_to_go baru copy lalu buka…

Abang atau Mas?

Tinggal di daerah yang berlainan suku ternyata menjadi seni tersendiri dalam memberikan sebutan untuk Ale setelah adiknya lahir nanti.

Sebagai orang Jawa, kakak laki-laki biasa dipanggil "mas" atau bisa juga "kang" seperti di Sunda. Sementara, sekarang kami tinggal di daerah suku Batak, yang mana seorang kakak laki-laki lazim dipanggil dengan sebutan "abang". Sedangkan sebutan "kakak" adalah khusus untuk "kakak perempuan". Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang sama-sama menggunakan "kakak" baik untuk saudara laki-laki maupun perempuan. Dalam hal ini, bahasa daerah umumnya memang lebih spesifik yaa...

Ale yang masih kecil, belum memahami perbedaan seperti ini. Terlebih sewaktu saya belum hamil, saya dan BJ (suami) belum intens mengenalkan konsep kakak_adik padanya. Dia belum mengenal sebutan "mas" dan lebih familier dengan panggilan "abang", laiknya dia memanggil kawan-kawan bermain yang lebih besar di sini…

Akhirnya...Punya Eksternal Keyboard

Saya termasuk golongan orang yang sampai sekarang masih belum nyaman pakai teknologi layar sentuh untuk mengetik, terutama kalau mengetik yang cukup panjang. Kalau cuma buat status atau chat sih masih okelah pakai touch screen :). Bahkan waktu beberapa bulan lalu memutuskan ganti HP dari si jadul Nokia E63, saya nasih berpikir untuk ganti gandget yang pakai tombol. Tapi misua merekomendasikan Samsung Grand Duos...ya okelah. Berhubung merasa suami lebih melek gadget, saya manut.

Memang sih, sejak awal beli si Samsu ini sudah terlintas pengen punya eksternal keyborad. Tapi ah buat apa? Karena untuk ngetik-ngetik panjang saya masih bisa pake laptop BenQ yang walopun sudah termasuk The Jaduls tapi masih bisa dioperasikan. Baru deh, setelah kejadian kemalingan tempo hari (ntar saya buat tulisan tersendiri), langsung deh jadi merasa harus segera mbeli eksternal keyboard. Soalnya, laptop saya yang Puji Tuhan ga ikut terangkut si maling sementara dipake kerja sama misua, sampai dia dapat lapi…

Berkat Menikmati

Gambar
Ngomongin berkat, sepakat kan kalau bentuk berkat itu buanyaaaak banget. Dan siang ini aku ingat obrolan dengan seorang temen beberapa waktu lalu. Kami, sama-sama pendatang di Kota Siantar ini dengan penyebab yang serupa : suami ditempatkan bertugas di sini. Kami juga sama-sama emak-emak rumah tangga. Meski sama-sama pendatang, dia sudah ber-KTP Pematangsiantar sementara aku dan suami masih pegang KTP Jawa Tengah :).

Namanya emak-emak yah...sesekali ngobrolin fasilitas kantor suami masing-masing. Misalnya aja soal fasilitas mobil. Puji Tuhan, suami-suami kami sama-sama sudah dapat fasilitas mobil dari kantor masing-masing. Mobil operasional kerja yang bisa dibawa balik dan boleh dipakai untuk keperluan pribadi (asal jangan direntalin aja :P). Memang sih, mobil ini hanya fasilitas pakai. Di kantor misuaku, nggak ada kebijakan mobil jadi milik pribadi setelah pemakaian sekian tahun. Tapi buatku, fasilitas pakai aja sudah membantu bangeeet. Tinggal pakai dan secara periodik juga ganti m…

Cerita Hujan (1)

Hujan deras. Sangat deras. Bahkan tadi sempat disertai bungkahan es. Ah ya…ukuran bungkahan sepertinya berlebihan. Tapi menyebut butiran, juga kurang tepat. Es-nya mungkin sebesar kerikil. Ketika jatuh menimpa atap seng menimbulkan suara bergemelotak. Ale sampai menutup telinga….takut.

Selain disertai es, juga ada angin dan kilat. Bersyukur, aku dan Ale sudah tiba di rumah. Tadi kami sempat kehujanan. Untuk pertama kalinya, kami bedua kehujanan dengan naik sepeda motor. Habisssnyaa…sedari pagi rasanya malasssss sekali keluar. Bahkan malass ngapa2in. Sampai aku berpikir, kalau aku begini-begini terus, aku bakalan mati dilumat malas.

Bawaan hamil? Hisyyyy… aku benci punya dugaan seperti ini. Malas itu…bagaimanapun kan negatif. Dan ibu hamil tidak boleh tenggelam pada hal yang negatif-negatif. Tapi siang tadi memang panasss sekali. Demi agar-tidak-terlumat-malas plus karena memang ada keharusan untuk mengirim paket, akhirnya aku dan Ale keluar.

Mengirim paket ke Bengkalis-Riau, dengan …

Kembali Rumah Lama

Gambar
Pagi ini, aku kembali ke sini. Ke rumah maya yang sudah lama sekali tak aku singgahi. Karena aku tak setia...mencoba menghidupi beberapa rumah lain..tapi di sana juga kalah melawan konsistensi. Yiaaah..dalam menghuni rumah maya, masalahku memang satu : konsistensi. Tapi pagi ini aku -entah mengapa- ingin kembali ke sini. Membaca-baca tulisanku yang tak seberapa... lucuuu, tertawa sendiri. Jadi walaupun malu juga kalau tulisan itu sampai terbaca orang lain..tapi biarlah. Ini seperti memasang foto yang pada masanya terasa sangat keren, atau setidaknya kalaupun tidak keren...adalah foto yang tidak malu-maluin untuk ditampilkan. Tapi kemudian beberapa tahun kemudian, kita merasa : ihhh fotonya culun bangeeet. Tapi itu memang fotonya kaaan.. Beberapa tulisan lama di sini bisa diedit, bahkan didelete. Tapi biarlah begitu..sebagai kenangan kalau aku pernah menulis itu. Kini aku di sini..bersiap untuk renovasi. Melawan masalah konsistensi. Agar rumah ini jadi cantik. Setidaknya cantik m…